28 Maret 2021

Review Buku "Freelance Confidential"

Dunia freelancing itu berat, tetapi masih banyak orang yang menganggapnya sebagai pengangguran atau tidak bekerja. Baik orang di luar rumah maupun di dalam rumah sering menganggap demikian. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi freelancer yang bekerjanya di rumah atau memiliki anggota keluarga yang tidak pengertian.

Aku agak susah mendeskripsikan buku ini, dibilang panduan itu sejak awal penulisnya sudah memperingatkan kalau ini bukan panduan tentang aktivitas freelancing. Jadi antara panduan dan bukan, nanggung gitu lho. Artinya, panduannya itu general aja, nggak spesifik atau mendalam. 

Buku ini isinya penuh data dan diagram tentang kehidupan freelancer, baik full time ataupun part time. Di sana ada gender, jenis pekerjaan freelancing-nya, tingkat kepuasan, beban kerja, pendapatan, korelasi dengan pendidikan, dapat klien dari mana, dan lain-lain. 

Data-data tadi melengkapi penjelasan umum penulis tentang seluk-beluk kehidupan freelancer, seberat apa dan cara survive-nya bagaimana. Lalu di bagian akhir data dan tabel tadi dikumpulkan jadi satu. Sebagai penutup dari buku ini ada link-link yang berhubungan dengan freelancing: tempat cari job, komunitas, contoh portofolio, dan lain-lain.

Ya gitu deh, menurutmu itu panduan, bukan?

Jadi, misal kamu nyari yang lebih teknis semacam gimana cara bikin lead, cold email, surat penawaran, SEO, atau semacamnya nggak ada di sini.



25 Maret 2021

Review Buku "Higher Unlearning"


Mana yang lebih membunuh manusia, rusa atau hiu? 

Kalau kamu menjawab hiu, kamu seperti orang kebanyakan. Yang lebih membahayakan dan mematikan itu rusa.

Ada banyak hal yang mungkin kita yakini padahal salah. Oleh karena itu, kita harus learning, unlearning, dan re-learning setiap waktu. 

Manusia itu suka ikut-ikutan dan pandangan ahli sering dianggap sebagai kebenaran. Kalau kita renungkan, banyak sekali hal yang dulu dianggap tidak mungkin sekarang menjadi mungkin. Ada pula hal yang dulu ditolak akhirnya malah mendapat Nobel.

Terkadang, "hukuman" terhadap orang yang berbeda itu begitu kejam. Dari dihina, diserang, dipenjara, dicopot dari jabatannya, bahkan lebih buruk lagi.

Pernahkah kamu membaca biografi Warren Buffet? Dia sukses karena melawan arus. Berani berbeda tetapi paham dasarnya. Atau, pernahkah kamu membaca buku "Factfulness"? Penulisnya membuktikan kalau apa yang dipikirkan/dikhawatirkan banyak orang selama ini itu salah. Orang-orang terpelajar atau bahkan para ahli pun salah. Atau kamu pernah membaca "Switch" atau "Think Like A Freak" atau lainnya tentang keyakinan yang salah itu? 

Misal semua orang berkata tentang kasus sosial "A" padahal itu bukan masalah sama sekali, mungkin kamu akan dicap nggak berperikemanusiaan, jahat, bodoh, egois, atau lainnya.

Ada fakta psikologi juga bahwa orang lebih suka sama/sependapat daripada dimusuhi/tidak diterima masyarakat. 

Orang-orang yang lantang, "berlabel", ahli, atau bahkan pendapat mayoritas itu juga belum tentu benar lho. Bahkan, ada buku yang mengupas bagaimana setiap pribadi itu berbohong. Otakmu pun kadang berbohong, inderamu berbohong, dan lain-lain.

Jadi, penting banget kita untuk unlearning setiap waktu. Buku ini wah kueren banget. Dibacanya juga enak, formatnya enak, dan kemungkinan akan membuatmu lebih berpikiran terbuka (open mind) bahwa ada hal-hal yang mungkin tidak kamu tahu. Mungkin saja keyakinanmu salah atau sudah jadul/usang. 

