30 Juli 2022

Review Buku "Start Your Own Coaching Business"

"Start Your Own Coaching Business," quick guide to starting a profitable coaching business

Penulis: Alex Damale


Bisnis coaching merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, kalau kamu berhasil menjalaninya. Sebagaimana pekerjaan/bisnis apapun, pasti ada orang yang berhasil dan ada yang tidak. Bisnis coaching pun begitu, ada coach yang gagal dan ada yang tidak bisa berpenghasilan menjanjikan.


Buku "Start Your Own Coaching Business" ini ditulis oleh Alex Damale karena hal itu. Dia ingin membantu calon coach agar bisa menjadi coach yang sukses dan berpenghasilan fantastis. Pertama adalah dengan memiliki mindset yang benar dan memenuhi modal-modal internal yang dibutuhkan. Selain itu, dia juga mengajarkan mengenai alat-alat/sarana-sarana yang dibutuhkan dan bentuk-bentuk promosinya, etika atau aturan tidak tertulis saat menghadapi klien, cara menangani beberapa masalah dengan klien, dll.


Penulis cukup terbuka menjelaskan beberapa suka duka menjadi coach. Penulis juga memberikan referensi-referensi, misalnya kamu pakai hosting "ini", nanti dilengkapi dengan "ini" kamu tinggal lihat contohnya di "sini", trus baca panduannya di "sini". Gitu-gitu. Ditunjukkan sekilas alternatif atau variasinya. Tapi ya gitu, cuma sambil lalu, bahkan terkesan nggak niat atau nggak bener-bener pengen memandu calon coach tersebut dengan detail. Alasannya karena ini bukan buku tutorial. Kamu yang gaptek harus aktif nyari sendiri tutorial lengkapnya di internet.


Penulis menjamin kalau semua sarannya dijalankan kamu akan berhasil menjadi coach yang laris dan berpendapatan sangat besar. Cuma, kalau semua sarannya dijalankan, biayanya juga besar. Karena segalanya itu dibuat sebaik mungkin agar tampak profesional dan layak dengan harga mahal.


Jadi, boleh-boleh aja kamu baca buku "Start Your Own Coaching Business" ini, tapi akan susah kalau kamu gaptek. Masih kerja lagi untuk nyari sumber-sumber lainnya. Lagipula, ini bahannya masih sangat kurang. Tergantung dengan tipe bisnis coaching yang mau kamu buka, tapi secara umum kalau modalmu cuma baca buku ini, belum siap/belum mantap untuk buka jasa tersebut. 



28 Juli 2022

Review Buku "Mind Management, Not Time Management"

"Mind Management, Not Time Management," productivity when creativity matter

Penulis: David Kadavy


Judul buku "Mind Management, Not Time Management" ini sangat antimainstream ya. Ini adalah teori/pendekatan baru dalam produktivitas sehingga aku tertarik membacanya. Aku lupa awalnya tahu dari mana. Mungkin dari IG. Trus aku nyari deh bukunya.


Jadi, David Kadavy, penulisnya itu menemukan teori baru. Dia ini suka mempraktekkan berbagai teori yang ada plus bereksperimen sendiri sehingga akhirnya menemukan mind management dan teori-teori lain yang disampaikan di dalam buku ini. Dia menjelaskan kenapa time management itu salah atau nggak berhasil, lalu dia menawarkan teori yang menurutnya lebih tepat dan lebih baik yaitu mind management.


Awalnya aku ragu baca buku ini karena covernya sangat nggak menarik dan ala-ala jadul, terkesan seperti buku yang mbosenin dan berat (aku baca yang covernya gradasi hijau). Sampai bab-bab awal juga sangat bertele-tele dan mbosenin. Baru ketika bacanya udah agak jauh, aku menemukan beberapa hal yang membuatku tertarik. 


Di sini aku baru memahami beda antara insight dan analisis, cara-cara bekerja efektif dan efisien mengikuti cara kerja otak dan psikologi, cara menyesuaikan ritme diri dengan perubahan siang dan malam, perubahan musim, perubahan lokasi/negara, lingkungan kantor, dll. Selain mengatakan bahwa manajemen waktu itu tidak efektif, penulis juga mengajarkan perubahan dalam menjadwalkan aktivitas, mengajarkan 4 tahap kreativitas, serta membuat sistem kreatif. Namun, itu versi penulis. Tiap orang harus mencari sendiri metode apa yang pas untuk dirinya.


