22 Juni 2022

Review Buku "Writing without Bullshit"

"Writing without Bullshit," boost your career by saying what you mean

Penulis: Josh Bernoff


Baca judulnya kok kasar gitu, tapi pengen belajar isinya. Isinya juga sama, ada kasarnya. Entah kenapa beberapa penulis bule senior yang bukunya pernah kubaca juga ada kasar-kasarnya gitu. 


Ini buku tentang menulis singkat, padat, dan tepat. Ia bukan satu-satunya buku tentang menulis singkat yang pernah kubaca, tapi aku gak ingat buku yang mana aja, takutnya keliru, karena yang pernah kubaca banyak.


Intinya, buku "Writing without Bullshit" ini nggak bener-bener beda dengan buku-buku lain tadi. Menurut penulis, bedanya adalah buku ini untuk tujuan bisnis. Jadi, belum tentu cocok untuk keperluan non bisnis. Josh Bernoff sendiri juga seperti beberapa penulis buku yang pernah kubaca itu, mendobrak beberapa aturan. Hal ini belum tentu diterima dalam tujuan penulisan non bisnis.


Jenis-jenis tulisan yang dicontohkan misalnya email, blog, dan profil perusahaan. Ada contoh bentuk "sebelum" dan "sesudah"-nya, tetapi masih ganjil dan sulit kupahami, misalnya pada bagian profil perusahaan, bagaimana caranya pembaca tahu apa saja bidang atau pelayanan dari perusahaan tersebut kalau isinya terlalu umum. Begitupun tentang jumlah atau subyek dan semacamnya yang harus tepat, itu seperti kita tidak boleh membuat taksiran, keraguan, atau bahkan jatuhnya jadi generalisir. Seperti itu kebingunganku. Ada plus minus di sini. Plusnya jika angka-angka yang disebut itu tepat/benar. Minusnya, generalisasi yang dilakukan bisa sangat berbahaya/fatal. Dia menjadikan sesuatu itu mutlak (semua gitu), padahal tidak. Meski yang dianggapnya sedikit sekalipun, "tidak semua" tetap tidak bisa menjadi "semua." Ini masih agak gimana gitu lho buatku. Masih bertentangan dengan hati nurani/nilai-nilaiku.


Baca ini masih sulit bagiku. Buku ini sebagai hasil nyata dari ajaran-ajaran Josh Bernoff bagiku masih kurang singkat dan jelas, belum clear. Tapi, selama aku baca buku-buku bule lain tentang teknik menulis ya gitu-gitu. Buku ini termasuk yang mending. Entah karena kemampuan bahasa Inggrisku yang minim atau memang sulit dipahami aku kurang tahu. Juga, pada bagian menilai kebenaran data-data, aku masih belum paham.


Saat nulis review ini aku nyadar kalau sudah melanggar beberapa ajarannya. Mungkin perlu dilatih dulu atau sengaja kuambil beberapa saja. Rencananya akan kupraktekkan langsung dalam salah satu lomba nulis yang mau kuikuti dalam 1-2 bulan ini. Kebetulan lomba itu cuma punya syarat jumlah kata maksimal, bukan minimal dan bukan rentangan. Soalnya, kalau habis belajar cara menulis singkat seperti ini kadang aku jadi terlalu singkat nulisnya. Akhirnya, aku sering kesusahan mencapai jumlah kata minimal yang disyaratkan dalam lomba, mencapai jumlah minimal halaman buku, terlalu kaku kedengarannya, dll. Itu tantangannya.





11 Juni 2022

Review Buku "Feeling Good, the New Mood Therapy"

"Feeling Good, the New Mood Therapy" : the clinically proven drug-free treatment for depression

Penulis: David D. Burns, M.D.


"Feeling Good, the New Mood Therapy" ini adalah buku tentang cara berbahagia/berperasaan baik, yang ternyata dihubungkan dengan depresi. Jadi, beda dia dengan buku happy lainnya adalah dia ini psikologi banget/terapi banget, bukan dalam bentuk yang lebih bebas atau lebih populer.