Buku ini dibuka dengan kuis lalu jawabanmu dicocokkan dengan bahasan dia satu per satu. Jadi, lebih nyata kelihatan kalau keyakinanmu bisa salah dan kamu perlu unlearning.

Wis pokoknya kamu kudu baca. Enak ini diformat kayak permainan gitu, dibagi per bab pendek, dan halamannya juga sedikit.

Menarik dan penting untuk dibaca.

 


21 Maret 2021

Review Buku "The Emotionally Absent Mother"

Suatu hari aku kepo saat baca cover buku yang intinya tentang rahasia kekayaan sepanjang masa. Kupikir isinya tentang langkah-langkah atau trik-trik sukses/bisnis gitu. Tahunya apa? Isinya full tentang afirmasi-afirmasi positif.

Aku sudah tak asing dengan berbagai buku afirmasi, tetapi masih ada keraguan kuat atas keberhasilannya.

Bob Proctor malah puluhan tahun seingatku khusus mendalami masalah ini. Brian Tracy juga sempat menyinggung tentang afirmasi di bukunya. Bahkan, ada seorang pria di IG yang memposting video testimoni bagaimana dia bisa sukses berkat afirmasi.

Aku masih tetap pada pikiranku, "Masa, sih?"

Kemudian aku juga membaca buku "Mind Over Money" tentang betapa dahsyatnya mindset mempengaruhi seseorang, termasuk kondisi keuangannya. Ada juga buku-buku psikologi tentang anak yang terjebak "mindset miskin" dari keluarganya. Sampai suatu ketika ada penulis buku (relationship kalo ga salah) juga menceritakan kesuksesan metode afirmasi pada kliennya. 

Buku "The Emotionally Absent Mother" ini pun sama, memasukkan afirmasi positif juga sebagai salah satu terapinya (metode healingnya). Buat anak yang ibunya suka berkata negatif atau kasar, kata-kata ibunya itu akan diserap anak sehingga menjadi "kebenaran"/"takdirnya". Itu kalau tidak dipulihkan akan mengganggu berbagai aspek kehidupan Si Anak. Nah, afirmasi positif adalah salah satu solusinya.

Buku ini sangat tipis, cuma 64 halaman, tetapi sangat sistematik, padat berisi, serta ditulis dengan santun dan halus. Isinya terbagi menjadi 2 bagian, bagian pertama itu all about emotionally absent mother (ibu yang tidak hadir secara emosional), ya penyebabnya, efeknya, maupun cara pemulihannya; sementara bagian ke dua itu khusus tentang pemulihan melalui metode meditasi. Pembaca akan dipandu step by step (langkah demi langkah) untuk mengatasi masing-masing efek cabang/efek turunan dari memiliki ibu yang tidak tersedia secara emosional ini. 

Aku bukan pendukung meditasi, jadi aku merekomendasikan bagian 1 buku ini saja.

Yang ingin tahu lebih lanjut baca sendiri ya.

Child Free

Child Free. Pikiran itu kembali menyeruak saat ada postingan bule tentang itu lewat di beranda. Aku juga jadi ingat ada salah satu coach cinta memutuskan demikian untuk rumah tangganya.

Aku pun jadi ingat postinganku sendiri beberapa hari yang lalu, tentang maraknya wanita yang hanya dianggap sebagai pemuas s*ks dan peternakan (semaunya gitu kl mau nges*ks sekarang ya sekarang, mo punya anak secepatnya ya harus langsung mbrojol, nggak mau punya anak ya nggak boleh jadi anak, mau jenis anak tertentu harus sesuai request, bahkan mau jumlah anak tertentu harus dituruti, dll). Juga, survei yang kuikuti beberapa waktu lalu yang ikut menyinggung hal itu.

Mengapa ada orang-orang yang memutuskan untuk child free? Benarkah mereka tidak menginginkan keturunan? Atau ....

Nah, aku memikirkan beberapa alasannya.

Mungkin:

1. Anak dianggap menyusahkan, 

Dia terlalu sibuk dengan karir atau lainnya, kurang punya sisi nurturing, atau lainnya.