Aku mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan metode baru dari sini, yang mungkin bisa kucoba untuk memperbaiki efektivitas dan efisiensi kerjaku. Meskipun, tak semua isi dari buku ini kupahami. 

Aku uda baca beberapa buku produktivitas tapi yang ini isinya bener-bener baru buatku. Selain ini, aku masih punya beberapa buku produktivitas lain yang sepertinya masing-masing juga punya pendekatan beda-beda, dan rencananya mau ku-kepo-in juga gitu. Tapi ... yang paling penting adalah diterapkan dulu, jangan kebanyakan baca. Diproses dan dicoba dulu.

Okey. 


Jadi, intinya buku "Mind Management, Not Time Management" ini patut untuk kamu baca.

27 Juli 2022

Review Buku "Bad Childhood, Good Life"

"Bad Childhood, Good Life," how to blossom and thrive in spite of an unhappy childhood

Penulis: Laura Schlessinger


Pertama baca buku "Bad Childhood, Good Life" ini kamu akan langsung masuk ke sensasi yang berbeda dari buku abuse/trauma/narsis kebanyakan. 


Penulis datang dengan sangat kuat dan walau dia bilang divalidasi dulu lalu ditunjukkan hard truth-nya, tidak terasa empatinya sama sekali. Ini tulisannya halus tapi muatannya kasar. Dia lugas, to the point, blak-blakan dan full nyalah-nyalahin korban/survivor.


Aku ga tahu apa ini termasuk metode CBT (Cognitive Behavior Therapy) apa nggak, yang jelas ini pake pendekatan otak (thinking) atau berpikir. Aku nggak tau metode sekeras ini cocok untuk semua tipe (tipe T/thinking/pemikir) dan (tipe F/feeling/perasa) atau cuma cocok untuk tipe T aja, yang jelas ini kasar dan kamu harus bener-bener menyiapkan mental sebelum baca.


Untuk metodenya sendiri, itu lebih ke pengalihan dan fokus ke dirimu sendiri. Kan ada buku-buku sejenis itu yang masih ngasih cara untuk mengatasi atau meminimalkan risiko kerusakan dari narsis/trauma (misalnya memberi contoh macam-macam manipulasi dari narsis/abuser itu), di sini nggak. Nggak ada. Dia cuma ngurusi moodmu, pikiranmu, perasaanmu, belief-belief-mu, atau tindakanmu biar kamu bisa berfungsi dengan baik. 


Sepertinya, penulis mikir bahwa apa yang kamu alami itu hanya masa lalu dan penyebab kamu bertindak seperti apa yang kamu lakukan sampai sekarang itu sudah nggak ada (abusernya nggak ada/penyebab traumanya udah nggak ada). So, kalau kamu masih bersama dengan abuser-mu, kayaknya buku ini nggak akan bisa berfungsi penuh.


Ingat ya! Kalau kamu mau baca buku ini pastikan kamu dalam kondisi high (siap mental), apalagi kalau kamu orangnya perasa atau mengalami kekerasan emosional, verbal, atau pikiran (gaslighting), harus sangat-sangat menyiapkan mental dulu. 


Buku ini sangat tidak kurekomendasikan. Sangat nggak sehat or maybe penulisnya sendiri narsis atau enabler/flying monkey.



26 Juli 2022

Review Buku "Do Epic Shit"

"Do Epic Shit"

Penulis: Ankur Warikoo


Aku tertarik dengan buku "Do Epic Shit" ini setelah melihat postingan bule di IG. Capture-nya bagus jadi aku baca deh.


Buku ini nggak hanya bagus, tapi luar biasa bagus. Meski gitu, tetep aja mengandung pembuka yang teraneh di dunia. Penulisnya ngomong, "Mungkin ini buku yang paling nggak berguna yang pernah kamu beli. Isinya nggak baru karena tujuanku cuma mengingatkan." Aneh banget, kan? Pada buku lain itu ya biasanya penulisnya promosi atau ngenalin bukunya di bagian pembuka. Lha ini malah penulisnya jelek-jelekin bukunya sendiri. Tapi... dia itu bohong banget. Ini buku yang suwuper keren. Dia adalah pembuka hati dan pikiran sekaligus. Pemikirannya dalem banget. Dan sejauh aku jadi kutu buku, kayaknya ini pemikiran ori dari dia. Jadi, ini adalah buku inspirasi sekaligus buku motivasi. Dia mengandung inspirasi dan motivasi tingkat tinggi. Buku yang sangat menggugah. Bahasannya macem-macem, dari uang sampai hubungan ada.