Sebenarnya dia lumayan padat, banyak terapi atau metode yang bisa kamu coba di dalamnya, tapi ini bahasanya formal dan terlebih lagi tulisannya itu kuecil-kuecil dan lempeng/lurus banget, nggak enak layoutnya. Nggak enak dilihat dan dibaca. 


Soal isi, padat berisi dengan jumlah halaman lumayan tebal dan tulisan kuecil-kuecil. Jadi padat banget aslinya. Kalau secara metode sendiri sih ada yang baru dan ada yang sudah biasa di buku-buku lain. Banyak juga yang seperti jurnaling/bikin tabel-tabel, bikin-bikin alasan atau jawab-jawab pertanyaan yah memang kayak terapis banget gitu. Kayak panduan saat kamu terapi atau bisa juga untuk buku pegangan buat para terapis. Dia memuat cara mengatasi penunda-nundaan, sabotase diri, kritik yang mengganggu, dll.


Nggak semua isinya aku setuju sih dan aku lebih prefer ke buku lain (yang aku lupa judulnya), tapi karena terapi di buku ini juga banyak banget mungkin kamu bisa milih atau nyoba satu atau beberapa di antaranya, barangkali ada yang cocok buat kamu.


Kalau aku pribadi sih, misal lagi nggak feeling good, baca buku ini yang nggak enak dilihat dan dibaca itu ya berat juga. Butuh usaha lebih yang mungkin bisa bikin tambah betmut. Tapi kalau kepepet ya mungkin tetep dibaca atau nyari buku yang formatnya lebih enak (misalnya buku kemarin yang aku lupa judulnya itu). Nggak kesuwen gitu lho nyari bagian yang kita butuhkan/bisa bantu kita.



09 Juni 2022

Review Buku "Lasting Relationships"

"Lasting Relationships," how to recognize the man or woman who's right for you

Penulis: Myron Brenton


Buku "Lasting Relationships" ini adalah buku relationship yang luar biasa bagus. Dia daging banget dan nggak bisa di-speed reading. 


Di sini itu kamu akan mendapatkan banyak hal yang bersifat praktis dan disertai parameter-parameternya. Gampangnya itu dia memberikan cara cepat dan scanning kilat tapi menyeluruh pada diri calon serta cara mengukur kekuatan dan kelemahan kalian, kira-kira kalian cocok atau tidak. 


Misal kamu nyari yang cerdas, cara mengetahui kecerdasannya itu gimana. Ada banyak sifat/karakter yang dicantumkan di sini beserta cara cepat untuk mengecek atau memprediksinya.


Tak lupa penulis juga memberikan contoh-contoh kasus di dalamnya. Singkat-singkat doang tapi ngena, memperjelas info sebelumnya (bukan mengulang ya). Itu juga aku suka, seperti nggak mubazir (bertele-tele/pemborosan kata dan waktu) jadinya. 


Pokoknya aku suka banget buku ini. Aku dapat insight baru dan tambahan ilmu darinya, yang mungkin bisa bantu aku untuk dapat jodoh yang terbaik dan sesuai harapan.

08 Juni 2022

Review Buku "The Little Black Book of Big Red Flags"

"The Little Black Book of Big Red Flags," relationship warning signs you totally spotted but chose to ignore

Penulis: Natasha Burton, Julie Fishman, dan Meagan McCrary


"The Little Black Book of Big Red Flags" ini adalah buku tentang red flags yang bagus untuk dibaca.


Dia tidak bertele-tele, ditulis dengan cara langsung masuk ke red flag-red flag-nya. Total ada 20 red flags yang dibagi ke dalam 5 kelompok red flag, plus 50 red flag rules di dalamnya.


Aku suka sih dengan sistematika atau cara penulisannya. Bahkan, walaupun ada contoh kasusnya, ceritanya itu pendek-pendek. Cuma, dia punya definisi yang aneh tentang player. Entah apakah itu terkait budaya di sana atau tidak. 


Buatku pribadi, red flags di dalamnya nggak terlalu baru. Sebagian besar sudah kuketahui. Tapi entah ya kalo aku yang sedang dalam hubungan dan bukan aku sebagai pengamat, aku masih "sadar" dan bisa lolos nggak.