2. Anak dianggap membuat keindahan/daya tarik tubuh berkurang dan miss V menjadi lebih longgar sehingga mengurangi kenikmatan s*ksual atau rasa PD. Muncul stretchmark-stretchmark, tubuh melar, pay*dara mengendur, dan semacamnya,

3. Belum siap secara fisik, mental, atau finansial,

4. Suami ga mau bantu, jadi punya anak hanya menambah beban. Makin capek dan susah sendiri,

5. Dia mengalami trauma karena ortu/keluarga yang disfungsi. Dia takut sadar/tidak akan berbuat buruk pada anaknya seperti perlakuan ortunya kepadanya. Tidak yakin bisa menjadi ortu yang baik.

6. Adanya anak hanya mengganggu hubungan antara dia dan pasangannya. Nggak bisa pergi-pergi, pacaran, nges*ks, atau hepi-hepi dengan bebas,

7. Dia tidak ingin hanya dianggap/dinilai hanya sebatas peternakan. Dia ingin lebih dinilai melalui aspek-aspek lainnya,

8. Trauma dengan rasa sakit melahirkan atau takut melahirkan,

9. Tidak yakin bisa punya anak, misalnya sakit, usia tertentu, rahimnya sudah diangkat, dll. Daripada dihina terang-terangan tentang anak/fertilitas, mungkin lebih aman berlindung di balik "childfree". 

10. Takut anak akan dikasari/mengalami abuse dari suami atau keluarga,

Atau alasan lain yang belum/tidak terpikirkan olehku.

Kadang ya malas untuk punya anak juga bikin istri malas nges*ks. Seperti yang sering kubahas, masih sering disosialisasikan s*ks hanya tentang kewajiban/tuntutan. Istri jadi males karena kebutuhan dan keinginannya tidak terpenuhi. Kondisi fisik atau mentalnya tidak diperhatikan. Bahkan, kepuasan s*ksualnya atau pemikiran dan perasaannya tidak diperhatikan. Org*smenya pun tidak diperhatikan. Semua hanya tentang suami dengan dalih istri hanya makmum. Dianggap ga punya suara dan membuatnya merasa kurang dimanusiakan. S*ks yang harusnya bisa dinikmati bersama (menyenangkan/dinanti kedua belah pihak) jadi nggak fun lagi. Males-malesin.

"Jangan deket2, ntar kalo kamu deket2 jadi anak lagi (bikin hamil)." Mungkin ada juga yang sepaket antara childfree dan males nges*ks.

Pada akhirnya, itu hanya pilihan hidup masing-masing. Cuma, misal childfree dan butuh sesuatu jangan ganggu/ngerusuhi orang lain ya untuk ngerawat or ngurusi kebutuhan kalian. Cz ada kasus mirip gitu. 

Kalau punya anak dan kalian merawat/memperlakukannya dengan sebaik mungkin, mungkin anak akan bener-bener sayang kalian dan ngertiin pas kalian lagi susah, bantu kalian, dan ga bikin kalian nyusahin orang lain yang bahkan mungkin asing atau bukan keluarga ataupun saudara.


19 Maret 2021

Review Buku "Make Him Beg For Your Attention"


Kesanku baca buku ini adalah aku muak. Enak sekali jadi cowok bisa berkata dan berbuat seenaknya, sementara cewek itu harus sangat hati-hati dalam segalanya dan diatur-atur banget. Cewek dikasih rumus seabrek dan harus haluuuus banget dan halus terus sementara cowok ga ada rumusnya dan suka-suka dia. Gila hormat banget. Dan misal cowoknya marah, kasar, atau apa gitu dianggap wajar cz cowok dan ceweknya yang dianggap gak bisa menempatkan diri.

Buku ini khas penulis cowok yang biasanya emang bossy banget dan penuh tuntutan. Kata-katanya straight dengan perintah "Kamu harus gini, kamu jangan gitu." 

Isinya seputar cewek harus memperlakukan pasangan seperti raja/bosnya. Nggak enak auranya. 

Gini banget jadi cewek. Hhhh. 

Semoga itu individu dan tidak mewakili cowok secara keseluruhan. 