Kekurangannya adalah buku ini kurang sistematis (agak acak, kurang terstruktur, nggak terorganisir dengan baik, agak seperti hasil tulisan bebas/freewriting/tulisan dengan otak kanan/nggak diedit), bahasanya kasar, ada kisah pengalaman penulis yang bagiku terlalu banyak dan mengganggu, dan layoutnya bikin nggak enak dibaca. Layoutnya ini ngganggu banget karena aslinya buku ini bagus banget. Gara-gara layoutnya nggak enak jadi merusak kenyamanan membaca aja.


Ini buku yang sangat kaya dan sangat bagus, juga halamannya sedikit (100-an). Kadang orang hanya butuh "kata kunci/keyword" yang pas untuk bisa memperbaiki satu atau beberapa bidang kehidupannya. Jadi, nggak selalu butuh buku yang tebal, kecuali kalau sengaja nyari tutorial atau langkah demi langkah yang detail. Buku ini bukan buku tutorial seperti itu, dia lebih ke buku yang akan memberimu momen "AHA." 


Buku "Do Epic Shit" ini sangat kurekomendasikan.



25 Juli 2022

Review Buku "Do It Today"

"Do It Today," overcome procrastination, improve productivity, and achieve more meaningful things

Penulis: Darius Foroux


Masya Allah, buku "Do It Today" ini bagus banget. Buku habit dan procrastination biasanya memang bagus-bagus, tapi buku ini punya keunggulan tersendiri. 


Ini bukunya singkat, seratusan halaman dan lumayan to the point tapi dengan bahasa yang mengalir (storytelling). Bagus, cuma layout-nya yang kurang enak dibaca. 


Isinya itu tips-tips yang manjur dalam kehidupan penulis yang mungkin akan cocok juga buat kamu. Bagi penulis, hidup itu butuh manajemen perhatian (fokus), bukan manajemen waktu. Di sini kamu diajarkan untuk bertanggungjawab pada hidupmu, bisa segera pulih dari emosi burukmu, mengecek dan mengendalikan pikiranmu, dan menunjukkan 3 hal terpenting dalam hidupmu/kebahagiaanmu beserta parameter untuk mengetahui itu sudah tercapai atau belum.


Aku suka baca buku habit dan buku semacam ini karena mereka punya daya gerak bagiku untuk berubah. Kadang aku butuh pengingat isinya tapi kalo baca buku yang sama biasanya aku males, jadi aku baca lainnya yang isinya sama. Kadang aku lagi mager atau procrastination atau gembos jadi butuh buku-buku yang berprogress kontinyu walau sedikit semacam ini, nggak yang butuh perubahan-perubahan besar gitu. Kadang juga aku mau menerapkan lanjutannya karena ketika baca buku sebelumnya kan aku baru menerapkan satu atau beberapa doang, masih ada yang belum dan yang mungkin aku lupa, jadi baca lagi kekurangannya. Kadang aku juga nyari mungkin ada tips baru yang lebih cocok buatku/yang bisa kuterapkan. 


Nah, buku ini isinya nggak benar-benar baru sih buatku. Ada sih yang baru tapi ada juga yang seperti gabungan dari beberapa buku yang pernah kubaca. Sementara pada buku lain ada yang seperti cuma parafrase atau mengubah format dari 1 buku. Aku nggak ngomong itu kembar/sengaja nyontek tapi ada yang isinya itu sama, beda format aja. Kalau buku ini nggak, dia nggak kembar dengan 1 buku mana pun yang pernah kubaca untuk tema ini.


Aku nemu buku ini dari review orang di instagram. Liat capture isinya kok kayak bagus trus kubaca dan beneran bagus.


Sangat kurekomendasikan.



23 Juli 2022

Review Buku "Poor Charlie's Almanack"

Poor Charlie's Almanack

Penulis: Charles T. Munger


Poor Charlie's Almanack adalah buku tentang Charlie Munger, partner kerja sekaligus sahabat dari Warren Buffet.