Jadi, kalau dibandingkan dengan buku red flags yang lain, red flags di sini itu nggak terlalu baru atau bahkan mungkin nggak baru sama sekali, tapi nyatanya masih banyak cewek-cewek yang belum ngerti atau belum bisa melepaskan diri darinya. Jadi, ini bermanfaat banget gitu lho.


Sejauh yang kubaca, buku-buku red flags itu bagus-bagus sih. Dan buku "The Little Black Book of Big Red Flags" ini bisa jadi salah satu pilihanmu.



Review Buku "Make Your Bed"

"Make Your Bed," little things that can change your life and maybe the world

Penulis: admiral William H. McRaven


Buku "Make Your Bed" ini sebenarnya judulnya nggak menarik bagiku, terasa lebay, nggak sinkron, dan nggak logis. Apa hubungannya merapikan kasur dengan mengubah dunia? Hubungannya masih jauuuh banget. Tapi, ngelirik halamannya yang cuma 75, ya udahlah diintip aja.


Pas lihat daftar isinya, wow bagus lho. Aku jadi berekspektasi tinggi terhadap isinya. Tapi setelah kubaca ... o o kok gini ya? Mbosenin. Story telling yang gimana gitu tentang dunia angkatan. Kalau kamu ngikutin blogku kamu pasti tau aku nggak suka story telling yang bertele-tele. Nggak sabar akunya. Jadi, yang bilang story telling itu teknik terbaik dan disukai semua orang, no, ga ada metode yang fit for all. Orang itu dewe-dewe seleranya.


Jadi, baca buku ini itu langsung ke intinya aja, yaitu 1 atau 2 paragraf terakhir pada tiap bahasan. Itupun bagiku tetep biasa. Aku nggak dapat sesuatu yang baru darinya.


So, nilainya dengdong bagiku.

Review Buku "You can be Happy No Matter What"

 "You can be Happy No Matter What," five principles for keeping life in perspective

Penulis: Richard Carlson


Buku "You can be Happy No Matter What" ini berisi tentang 5 prinsip untuk bahagia, apa pun yang terjadi. 


Percaya nggak sih, aku tertariknya pada frase "no matter what"-nya. Dia menawarkan apa sih? Emang bisa gitu?


Aku memandang buku ini netral ya, tapi cenderung reject, dalam arti bagiku itu nggak gitu, tapi mungkin saja dia benar. Aku terbuka untuk kemungkinan itu. Mungkin aku aja yang nggak cocok dengan metode dia atau nggak/belum bisa nerapinnya. 


Intinya, di buku ini itu bahagia itu ada dalam kendalimu sendiri. Kalau kamu bisa mengontrol pikiran, perasaan, moodmu, dll tetap baik, kamu pasti nggak akan terpengaruh dengan hal-hal di luar kamu yang bikin nggak bahagia. Idenya itu mirip "detachment" kalau di istilah psikologi. Dan menurutku itu akan berhasil dalam kadar tertentu. Hanya membantu, tidak benar-benar membuatmu full bahagia. Itu bukan berarti kamu Borderline Personality Disorder (BPD) karena terpengaruh lingkungan, tapi hanya terkait kapasitas kemampuan kamu. Ada upaya lain yang tetap harus dilakukan. 


Real aja ya, aku sering dalam kondisi baik atau sangat baik, tapi negativitas lingkungan itu menggempur dengan sangat kuat, seberapa bisa kamu mempertahankan kondisi baikmu? Atau kamu akan menyalahkan dirimu sendiri seharusnya kamu bisa meningkatkan level positivitas pikiran, perasaan, dan moodmu sampai bisa menangani setinggi dan sebanyak apapun, segencar apapun negativitas dari luar?


Yah seperti itu. Aku cenderung "no" terhadap isi buku ini. 

05 Juni 2022

Review Buku "Budgets Don't Work, but This Does"

Budgets Don't Work, but This Does

Penulis: Melissa Browne


Salah satu hal yang nggak kusukai/kusetujui adalah ketika orang mengatakan "Kamu hanya bisa (mencapai tujuanmu) dengan cara 'ini'." Itu karena aku percaya kalau orang itu beda-beda dan karena masih dimungkinkan ada penemuan/pemahaman baru di masa mendatang.