Review Buku "Girl, Wash Your Face"

 



Aku baca buku ini saat sedang sedih. Gimana sih aura atau efeknya untuk cewek yang sedang sedih. Judulnya kan gitu, ditargetkan untuk cewek yang lagi nangis. 

Buku ini itu isinya pengalaman hidup Rachel Hollis. Dia menyarikan pelajaran hidup atau semacam hikmah gitu dari pengalamannya.

Baca buku ini perasaanku tetep aneh. Aku nggak yakin kalo better. Nggak terhibur sih aslinya, walau ada juga perasaan mending cz situasiku lebih baik darinya. 

Rachel itu broken home. Kehidupannya berat/keras dan penuh chaos. Tetapi dia juga pribadi yang keras, gigih, dan pantang menyerah.

Orang-orang melihatnya seperti punya kehidupan yang sempurna di foto atau di mana pun, padahal aslinya kehidupannya berat banget dan dia berjuang banget untuk hidup yang baik seperti yang diketahui orang saat itu. Macam-macam usahanya, termasuk terapi.

Buku ini dimaksudkan agar orang bisa belajar dari kesalahannya, jangan sampai ngalami seperti dia gitu. Trus berusaha memotivasi dan menghibur juga sih.

Tapi masih terasa banget aura keras dari Si Rachel ini walaupun hanya dari kata-kata. Jadi, kalau dibilang menghibur itu ya masih kurang lembut/halus menurutku. Kayaknya sih Rachel ini ada koleris-kolerisnya gitu lho jadi kurang cocok untuk hal yang menyentuh perasaan, walaupun sebenarnya kisahnya dramatis alias ngenes. Lebih cocok kalau dianggap memotivasi, menginspirasi, atau untuk tujuan pengembangan diri lah.

Rachel bisa membalik kehidupannya sehingga menjadi sukses dalam kehidupan, bisnis/karir, dan cinta.

Intinya, hidup itu memang keras. Nangis gak papa tapi tetap berjuang dan lanjutkanlah hidup. Seperti Rachel yang penuh semangat.

7 Momen Danger untuk Virginitasmu



Baca buku relationship kok bolak-balik aku nemu sesuatu yang berpola dan ngganjel banget kalo nggak disampein. 

Kamu perlu waspada, terutama yang masih lugu atau hingga usia kuliahan, broken home atau punya keluarga disfungsi, atau pernah mengalami trauma rentan banget terperosok ke dalam jerat setan ini.

Jadi ada 7 momen utama yang danger banget yang bikin kamu rawan kehilangan keperawanan/virginitasmu:

1. Teman2/lingkunganmu tidak baik atau tidak virgin/tidak perawan

Baru-baru ini aku baca di LA (Los Angeles) aneh jika udah umur 20 tahun masih perawan. Tidak ada katanya. Bayangkan!

Mungkin, mungkin lho ya, di Jakarta ada geng cewek tertentu yang kayak gitu. Entah cabe-cabean atau lainnya yang jelas yang masih belum pernah ML sama pacarnya malah diketawain/dibully. 

Seorang artis pernah bahas ginian, dia diketawain cz masih virgin sementara teman-temannya sudah dol pergaulan bebas gitu deh. Untung Si Artis ini kuat katanya. 


Ada juga kasus kamu lagi butuh uang banget sedangkan teman/kenalanmu bejat, akhirnya kamu diajak ju*l diri.

Di New York atau daerah-daerah lain yang dominan cewek (jumlah cewek lebih banyak dari cowok) juga gitu, karena ketatnya persaingan dan bebasnya kehidupan di sana jadi yang virgin malah langka dan dianggap aneh.

Lalu ada lagi coach cinta yang ngajarin "aneh-aneh" saat PDKT. Katanya "aneh-aneh" itu adalah pemikat cowok. 

Beberapa cowok yang pernah berinteraksi denganku ngakunya juga gitu. Bukan broken home, tetapi teman-teman alias pergaulan atau lingkungan yang menyebabkan mereka kehilangan keperjakaan atau bahkan jadi bejat.


2. Hari-hari istimewa, misalnya: ultah jadian, kelulusan, tahun baru, hari Valentin, umur 17 tahun, pesta bujang (b*chelor party), dll.