Akhirnya aku baca juga buku ini. Ini tuebel banget. Aku kemarin agak terintimidasi dengan jumlah halamannya yang 500-an, jadi aku baca "The Almanack of Naval Ravikant" dulu. Meski sama-sama memuat kata Almanack, keduanya beda banget. Bukunya Naval Ravikant itu tentang kumpulan twitnya Naval yang berisi nasehat bisnis dan kehidupan pada umumnya. Selain lebih padat dan to the point, punya Naval hanya bahas biografi sambil lalu. Pelengkap aja. Wong jumlah halamannya juga gak sebanyak bukunya Charlie. 


Kalau almanaknya Charlie Munger ini bukunya lux banget, full color, dalemnya didesain kayak majalah. Layout tulisannya kayak majalah, foto dan gambarnya juga banyak dan gede-gede. Isinya full tentang Charlie: sifat dan kepribadiannya, kebiasaannya, pandangan orang-orang tentang dia, sejarah hidupnya, pelajaran hidup, pembelajaran, cara mengambil keputusan, dll. Ini lebih ke sosok Charlie-nya, kalau bukunya Naval dia lebih ke pelajaran hidupnya (langsung masuk ke tipsnya). 


Charlie itu blak-blakan orangnya dan sangat disiplin. Di buku ini dia banyak mengkritik berbagai pihak dan juga memaparkan tentang kesulitan-kesulitan orang kelas atas, salah satunya adalah bosen dimintai sumbangan terus. Dianggap wajib oleh orang lain untuk memberi sumbangan. 


Singkatnya, buku Charlie itu ingin memotret sosok Charlie secara keseluruhan lalu kamu bisa meneladani hal-hal baik dari dia agar kamu bisa sukses juga. Buku ini bagus banget buat bikin mata orang-orang yang kelasnya di bawahnya (dan cuma bisa ngiri, ngeluh, atau minta sumbangan) agar lebih terbuka. Charlie itu keras banget usahanya. Adapun beberapa masalah lain, ada yang mungkin sama aja sih dengan masalah orang pada umumnya, tapi Charlie fokus ke solusi dan hal-hal yang bisa dia kontrol aja. Nggak fokus ribut/ngerusuh kayak orang-orang pada umumnya yang levelnya di bawahnya.


Secara tampilan sebenarnya sudah didesain untuk enak dibaca, pendek-pendek bahasannya, tapi tulisannya kuecil-kecil, trus ya aku lebih suka yang kayak Naval Ravikant sih, yang langsung masuk ke tipsnya dan jumlah halamannya lebih sedikit. Lagian, buku Charlie ini lebih berat bahasa dan bahasannya bagiku. Tapi buku Charlie ini detail menggambarkan cara Charlie begini begitu, menyikapi ini dan itu. Yah tergantung kebutuhan dan selera kamu kali ya. Tapi jujur aku susah payah banget kalo harus baca atau nuntasin 500-an halaman, walaupun udah diselingi dengan layout yang baik dan gambar yang banyak dan gede-gede, serta walaupun aku ngerasa Warren Buffet, Charlie Munger, dan Naval Ravikant itu seperti punya beberapa bagian yang mirip aku. Maksudku, orang kan macem-macem, kalo role modelnya uda mirip kita, peluang untuk cocok metodenya dan berhasil itu kan lebih tinggi. Beda sama yang sifat atau kepribadian dasarnya memang jauh banget. Aku mikirnya gitu.


Buku ini bagus tapi bukan pilihan/seleraku. Dan kalo kamu minat dengan buku ini lebih baik nyari buku fisik/buku cetaknya aja. Mungkin akan lebih nyaman dibaca.

21 Juli 2022

Review Buku "It All Begins with Self"

"It All Begins with Self: how to discover your passion, connect with people, and succeed in life"

Penulis: Delano Lewis


"It All Begins with Self" adalah buku best seller 1 dalam 4 kategori dengan rating 4,9. Hebat, bukan?


Isinya semacam memoar atau otobiografi yang disertai dengan inspirasi-inspirasi, motivasi-motivasi, dan pelajaran-pelajaran hidup. Kesanku sih bentuknya kombinasi antara memoar/otobiografi dan buku non fiksi yang berbentuk panduan. 


Delano ini orang kulit hitam. Jadi, pada sejarah hidupnya itu masih banyak terdapat rasis. Untungnya, dia orangnya strategik, dapat kerjanya itu gampang banget dan ditempatkan ke bidang yang bener-bener beda pun dia bisa. 