Kalau kamu nggak cocok dengan suatu metode, belum tentu kamu yang gagal/bermasalah. Bisa juga metodenya yang nggak cocok buatmu. Ada teknik yang lebih tepat untuk kamu.


Nah, seperti itu pula Melissa Brown menyinggung di dalam bukunya, "Budget don't work, but this does," nggak ada metode itu yang fit for all. Dia mengajukan teori baru untuk memperbaiki keuanganmu, yaitu dengan mengenali financial phenotypes-mu (fenotip keuanganmu). 


Ada 4 fenotip keuangan utama dan beberapa fenotip kombinasi yang dipaparkan di sini, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya, beliefnya, mottonya, tantangannya, relationship-nya, serta cara mengatasi kondisi/sabotase dirinya saat stres.


Aku nyoba ngisi ini dan emang bener aku gitu, kebiasaanku juga gitu, walau aku uda tau sih karena selain salah satu kecerdasan utamaku memang intrapersonal aku sering melakukan refleksi diri, memang mendalami psikologi, dan lumayan sering ngisi tes-tesan. 


Dan untuk solusi memang harus nyari yang pas dan dicoba dulu. Pada beberapa buku yang kubaca memang gitu, penulisnya berproses dulu nyari dan mraktekin teori-teori dari orang lain, baru kemudian nemu apa yang work buat dia. 


Di buku ini kebetulan financial phenotypes penulisnya sama denganku. Jadi, aku dapat inspirasi tambahan dari apa yang sudah dicoba dia dan work di dia.


Oh ya, ngomong-ngomong soal judulnya yang ada garis coretnya pada kalimat "Budget don't work," aku ngiri lho cz aku bikin naskah dengan judul yang kuberi keterangan coret kayak gitu enggak lolos. 


Udah ah, jadi ngomongin aku. 

Intinya gini, kalau kamu uda nyoba berbagai metode keuangan dan nggak berhasil, mungkin itu nggak cocok dengan fenotip keuanganmu. Coba baca buku ini untuk lebih memahami fenotip keuanganmu itu yang mana dan solusi apa yang sekiranya lebih cocok untuk tipe seperti kamu.

04 Juni 2022

Review Buku "You Don't Owe Anyone"

"You Don't Owe Anyone," free yourself from the weight of expectations

Penulis: Caroline Garnet McGraw


Pertama baca judul buku "You Don't Owe Anyone" ini, ia langsung menyedot perhatianku. Abisnya, judulnya unik sih. Beda sendiri gitu. Menyolok di antara yang lain. Antimainstream.


Dan memang ada kondisi saat orang itu merasa berutang pada orang lain atau orang lain yang seolah memaksa kita untuk seperti itu, berutang padanya. 


Kalau mau jujur, apa sih salah satu hal terberat sekaligus perusak kebahagiaan? Jawabannya ekspektasi. Beberapa kali aku nemu di buku-buku relationship rumah tangga hancur atau memburuk gara-gara ekspektasi yang tidak kesampaian. Dalam hal lain pun sama aja kurasa.


Buku "You Don't Owe Anyone" ini berusaha membebaskan kita dari beratnya ekspektasi. Isinya sih seputar boundaries, self care, self compassion, dan semacamnya pada berbagai kondisi yang membuat kita merasa berutang.


Di sela-sela bahasannya, tanpa sungkan penulis menyisipkan pengalaman-pengalaman pribadinya.


Dan yang paling keren dari buku ini adalah ia warm/hangat, empatik, dan sangat safe (aman). Bahasanya itu sangat ramah, pengertian, dan nyaman. Maybe aku bisa merekomendasikan dia sebagai salah satu terapis yang patut kamu coba. 


I know banyak buku yang memuat pengalaman pribadi penulisnya juga, tapi itu nggak bikin tulisannya itu otomatis empatik, halus, dan hangat. Yang kasar atau setengah kasar juga banyak. 