3. Ada miras di antara kamu dan lawan jenis (kamu m*buk)

Di barat sana udah biasa ada miras/w*ne saat kencan/ketemuan. Jadi, udah biasa juga dol pada kencan pertama.

Ada juga tempat-tempat atau even-even yang tidak baik/ada mirasnya, misalnya b*r, kl*b, dll.


4. Takut diputus pacar

Kamu terlalu melekat pada pacar. Seolah gak bisa hidup tanpa dia. Jadi, pacarmu makin semena-mena. Kamu takut banget putus sama dia, sehingga kamu mau nurutin kemauan dia untuk melampiaskan nafsunya.


5. Pacarmu akan pindah (pindah kerja/pindah rumah/pindah apa pun yang penting pindah)

Ini sering bikin cewek terjebak. Mungkin maksudnya ingin mencegah kepindahan apa gimana gitu akhirnya sering-seringnya berujung pada pergumulan di r*njang. Yang makin sial lagi, cowoknya tetep pergi. Wong itu memang modus. Apalagi kalo kamu udah "kena", ya malah ngilang dia cari korban baru.


6. Ci*man bibir, bl*w job, p*tting, atau kontak fisik lain yang mendekati zina

Semakin sering ci*man semakin mudah diajak nges*ks. Ada pertukaran testosteron kalo ga salah melalui ludah sehingga wanita menjadi makin agresif dan makin mudah diajak nges*ks. Makin h*rny-an mungkin. 


7. Kamu menyukai cowok bad boy/player/playboy

Bad boy ya emang gitu. Tidur dengan banyak cewek sudah jadi hobinya.


Ini 7 faktor utamanya dan untuk kondisi umum. Sebenarnya masih banyak sih, tapi kalo udah menghindari yang 7 itu sudah mending.

18 Maret 2021

Emang Masih Bisa Punya Anak?

 Zaman dulu wanita itu dianggap tidak berharga. Anak-anak wanita dibunuh, wanita-wanita dijadikan budak, dll. Lalu Islam hadir untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita, membuatnya diperlakukan layak.

Akan tetapi, makin ke sini makin banyak penyelewengan yang terjadi, yang dilakukan oleh individu-individunya tetapi mencoreng Islam atau membawa-bawa nama Islam.

Ada wanita yang tak bisa punya anak

Ada wanita yang lambat punya anak

Ada wanita yang anaknya cuma sedikit

Ada wanita yang anaknya cuma 1 cepat mati pula

Ada wanita yang punya beberapa anak tetapi mati semua kecuali 1

Dll. Nasibnya beda2 terkait anak.

Kisah wanita sebagai pembawa rahim dan terkadang janin juga begitu beraneka rupa.

Mulai dari masalah virginitas, kaum kamilah yang lebih disorot karena konon lebih terlihat dan karena kesakralan/kesucian itu seperti hanya aturan untuk kaum kami.

Lalu tentang kemandulan atau kesuburan, lagi-lagi kami yang disorot duluan dan mungkin juga satu-satunya yang disorot.

Lihat betapa banyaknya bapak-bapak yang enggan periksa kalau ada masalah k*lamin atau reproduksi. Seolah hanya dirinya yang malu dan ibu-ibu tidak. Seolah pasti penyebab penyakit atau kemandulannya ada pada istrinya.

Sampai pada masalah pemilihan jodoh dan masalah ranjang pun lagi-lagi wanita/istri yang diubek-ubek.

Sampai-sampai ada ceramah ustaz yang bilang dengan kasarnya (baik secara intonasi maupun isi), "Istri itu harus seperti p*lacur (saat melayani suaminya)".

Segitunya dia ngarep/berfantasi tentang wanita sampai nyama-nyamain istri dengan p*lacur. 

Aku marah. Dia tak pantas jadi ustaz jika bermulut seperti itu.

Siapa yang peduli tentang kenikmatan/kepuasan istri? Semua yang dibesar-besarkan adalah tentang suami.

Yang kalo suami pengen istri harus mau.

Yang kalo habis marahan berdamainya dengan cara ML dengan suami

Dll yang isinya cuma perintah. Dan suami lagi suami lagi.