Faktor utama pendukung kesuksesannya adalah dirinya sendiri (sesuai judulnya). Faktor pendukung utama lainnya adalah kedua ortunya yang percaya penuh pada anaknya. Faktor sisanya bisa kamu baca sendiri di buku ini. 


Delano ini lulusan hukum, tapi menariknya isi buku ini sangat halus dan rendah hati, nggak kaku. Selain itu, dia juga kayaknya perasa/sosial banget, bisa berkompromi, dan family man. Mungkin dia punya sisi plegmatis/konektor yang kuat juga, jadi beda banget sama orang-orang hukum yang sering kutemui selama ini.


Baca buku ini aku sampe kaget, auranya adeeem gitu. Santun sekali dan rendah hati. Enak sih bacanya. Jumlah halamannya pun sedikit, cuma 80-an.


Baca aja buku "It All Begins with Self" ini karena banyak pelajaran berharga di dalamnya.





18 Juli 2022

Review Buku "Danger: 50 Things You should Not Do with a Narcissist"

"Danger: 50 Things You should Not Do with a Narcissist"

Penulis: H.G. Tudor


"Danger: 50 Things You should Not Do with a Narcissist" ini adalah buku yang menarik karena ditulis oleh narsis psikopat. Dia menulis berdasarkan dirinya sendiri dan risetnya atas sesama narsis seperti dia.


Oleh karena itu, ini sangat detail berisi sekalian tentang contoh-contoh perilakunya dan motif-motifnya, tapi lebih ke narsis sebagai pasangan (dalam hal asmara). Kamu akan tahu betapa danger-nya narsis ini dan betapa kamu akan merasa sendirian karena ga ada yang memahami (orang lain termakan taktik dia/terlalu berprasangka baik), termasuk orang-orang religius sekalipun nggak akan ada di pihakmu.


H.G. Tudor ini membuat paket buku tentang narsis dan buku ini hanya salah satunya. Dia juga punya youtube yang isinya juga menginformasikan tentang narsis, cuma menurutku suara dia di sana gak jelas jadi aku lebih suka baca bukunya.


Buku ini sangat worth it dan kupikir aku perlu membaca seluruh paket bukunya. Kamu juga sangat kuanjurkan.


Akan tetapi, semakin aku belajar ttg narsis, psikopat, dan orang2 abusive aku semakin mempertanyakan tentang agamaku dan orang-orang religius di dalamnya. Sebenarnya sih, itu sudah selaras dengan apa yang kurasakan sejak dulu. Ustaz-ustaz (dan petinggi agama yg bernama lain) kok gini sih, dan semacamnya. Itu menyebabkan kebingungan di pikiranku. Secara perilaku aku yakin itu abuse dan selaras juga dengan buku-buku abuse dan narsis yang kupelajari, tapi kok (petinggi agama)?


Dan itu membuatku ngeri, jika menikah dengan suami religius pada akhirnya sama/menempatkanku pada keluarga yang abusive (aku mengalami abuse). Tentu saja itu berkebalikan dengan harapanku.


Tapi itu sungguh mirip. Apalagi, kalau kamu baca buku ini. Dari pdkt yang (dikatain sat set sat set / terburu-buru/taaruf), perilaku pria/suami terhadap wanita/istrinya, dll. Semua itu membuatku sempit dada dan merasa sial banget jadi wanita. Adakah pola keluarga lain di agamaku yang benar-benar indah seperti bayanganku? Ga masalah dianggap ga solehah toh memang banyak dari mereka yang kuanggap abuser/ga sehat, uda biasa lah itu bagian dari verbal abuse mereka.


Pada akhirnya, aku gak menghasut/memprovokasi/semacamnya, itu tentang pandanganku sendiri terhadap isi buku "Danger: 50 Things You should Not Do with a Narcissist" ini dan kekecewaan serta kegalauanku pada agamaku dan beberapa petinggi agama di dalamnya (dan pengikutnya tentunya).

12 Juli 2022

Review Buku "Dating a Narcissist : the Brutal Truth You Don't Want to Hear"

"Dating a Narcissist : the Brutal Truth You Don't Want to Hear," how to spot a narcissist on the very first date and set boundaries to become psychopath free

Penulis: Theresa J. Covert


Buku "Dating a Narcissist : the Brutal Truth You Don't Want to Hear" ini covernya kuning, antimainstream karena biasanya kuning itu warna yang ceria.


