03 Agustus 2022

Review Buku "Do It Tomorrow"

"Do It Tomorrow," and other secrets of time management

Penulis: Mark Forster


"Do It Tomorrow?" Lho lho lho, kok malah nyuruh ngerjain besok? Procrastination/menunda-nunda dong namanya. Kepikiran gitu nggak waktu baca judul ini? Itu yang kupikirkan. Judulnya kok aneh banget. Anti mainstream.


Jadi gini, teori "manajemen waktu" itu kan sudah banyak penentangnya. Ada yang menawarkan teori-teori lain, misalnya manajemen energi, manajemen pikiran, manajemen fokus/perhatian, manajemen prioritas, dan lain-lain. Seperti buku yang baru kureview kemarin itu, "Do It Today" itu tentang manajemen perhatian/fokus, lalu buku "Mind Management, Not Time Management" itu tentang manajemen pikiran. Ada juga yang masih sedang kubaca yaitu "Indistractable" itu tentang manajemen rasa sakit.


Buku "Do It Tomorrow" ini termasuk buku yang menentang manajemen waktu dan manajemen prioritas. Setidaknya 2 teori itu sudah ditolak. Isinya unik dan sangat membutuhkan kemampuan asertif/ketegasan dalam menerapkannya. Isinya mencakup prinsip manana, tugas harian, diary tugas, mengenali 3 jenis kesalahanmu dalam mengatur waktu/aktivitas, membagi harimu menjadi 2 hari utama (hari ini dan besok), dan lain-lain. Ketika baca ini otakku langsung nyambung ke kata "administrasi/administratif," padahal selama baca buku-buku produktivitas atau manajemen waktu yang lain nggak sampai berasosiasi ke sana.


Pada bagian awal aku merasa isinya seperti beda banget dari teori produktivitas yang lain, tapi semakin ke belakang semakin terasa rancu. Kamu harus fokus penuh biar bisa memahaminya dan ngerti bedanya dari teori-teori serupa karena semakin ke belakang semakin kompleks.


Uniknya, buku ini juga disertai latihan dan tes pada tiap babnya plus ada review juga di akhir untuk ngecek kamu udah paham apa belum. Latihan dan tes tadi adalah masalah-masalah waktu yang terjadi sehari-hari. Jadi, sekaligus sebagai contoh kasusnya. Dan itu sangat luas dan acak/random. Mungkin satu atau beberapa dari kasus itu akan sesuai dengan kasusmu. Itu artinya kasusmu sekaligus sudah dapat solusi dari dia (kamu dapat pencerahan darinya). 


Buku ini bagus, sayang covernya ga menarik. Buku-buku dari penulis ini covernya jelek-jelek. Sayang banget padahal isinya bagus. Selain buku-buku karya Darius Foroux, buku "Do It Tomorrow" ini adalah buku yang patut kamu baca. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.