Kalau kamu ngikuti status or artikel-artikelku aku mungkin terlihat menentang Islam. Padahal, aku menentang ajaran ustaz/ustazahnya.

Hanya jika orang mempersepsikan ustaz/ustazah = Islam, pasti melihatku seperti menentang Islam.

Suatu hari aku nyetatus tentang ketidakadilan urusan ranjang itu dan beberapa suami orang mengolok-olok. 

Heran deh, betapa banyak orang yang nggak paham dengan hal mudah semacam itu? Or sengaja nggak mau tau?

Bagiku ya, ibadah itu bukan berarti nggak bisa dinikmati atau nggak boleh dapat bagian dunia juga. Seperti s*ks misalnya, itu masalah yang sakral. Harusnya bisa sama-sama puas, sama-sama pengen karena nyenengin, enak, or apa pun istilahmu. Bukan sekadar kewajiban, beban, sedang jadwalnya, dll yang intinya males-malesin dan bikin kepaksa banget.

Masalah kepuasan or cocok-cocokan s*ksual ini bahkan sering dijadikan alasan bagi orang-orang bule untuk icip-icip sebelum menikah.

Siapa yang menang? Tentu yang sudah expert toh. Yang jam terbangnya tinggi.

Seorang cewek bule bahkan pernah sangat desperate-nya dalam mencari jodoh sampai-sampai nyasar ke guru yang amburadul, yang mengajarkan menggaet cowok dengan s*ks dan berbagai kiat s*ks yang jos gandoz.

Kesolehan mana kesolehan. Suatu kata religius yang sering dijadikan jualannya para pencari jodoh. Padahal, yang diubek-ubek sekitar penampilan, kehamilan, dan selangkangan. Dan seolah-olah semua cowok itu pasti subur dan pasti jago s*ksnya, juga pasti lebih tinggi libidonya dari cewek.

Suatu hari aku membaca ada kriteria cowok yang unik, mencari yang haidnya lancar.

Trus aku lihat apanya dong? Yang mimpi basahnya lancar dan teratur gitu?

Hahaha ya ampun.

Nasib cewek ya, kalau dianggap kurang hot, kalau sakit/nggak bisa melayani, kalau nggak bisa punya anak suaminya mikirnya poligami. Sementara jika sebaliknya suami yang gitu istrinya dituntut setia.

Buanyak banget cowok keweden (ketakutan) ditinggal istrinya kalo dirinya sedang susah/di bawah, tapi kalo fine-fine aja kenapa kok jadi belagu gitu. Nyari-nyari masalah.

Oke oke udah deh basa-basinya.

Aku mo cerita betapa mirisnya kaum wanita yang hanya dinilai sebatas s*ks dan peranakan/rahim. Aisyah saja tidak punya anak dan siapa yang meragukan beliau sebagai salah satu wanita terbaik. 

Kalau kamu wanita dan sudah berusia kepala 3 atau 4 bersiaplah untuk semakin dilecehkan termasuk terkait masalah anak ini. Emang masih bisa punya anak? 

Tekanan untuk punya anak pada wanita ini kemudian menyebabkan beberapa hal berikut terjadi:

1. Agar punya anak, ada wanita yang berhubungan s*ks sebanyak-banyaknya

Ada seperti ini di luar negeri. Saat masih bisa punya anak mereka punya anak dulu, walaupun belum ketemu jodohnya/belum nikah, kuatir besok-besok nggak bisa punya anak kalau menikahnya terlambat. Yang penting punya anak dulu.

2. Dites oleh pria bisa punya anak apa nggak (dibuat modus/percobaan icip-icip)

3. Menikah sembarangan, yang penting nikah,

4. Penghinaan/abuse terhadap wanita yang belum nikah setelah mencapai usia tertentu,

5. Dianggap hanya layak untuk duda atau dipoligami atau mbah2.

6. Sebagian wanita barat/bule menyimpan sel telurnya di bank sperma dan sel telur agar jika suatu saat ketemu jodoh mereka masih bisa punya anak.