Sebelum bahas isinya, perhatikan judul dan sub judulnya. Seperti yang pernah kubilang, sebagian ahli itu nggak ngurus beda antara narsis, psikopat, sosiopat, APD, dan BPD. Mereka tumpang tindih dan kadang didapati dalam bentuk combo (1 orang mengidap lebih dari 1 sekaligus). Kebanyakan sih penulis nggak mentingin bedanya saat ngajar orang awam. Mereka lebih menyeragamkan jadi satu frase "orang toksik" gitu aja. Penulis ini ternyata termasuk yang menyamakan antara narsis dan psikopat atau mungkin maksudnya keduanya itu cara pendekatannya sama dalam asmara.


Ada banyak buku tentang narsis, tapi buku ini punya kelebihan karena temanya yang sangat spesifik. Penulis hanya membahas tentang narsis saat PDKT dan saat jadi pacarmu, serta caramu memulihkan diri kalau terlanjur terjebak dengan mereka. Selain temanya yang spesifik, daya tarik lain dari buku ini adalah frase "brutal truth"-nya dan warna kuningnya yang menyolok. Ngejreng banget.


Secara isi, terdapat beberapa tambahan yang tidak kudapati dari buku narsis lainnya. Tapi, buku ini menurutku lebih ke tips praktis untuk mengenali narsis saat PDKT, kencan (awal ngedate), atau pacaran. Ada buku yang lebih detail baik tentang pengenalan narsisnya, macam-macam mind games atau manipulasinya, ataupun mengenai cara mengkonfrontasi langsung narsisnya. Mungkin sengaja dibuat gitu karena penulis ini bikin buku berseri. Buku ini hanya salah satu bukunya yang membahas tentang narsis. Selain untuk lebih menyederhanakan ya mungkin biar dibeli semua gitu bukunya.

Untuk ukuran buku setebal 100-an halaman sih buku "Dating a Narcissist" ini sudah bagus.


Btw, setelah aku mendalami narsis cukup lama, aku mulai berpikir, salah satu hal paling berbahaya dari narsis adalah mind games (manipulasinya), makanya di berbagai buku yang bahas narsis sangat menekankan tentang hal itu.


So, buat kamu, terutama yang pemula or nggak tahu banget tentang narsis dan butuh tips praktis untuk cari jodoh yang aman, kamu bisa baca buku ini.





09 Juli 2022

Review Buku "Championship Writing"

"Championship Writing," 50 ways to improve your writing

Penulis: Paula LaRocque (America's foremost writing coach)


Buku "Championship Writing" ini beda sama "Writing without Bullshit" yang kureview kemarin ya. Kalau "Writing without Bullshit" isinya tentang menyederhanakan tulisan dan membuatnya lebih jelas dan tepat (presisi) dan terutama ditujukan untuk penulisan bisnis, sementara "Championship Writing" ini lebih luas isinya dan digunakan untuk penulisan secara umum, terutama koran.


Aku tertarik karena judulnya memuat angka. Jadi, kupikir itu akan berupa poin-poin pendek yang nggak akan bikin aku kehilangan fokus atau aku bisa milih bagian mana yang mau kubaca/kudulukan. Selain itu, angka 50 pada judulnya itu kayak jumlah yang banyak. Aku berharap bisa mendapat banyak tips perbaikan dari sini. 


Seperti yang pernah kubilang pada reviewku sebelumnya, penulis-penulis bule senior itu suka berbantah-bantahan di dalam bukunya. Penulis yang ini juga sama. Misalnya, dia beda pendapat dengan penulis "Writing without Bullshit" kemarin soal "menulis yang baik adalah menulis yang berisiko." Menurut Paula LaRocque, justru menulis jelek lah yang berisiko. Tapi, sebenernya walo keliatan beda, aslinya nggak. Beda sudut pandang aja. Yang dimaksud penulis "Writing without Bullshit" itu kalau kamu nulisnya tepat dan jelas, kalau salah ya pasti ketahuan dan akan merusak namamu or dipenjara maybe; sedangkan yang dimaksud oleh penulis "Championship Writing" ini kalau kamu nulis jelek ya kamu berisiko kehilangan pembaca, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. 