Jadi, coba deh kamu baca buku "You Don't Owe Anyone" ini. Selain merasa relate dan dimengerti, kamu mungkin akan dapat solusi dari masalahmu juga. 

03 Juni 2022

Review Buku "The Perfect You"

"The Perfect You," a blueprint for identity

Penulis: Dr. Caroline Leaf


Dalam rangka lebih memahami diriku, aku nemu judul buku "The Perfect You" ini. Blurb-nya bagus banget. Sangat menarik. Penulis mengatakan punya metode yang bisa memotret kepribadianmu secara lebih permanen dibanding metode-metode lainnya. Jadi, aku nyari bukunya. Selama ini kamu percaya metode apa, mungkin kamu meyakini kamu permanen pada tipe kepribadian tersebut, padahal nggak. Tipe itu bisa berubah-ubah. Kalau di buku ini nggak, hal-hal tentang dirimu di sini ini lebih esensial dan lebih permanen dari itu.


Buku ini itu buerat banget baik dari cara menulisnya maupun isi atau kontennya. Cocoknya sih minimal untuk dibaca mahasiswa, akademisi, atau yang lebih tinggi dari itu. Di luar golongan itu juga bisa sih baca, tapi langsung masuk ke isiannya/tesnya aja di bagian belakang buku ini. Meski gitu, ngisi tesnya juga nggak mudah bagiku. Tesnya tentang multiple intelligence/kecerdasan majemuk. Pada masing-masing tipe kecerdasan itu ada pertanyaannya tentang dirimu. Nah, itu aku yang tetep nggak ngerti diisi apa. Aku tetep nggak paham diriku sendiri. Menurutku sih, untuk bisa ngisi itu kamu perlu memonitor baik-baik tentang perasaanmu, pikiranmu, dan pokoknya segala tentang kamu. Pada tahap ngisi tes-tesan ini aja aku belum berhasil, jadi aku nggak bisa meloncat ke tahap berikutnya, yaitu memanfaatkan hasil tesmu ini pada bidang-bidang atau kondisi saat performamu optimal.


Selain itu, dia punya kesulitan lain. Kamu harus ngerti perbedaan tipis di antara kata-kata yang bersinonim dalam bahasa Inggris. Nah, itu juga aku nggak ngerti. Mungkin butuh kamus Oxford atau ya intinya kamu yang paham bahasa Inggris yang bisa bedainnya. Bedanya aja aku nggak paham, gimana ngisinya?


I don't get it. But, maybe you are different. Just try to read it. 



Review Buku "The Mate Map"

"The Mate Map," the right tool for choosing the right mate

Penulis: Steven Sacks


"The Mate Map," judul yang antimainstream ya. Judul dan subjudul seperti ini punya kelebihan dan kekurangan sekaligus. Kelebihannya adalah dia unik dan langsung jadi pembeda di antara buku relationship lainnya, terutama kalau kita lihat langsung dan tidak mencari via online atau melalui kata kunci (keyword). Sebaliknya, kalau kita nyari dengan kata kunci (yang bener-bener belum tau buku ini sebelumnya), mungkin buku ini nyaris tidak akan ketemu. Baik judul maupun subjudulnya itu tidak memuat kata-kata kunci yang biasa digunakan orang untuk mencari jodoh.


Pada bagian awal penulis menjelaskan kalau metode yang dipakainya adalah berdasarkan analisis. Aku udah mbatin, "Wah, cocok banget nih kan kelebihanku emang di analisis." Begitu dibaca ... ternyata rumit sodara-sodara. Aku paham sih, cuma penerapannya agak mbuh-mbuhan gitu lho ya. Nggak yakin gitu bisa nerapin apa nggak. Terutama saat merating mana yang paling krusial (deal breaker) dan mana yang nggak serta berapa yang harus terpenuhi aspek/parameternya.