Kesolehan mana kesolehan. Saat pria-pria yang ngomongin agama dengan mulut "berbusa-busa" kutanya "Kamu punya kriteria umur dan lokasi tidak?" (Yang jelas2 aku tau nggak ada kriteria gitu di profilnya) kebanyakan mundur walau tidak tau aku soleh atau tidak, cantik atau tidak, dll. 

Yah intinya hidupmu akan penuh drama kalo nikah sama cowok yang nyari s*ks atau anak doang. Nggak mikirin kamu.

Ntar dituntut punya anak seolah dia doang yang pengen anak/menanti kehadiran Si Buah Hati.

Ntar kita doang yang diubek2 dengan proses or terapi ini itu biar punya anak, biar servisnya hebat, dll.

Ntar kita akan dituntut punya anak dengan jenis kelamin tertentu atau jumlah tertentu. Dll.

Ups, aku jadi ingat pernah punya kenalan cowok yang kurang ajar banget. Baru pada chat pertama itu udah bilang gini "Aku pengen punya anak 11 laki semua. Nanti aku mo bikin kesebelasan."

Aku nyengir. "Busyet dah, manak'o dewe."

Emang kita bisa nentuin/mastiin anak kita berapa, jenis kelaminnya apa, dll? Emang kita Tuhan?

Semua ditentuin sendiri lho. Nggak mikir pasangannya. Eits, enak aja pasangan, baru juga ngobrol sekali itu kok. Ogah gua punya pasangan kek gitu.

Wis talah pokok'e pinter2 ae milih bojo. Jangan sampai kita dianggap sebagai pemuas nafsu (ngecas doang) or peternakan. 

 

NB: Siapa yg suka jualan kata2 "pacaran sesudah nikah?" Pacaran tuh enak sama2 bukan lu doang. Buktiin dong. 



17 Maret 2021

Menerapkan Gaya Hidup Minimalis (Minimalist Lifestyle) sebagai Salah Satu Strategi Penghematan Air


 

Seni beberes rumah

Pic. www.bbteam.com dalam https://joannearchibald.com/


Tahukah Anda jika pakaian berpengaruh besar terhadap ketersediaan air di alam? Ya, di balik pakaian kita terkandung beberapa bahaya, misalnya:

1.    Produksi fashion seringkali menggunakan air berlebihan,

2.    Banyak industri pakaian yang memakai bahan kimia tak ramah lingkungan,

Industri fast fashion biasanya menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya, sehingga dapat mencemari air dan mengganggu kesehatan manusia. Termasuk mayoritas produsen kain di Asia, biasa menggunakan bahan kimia beracun dalam pengolahan serat kain hingga proses pengemasan pakaian.

3.    Pakaian yang berbahan poliester, nilon, dan spandeks mengandung plastik. Saat dicuci, partikel mikroplastiknya akan terlepas dan mencemari air tanah, sungai, hingga lautan dan ekosistemnya.

4.    Bahan katun memang dapat terurai di alam, tetapi pohon kapas membutuhkan banyak sekali air dalam proses produksinya. Untuk membuat satu kaos katun dibutuhkan 2700 liter air dan emisi yang dihasilkan dalam produksinya sama dengan emisi berkendara mobil dari Bogor ke Bekasi (Zahra, A, 2019).

 Apalagi, jika pakaian tersebut termasuk ke dalam kelompok fast fashion, yaitu busana murah dengan waktu edar singkat dengan model berlimpah yang mengikuti tren terbaru (Adimaja, M, 2020). Fast fashion menjadi salah satu penyebab utama polusi limbah fashion yang dapat merusak lingkungan, seperti polusi air, tanah, maupun penghasil gas emisi rumah kaca yang dapat memicu perubahan iklim.

 Hasil riset dari Ellen McArthur Foundation, sebuah badan amal di Inggris yang menyerukan perilaku bijak dalam mengonsumsi busana, pada 2017, menyatakan satu truk sampah tekstil tercipta setiap detik di Bumi. Masih pada tahun yang sama, Copenhagen Fashion Summit melaporkan bahwa sebesar 92 juta ton limbah busana mengalir ke tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.