Perbedaan pendapat lain misalnya dengan penulis "On Writing Well," yaitu tentang penggunaan "aku." Tapi bukan beda seperti yang dimaksud oleh penulis "On Writing Well" dalam bukunya. Bukan tentang penggunaan "aku" atau "kita", tetapi Paula LaRocque ini menyarankan kita untuk jangan ngomong tentang diri sendiri, carilah sisi menarik dari bahan tulisanmu itu. Kupikir ini beda juga dari pahamnya para storyteller yang suka ngomongin diri sendiri, termasuk yang pahamnya kuikuti.


So, buku "Championship Writing" ini mengandung 50 tips menulis. Isinya campuran dengan tips editing. Ada grammar, pronoun, beda who dan whom, beda they dan them, peletakan subyek, penyederhanaan kalimat, kata-kata yang dimaknai salah, peletakan koma, mencegah masuknya pendapat wartawan dalam berita, dll. Ada contoh before-after nya juga. Tapi tetep aja ini mbingungi bagiku. Hanya sedikit yang bisa kupahami dari contoh-contohnya. Dan, nggak semua isinya penting untuk penulis yang tulisannya tidak berbahasa Inggris. Kalau aturan penempatan koma sih masih sama kayaknya antara kita dan sana, tapi kalau tentang kata-katanya (kata-kata bahasa Inggris yang diartikan salah) kita nggak butuh itu. Itu lumayan banyak juga dibahas. 


Baca "Championship Writing" ini mungkin akan membuatmu lega karena ternyata bule-bule pun banyak yang nggak bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Bukan orang kita doang lho. Orang sana juga masih nggak bisa bedain he apa his apa him, who apa whom, dll. Jadi, untuk orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris lebih dimaklumi lagi lah ya.


Oh ya, meskipun buku ini susah kupahami, tapi kalau dibandingkan dengan "On Writing Well" kayaknya mending ini deh. "On Writing Well" itu lebih susah lagi untuk kupahami. Dan kalau kubandingkan dengan "Writing without Bullshit" bahasanya lebih sederhana "Writing without Bullshit" dan pemadatan kata/kalimatnya juga lebih padat "Writing without Bullshit." 


Tapi, itu semua kan versi aku yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. Mungkin kamu atau orang lain beda. Jadi, coba aja baca semuanya.



06 Juli 2022

Review Buku "The Narcissism Recovery Workbook"

"The Narcissism Recovery Workbook," skills for healing from emotional abuse

Penulis: Brenda Stephens


Satu hal utama yang saya soroti dari "The Narcissism Recovery Workbook" ini adalah buku ini pro korban/survivor. 100% aman. Nggak ada kata-katanya yang nggak enak buat korban/survivor. Dan dia memahami bahwa di kalangan ahli pun banyak yang nggak bener-bener paham mengenai narsis dan  masalah yang ditimbulkannya ini.


Buku ini berwarna tapi gak full. Secara layout menarik, sayang tulisannya kecil banget. 


Kalau di buku-buku narsis yang pernah kubaca kan biasanya solusinya gitu-gitu aja, jadi aku ngintip khusus yang workbook ini beda apa nggak. Lumayan beda sih solusi di buku ini. Mungkin penulis dapet sendiri dan nggak tiru-tiru ahli lain. 


Jumlah halaman totalnya ada 146, tapi itu termasuk teori-teori/pengenalan tentang narsis dan contoh-contoh kasusnya. 


Untuk solusinya, ini lebih ke perbaikan diri sendiri ya, bukan tentang mengatasi narsisnya. Meskipun solusinya agak beda dari buku-buku serupa, aku lihatnya tetep gimana... gitu. Solusinya masih serumpun or mirip-mirip lah ya dan yah... gitu deh.


Untuk ukuran workbook yang tipis, ini udah lumayan banget, cz tadi aku sempat ngintip workbook lain juga nggak terlalu ada kelebihannya walaupun tebel. 



05 Juli 2022

Review Buku "108 Proven Split Test Winners"

108 Proven Split Test Winners: simple tweaks you can make to your website, so you can make more money now!

Penulis: Russel Brunson


"Don't blindly follow. Test everything!" Kata-kata ini sangat powerful dan bervibrasi di diriku. Saat aku lagi mager dan seperti lupa sesuatu, kata-kata tersebut menjadi pelecut dan pengingat bagiku. Itu adalah kata-kata yang kudapat dari buku "108 Proven Split Test Winners," yang ditulis berdasarkan pelajaran hidup yang dialami oleh penulis. 


