17 Mei 2022

Review Buku "Deal Breakers"

"Deal Breakers," breaking out of relationship purgatory

Penulis: Bethany Marshall


Habis baca buku "Red Flags" kemarin aku baca buku "Deal Breakers." Keduanya sama-sama luar biasa isinya dan wajib kamu baca. Bedanya, "Deal Breakers" ini lebih simple, clear (memenuhi unsur clarity), bahasanya sederhana, dan keterbacaannya lebih enak baik dari sisi jenis dan ukuran font maupun layoutnya.


Isinya bagus banget, meskipun ada sisi danger-nya juga yang tidak kusepakati, misalnya bahwa perselingkuhan bagi dia tidak seharusnya kamu masukkan ke dalam deal breaker. Begitupun jika pasanganmu menularkan herpes k*lamin padamu (karena mungkin nakal). Bagiku sih dua-duanya itu no banget.


Terlepas dari hal danger tersebut, selebihnya buku ini bagus. Aku mendapat insight/pencerahan setelah membacanya. Aku nggak tahu pasti sih itu karena buku ini atau karena aku udah berproses lama dan udah mendalami lama banget tentang masalah ini, tetapi sepertinya buku ini punya andil besar dalam membuka tabir kegelapan di pikiranku. Saat membacanya, aku jadi ingat benang merah terhadap ilmu-ilmu yang kupelajari sebelumnya dan pengalaman-pengalamanku yang berhubungan. Tiba-tiba aku bisa melihat apa yang sebelumnya tak tampak. Percaya nggak sih walaupun isinya ini kadang udah pernah ditunjukkan oleh ahli-ahli lain, tapi itu kayak kata-kata "mati" yang nggak kumaknai dan begitu aku baca buku ini "Oh Ya Allah ternyata itu dulu maksudnya gitu tho." Padahal, ahli sebelumnya itu sudah merangkumnya dengan sangat singkat, padat, jelas, praktis, dan aplikatif lho. 


Di buku "Deal Breakers" ini penulis menunjukkan 5 deal breakers utama. Di situ kan banyak kliennya yang bingung, "Yang bermasalah itu aku (Si Klien) atau dia sih?" Nah, Bethany Marshall, penulisnya, menguraikannya dengan jelas di sini. Sudah bisa diduga kan, mayoritas klien ini mengalami kebingungan, mirip hubungan dengan narsis trait. Yah terus terang aja karena dating itu mengandung permainan mental yang kuat. 


Sudah pasti dong penulis juga memaparkan ciri dari masing-masing deal breakers tersebut agar kamu bisa mengenalinya. Kamu juga ditunjukkan kenapa dia begitu dan kenapa kamu tertarik sama orang seperti itu, trus cara ngetes kamu sebaiknya bertahan atau putus sama dia. Jadi, kamu nggak bakal galau lagi. Udah mantep bakal lanjut atau malah bye-bye aja selamanya. Intinya cara agar bikin hubunganmu sama dia lebih sehat.


Bonusnya lagi, penulis juga menunjukkan ciri-ciri pria yang "sehat" untuk dijadikan pasangan hidup.


Oh ya, aku mo nyampein juga 1 hal penting lain di sini. Masalah relationship/percintaan/asmara biasanya kan berakar pada masalah pengasuhan. Kalau kamu bermasalah di keluargamu, kamu kemungkinan besar akan menjalin hubungan dengan pasangan yang bermasalah atau mengalami masalah dalam hubungan kalian. Aku mbayanginnya kayak penyakit komplikasi gitu ya, sistematik. Yang kalau kamu ngalami itu kayak "Aduh masalahku aja udah berat dan belum selesai kok ketambahan masalah baru sih." Kabar baiknya, karena inti masalahnya sama, tips penulis yang aslinya ditujukan biar kamu bisa meng-handle calonmu itu bisa kamu praktekkan/coba juga untuk meng-handle keluargamu dan bisa untuk mutusin juga apakah kamu lebih baik tetep di sana atau misal pergi dan punya rumah sendiri. So, itu adalah makna dari "Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui."


Menurutmu aku bakal rekomendasiin nggak buku "Deal Breakers" ini? Pasti lah. Highly recommended. Wajib kamu baca. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.