Intinya di sini itu penulis memberikan beberapa aspek terpenting untuk diamati saat mencari jodoh. Masing-masing aspek tersebut punya sub-sub aspek atau parameter-parameter lagi. Trus kamu disuruh melakukan refleksi sejauh mana tingkat kepentingan/kebutuhanmu akan aspek tersebut, disertai dengan alasan dan rating/grade-nya. Setelah itu kamu mengamati calonmu memenuhi apa nggak, berapa yang dipenuhi dan berapa yang nggak. Trus dilakukan skoring akhir, skornya masuk ke green flag, yellow flag, atau red flag. Kalau masuk green dan red kan sudah jelas ya, kalau masuk yellow kudu diproses lagi. Yellow flag ini bisa diperbaiki dari sisi kamu atau dari sisi dia atau dari kalian berdua, butuh didiskusikan nggak, gimana hasilnya, dan ada perbaikan apa nggak. Kalau ada perbaikan yang bikin skornya masuk green flag berarti gol, udah terima aja. Kalau nggak ada perbaikan or skornya belum termasuk range green ya berarti dengdong, gak baik sebagai calonmu. Tinggalin.


Sebenarnya sih buku ini unik, beda banget dari yang lain, walaupun secara inti masih ada benang merahnya sih (ini buku penemuan pribadi tapi secara teknik seperti teknik lain yang dibahasakan ulang atau dimodifikasi). Aku pribadi melihatnya rumit, tapi emang aku juga belum nemu buku tentang choosing the right one itu yang sederhana. Sejauh ini kebanyakan rumit penerapannya atau kalau nggak ya mbingungi. Tapi menurut penulis cara ini efektif. Banyak orang yang sukses setelah menerapkannya. 


Gak papa baca aja. Bagus kok.

Review Buku "54 Practical Tips for Dealing with Psychopaths and Narcissists"

54 Practical Tips for Dealing with Psychopaths and Narcissists

Penulis: Dr. David Mc. Dermott


Ada banyak hal yang bikin aku mutusin untuk baca buku yang mana. Kalau buku "54 Practical Tips for Dealing with Psychopaths and Narcissists" ini kupilih karena judulnya. 


Perhatikan, judulnya sangat menohok dan to the point, beda dengan buku-buku tentang narsis dan psikopat pada umumnya. Dia langsung menunjukkan "Ini lho saya punya solusinya. Nggak cuma 1, ada 54 malah." 


Kalau kamu sering baca buku tentang narsis atau psikopat, kamu mungkin tau kalau susunannya ya gitu-gitu aja, solusinya juga gitu-gitu aja. Biasanya cenderung 1 atau 2 solusi utama. Paling banter juga nggak sampai 54 solusi I guess. Dan jangan lupa, kalau ngomongin narsis dan psikopat kita ngomongin orang dalam spektrum menyebalkan, toksik, sampai berbahaya. Jadi, kita butuh buku sesimpel mungkin yang bisa memandu kita untuk segera dapetin solusinya.


Nih buku itu enak banget dibaca. Selain halamannya sedikit, poin-poinnya itu sudah langsung memotret ciri-ciri narsis dan psikopat sekaligus langsung memberikan solusinya. Ini detail banget dalam menjelaskan teknik manipulasi yang dilakukan oleh narsis/psikopat tersebut, efek-efeknya terhadap korbannya, serta apa yang seharusnya/tidak seharusnya dilakukan oleh korbannya. Ini sangat spesifik di dalam hal ini dan banyak memuat hal yang tidak ada di dalam buku narsis/psikopat yang lain.


Kalau kubilang sih buku ini cocok untuk kamu yang sudah punya pengetahuan dasar tentang narsis dan psikopat atau yang butuh solusi kilat karena gangguan yang kamu alami lumayan intens atau danger atau mengalami pikiran yang sangat berkabut/bingung/konslet karena hasil manipulasi dari psikopat/narsis tersebut. Dia memang memuat juga tentang ciri-ciri narsis dan psikopat tetapi nggak terlalu melebar. Dia lebih mendalam dan lebih ke solusinya. Kalau kamu lebih butuh untuk mengetahui teori-teorinya, jenis-jenis narsis dan psikopat secara spesifik, latar belakang, dll, kamu lebih cocok baca buku lain. Buku ini bukan yang kamu cari.


Buku "54 Practical Tips for Dealing with Psychopaths and Narcissists" ini very recommended untuk dibaca. Harus banget dan wajib buanget dibaca.