Waktu baca "108 Proven Split Test Winners" ini aku tuh kaget karena isinya lebih bagus dari ekspektasiku. Bayanganku isinya bakal mbosenin banget, tapi ternyata full color, layout-nya kayak majalah, dan penuh gambar gede-gede. 


Isinya sebenarnya daging banget cz ini rahasia para marketer ahli dan sudah mereka uji, tapi aku mewakili orang awam, non TI, dan non marketer masih sulit menerapkan atau memahaminya. Iya gambarnya aku paham, tapi bikinnya gimana aku nggak ngerti. Apa itu termasuk landing page, atau uda bentukan websitenya dan kita tinggal ngisi or gimana aku nggak ngerti. Blaz. Ga ada step by step-nya. Penulis langsung hantam aja gitu dengan hasil eksperimen-eksperimennya yang wow itu. Dan kamu juga harus tau, masing-masing eksperimen ini nggak ada urutan nomernya (walaupun judulnya memuat angka), jadi kamu harus nandain or nginget-nginget sendiri halamannya pas baca biar nggak kehilangan jejak (banget). 


So, menurutku buku ini cocoknya untuk orang yang punya dasar IT atau digital marketing. Ini akan bantu mereka banget, bahkan mungkin akan nge-boost (melejitkan) hasil mereka. Bukan untuk pemula kayak aku.



04 Juli 2022

Review Buku "17 Anti Procrastination Hacks"

"17 Anti Procrastination Hacks," how to stop being lazy, overcome procrastination, and finally get stuff done

Penulis: Dominic Mann


Buku "17 Anti Procrastination Hacks" isinya sudah terlihat jelas ya pada judulnya. Ia buku yang sangat singkat. Cuma 47 halaman. Cocok banget buat kamu yang lagi mager or procrastination. Enteng kan, cuma 47 halaman. Apalagi, judulnya memuat angka. Jadi, ini itu terbagi dalam 17 bahasan yang pendek-pendek. Nggak bikin capek mata maupun otak.


Meski judulnya procrastination, isinya ada miripnya sama buku habit. Nggak semuanya baru sih tipsnya, tapi bisa banget buat dicoba. Dari 17 tips tadi, beberapa tips isinya sama sih intinya, beda judul aja. So, tips aslinya itu di bawah 17. Dan kalau kamu lagi super duper mager, uda disiapin juga ringkasannya di bagian paling belakang. Wenak tho! Dikit dan enteng banget buat dicoba. 

Jadi, kenapa gak dicoba? Coba aja atuh!


Review Buku "Narcissistic Mothers"

"Narcissistic Mothers," how to handle a narcissistic parent and recover from CPTSD

Penulis: Caroline Foster


Di antara buku tentang narsis, buku "Narcissistic Mothers" ini spesifik membahas tentang ortu yang narsis, tepatnya ibu yang narsis. CPTSD adalah salah satu efeknya. Jadi, judulnya dijadiin sepaket, bahas narsis dan CPTSD.


Dari warna covernya, buku ini aneh ya, pake warna kuning yang biasa mengindikasikan keceriaan atau kebahagiaan. Tapi, gambarnya menyolok banget tentang ibu yang nyakitin anaknya.


Isi buku ini lebih ke teori. Teorinya lumayan detail. Pemahamannya bagus. Tapi, untuk solusi masih mengawang-awang. Ngglambyar istilahnya. 


Yang kusuka dari buku ini, penulis 99% pro korban/survivornya. Lumayan aman untuk feel mu dan kalo di buku lain masih banyak yang nyalah-nyalahin korban or punya kecenderungan besar untuk menuduh korban akan/pasti jadi narsis berikutnya, buku ini nggak. Cuma 1%. 


Ada 2 hal yang unik sih tapi satunya aku lupa. Di sini, neglect itu juga digolongkan sebagai abuse. Kapan hari aku pernah nonton ahli lain di IG tidak menggolongkan neglect sebagai abuse. 


Ya, intinya penulis pemahamannya bagus tapi kalau kamu nyari solusi dari buku ini kayaknya nggak dapet deh. Istilahnya kayak "Ah gitu doang." Lebih baik nyari solusi dari buku lain yang lebih spesifik dalam menjelaskan hal itu.