27 Juli 2022

Review Buku "Bad Childhood, Good Life"

"Bad Childhood, Good Life," how to blossom and thrive in spite of an unhappy childhood

Penulis: Laura Schlessinger


Pertama baca buku "Bad Childhood, Good Life" ini kamu akan langsung masuk ke sensasi yang berbeda dari buku abuse/trauma/narsis kebanyakan. 


Penulis datang dengan sangat kuat dan walau dia bilang divalidasi dulu lalu ditunjukkan hard truth-nya, tidak terasa empatinya sama sekali. Ini tulisannya halus tapi muatannya kasar. Dia lugas, to the point, blak-blakan dan full nyalah-nyalahin korban/survivor.


Aku ga tahu apa ini termasuk metode CBT (Cognitive Behavior Therapy) apa nggak, yang jelas ini pake pendekatan otak (thinking) atau berpikir. Aku nggak tau metode sekeras ini cocok untuk semua tipe (tipe T/thinking/pemikir) dan (tipe F/feeling/perasa) atau cuma cocok untuk tipe T aja, yang jelas ini kasar dan kamu harus bener-bener menyiapkan mental sebelum baca.


Untuk metodenya sendiri, itu lebih ke pengalihan dan fokus ke dirimu sendiri. Kan ada buku-buku sejenis itu yang masih ngasih cara untuk mengatasi atau meminimalkan risiko kerusakan dari narsis/trauma (misalnya memberi contoh macam-macam manipulasi dari narsis/abuser itu), di sini nggak. Nggak ada. Dia cuma ngurusi moodmu, pikiranmu, perasaanmu, belief-belief-mu, atau tindakanmu biar kamu bisa berfungsi dengan baik. 


Sepertinya, penulis mikir bahwa apa yang kamu alami itu hanya masa lalu dan penyebab kamu bertindak seperti apa yang kamu lakukan sampai sekarang itu sudah nggak ada (abusernya nggak ada/penyebab traumanya udah nggak ada). So, kalau kamu masih bersama dengan abuser-mu, kayaknya buku ini nggak akan bisa berfungsi penuh.


Ingat ya! Kalau kamu mau baca buku ini pastikan kamu dalam kondisi high (siap mental), apalagi kalau kamu orangnya perasa atau mengalami kekerasan emosional, verbal, atau pikiran (gaslighting), harus sangat-sangat menyiapkan mental dulu. 


Buku ini sangat tidak kurekomendasikan. Sangat nggak sehat or maybe penulisnya sendiri narsis atau enabler/flying monkey.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.