11 Maret 2022

Review Buku "Better Than Normal"

"Better Than Normal," how what makes you different can make you exceptional

Penulis: Dr. Dale Archer


Baca pendahuluan buku ini mengingatkanku akan buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat." Ini tuh seperti versi kontra-nya. Kalau pada buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" penulisnya itu nulis "Ngapain sih pada mikir dirimu unik atau beda. Kita semua itu sama. Ngapain sih orang itu marah kalau dikatakan masuk kelompok rata-rata? Kebenarannya adalah mayoritas dari kita itu masuk kelompok rata-rata." Seingatku sih gitu, udah lama soalnya bacanya. Nah, kalau pada buku "Better than Normal" ini penulisnya, Dale Archer, bilang "Ngapain sih pada pengen normal. Normal itu biasa, nggak ada istimewanya. Justru karena kamu beda, perbedaanmu itu bisa jadi kelebihanmu."


Suatu hari Dale Archer kedatangan seseorang yang merasa dirinya tidak normal. "Dok, apa saya normal?" Ternyata hanya dengan dianggap normal oleh Dale Archer dia langsung merasa baikan.


Ngomong-ngomong soal normal dan ga normal, aku sendiri lumayan sering dilabel orang. Tentang introversi misalnya aku dikatain sombong, egois, pendiam, kuper, tinggi diri, dll.

Aku juga pernah dikatain autis, diduga bipolar, dikatain tanpa ekspresi, dikatain mudah terbaca ekspresinya, dikatain perfeksionis, pemalas, sensitif, dramatis, ga berperasaan, pemalu, ramah, negative thinking/suuzhanan, dll. See, bahkan ada label-label orang yang seperti bertentangan yang disematkan padaku. 

Pernah juga aku komen di statusnya seorang psikolog terkenal bahwa aku gini gitu, eh followernya yang lain ngomenin kasusku katanya aku antisosial. Busyet lu kuliah psikologi di mana/lulusan mana ga bisa bedain gituan. Aku ps*kopat la'an. Uda gak ditanya ikut jawab, salah pula jawabnya. 


Jadi sodara label-label itu biasa. Suka-suka orang mempersepsikan kita itu sebagai apa. Tentang ini ahli pun beda-beda, ada yang bilang ga usah direken, ada juga yang bilang kamu harus peduli.


Nah, buku "Better than Normal" ini adalah buku yang nyuruh kamu nggak usah kuatir atau menganggap diri nggak normal kalau pada 8 sifat ini kamu dominan dan bukan super dominan. Itu normal. Kalau super dominan baru nggak normal. Kedelapan sifat tersebut adalah adventurous, perfectionist, shy, hyper-alert, dramatic, self-focused, high energy, dan magical.


Itu pandangan dia ya. Aku sendiri kadang masih bingung, di antara range 1-10 yang biasa digunakan dalam tes psikologi, sebenarnya pada angka berapa atau range berapa yang dianggap normal/sehat itu karena pada angka berapapun sepertinya tetap membawa kelemahan tersendiri. 


Sekali lagi, itu versi dia. Kalau versi dari mayoritas ahli yang menangani abuse, termasuk psikopat dan sosok-sosok danger lainnya, "No", walaupun seseorang itu belum masuk full kriteria sebagai (misalnya) psikopat, dia tetap berbahaya. Narcissist trait, psychopath trait, atau pokoknya "trait" saja, belum masuk NPD, psikopat beneran, dll seperti dalam full kategori di DSM itu tetep danger banget, minimal toksik/ga sehat. Dan yang ngomong danger banget ini itu biasanya malah sudah spesialis banget dan bertahun-tahun khusus menangani psikopat dan semacamnya (orang-orang seperti itu).


Terkait 2 pandangan yang seperti beda ekstrim ini, entah ya mungkin itu situasional, parsial, tergantung dosis/angka yang dirujuk penulis "Better than Normal" pada range hasil tes itu berapa, tergantung kriteria lain/paket kriterianya, dsb. Karena yang dibahas ada 8 sifat, di antara 8 sifat itu aku ada yang setuju dengan penulis ini dan ada yang enggak. Selain itu, penulis langsung mewakilkan suatu mental disorder dengan 1 kata/sifat, itu yang mungkin agak mengacaukan definisi dari mental disorder itu sendiri (yang biasanya ditandai dengan beberapa kriteria).

Tapi, kadang aku juga ngerasa, kalau kamu masuk ke ruangan psikolog dan semacamnya, lalu pada salah satu uji kamu positif, kayaknya kamu bakal punya banyak gandengan hasil tes lain yang bakal positif juga. Lalu kamu mungkin mikir "Oh nooooo, betapa errornya diriku didiagnosa dengan seabrek tes dan positif semua." Ini aku masih feeling strange/masih perlu didalami. Tapi lebih amannya aku akan menghindari orang-orang dengan "trait" juga dan ga harus full masuk kriteria.


Meski demikian, di buku ini juga dijelaskan kok sisi positif dari masing-masing sifat ini (dominan/normal) dan sisi negatif/kelainan (kalau jadi superdominan) serta contoh orang untuk masing-masing kondisi tersebut (dominan/superdominan). Selain itu, pada bagian akhir juga ada tesnya untuk mengetahui kamu dominan/superdominan. Semua ini agar kamu lebih paham dan tahu bedanya.

Buku ini bagus kok, terutama bagian kalimat pembukanya. Menarik. Coba deh baca perspektif uniknya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.