 

 

Contoh rumah minimalis

Sumber: calon arsitek dalam marudiyafu.com
 

 Oleh karena itu, untuk mencapai sustainable fashion, kita harus bijak dalam menggunakan pakaian. Nah, menjadikan rumah minimalis sebagai proyek nasional merupakan salah satu solusinya.

Nagisa Tatsumi, penulis buku The Art of Discarding, pernah mensurvei orang-orang Jepang tentang kebiasaannya menimbun barang-barang di rumah. Ternyata, 100% pria dan 98% wanita itu merasa kesulitan merapikan barang-barangnya. Tiga barang teratasnya adalah buku, pakaian, dan majalah. Untuk mengatasinya, para wanita tersebut memilih membuangnya atau memiliki tempat penyimpanan yang lebih baik dan keahlian mengorganisir yang lebih baik. Sementara para pria mencari ruangan yang lebih banyak atau lebih besar, atau berpindah ke rumah yang lebih besar sebagai solusinya.

 Di sinilah peluang penghematan pakaian bisa terjadi, yang pada akhirnya berujung pada penghematan air. Sinergikan antara program rumah minimalis ini dengan seni beres-beres rumah seperti yang diajarkan oleh Nagisa Tatsumi atau Marie Kondo. Dengan rumah yang minimalis, otomatis kita harus pandai-pandai memilih barang apa yang ada di dalamnya. Kita takkan bisa lagi menimbun pakaian atau barang-barang lain secara berlebihan. Kita akan menjadi sangat selektif, hemat, dan rapi. Melalui sinergi dari kedua hal tadi tanpa sadar masyarakat akan menjadi lebih menghargai air.

 

 

Sumber:

Adimaja, Muhammad. 2019. Limbah Industri Busana, Ancaman Serius bagi Lingkungan. Artikel dapat dilihat di https://foto.kompas.com/photo/read/2020/2/17/1581948059356/1/limbah-industri-busana-ancaman-serius-bagi-lingkungan.

Kholisil, Zulfa. 2019. Apakah Limbah Tekstil sama Bahayanya dengan Limbah Plastik? Artikel dapat dilihat di https://www.brilio.net/creator/apakah-limbah-tekstil-sama-bahayanya-dengan-sampah-plastik-d07dd2.html.

Zahra, Amanda. 2019. Fesyen Cepat (Fast Fashion). Artikel dapat dilihat di https://zerowaste.id/zero-waste-fashion/fesyen-cepat-fast-fashion/.

https://pejengkolan.kec-padureso.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/273

https://dlh.jatimprov.go.id/berita-industri-garmen-harus-bijak-dan-ramah-lingkungan-dalam-produksi-pakaiannya.html

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2005893/stop-pakai-langsung-baju-baru-tanpa-dicuci

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/mengenal-fast-fashion-dan-dampak-yang-ditimbulkan/

https://gaya.tempo.co/read/1280888/waspada-limbah-pakaian-bisa-akibatkan-masalah-pernapasan

https://www.gatra.com/detail/news/433061/gaya%20hidup/masyarakat-perlu-terapkan-sustainable-fashion

https://nationalgeographic.grid.id/read/131717564/demi-kelestarian-bumi-ayo-bertukar-baju?page=all

16 Maret 2021

Review Buku "The Art of Discarding"



Mungkin kamu sudah tak asing dengan Marie Kondo dan bukunya "The Life-Changing Magic of Tidying Up". Ternyata, Marie Kondo terinspirasi dari Nagisa Tatsumi, penulis buku "The Art of Discarding" ini. Buku Nagisa Tatsumi ini sukses besar dan berhasil terjual 2 juta kopi di seluruh dunia. Nah, Marie Kondo mengekor kesuksesannya dan ternyata berhasil juga. Buku karya Marie Kondo ikut menjadi fenomenal.

Banyak dari kita yang mungkin nyusuh alias menimbun barang-barang yang sudah tidak terlalu berguna. Hal itu bisa menyusahkan kita sendiri karena ruangan yang semakin sempit, sulit menemukan barang yang kita cari dengan cepat, atau bahkan menurunkan tingkat kesenangan/joy kita. 

Ada banyak alasan mengapa kita menimbun barang, misalnya takut susah jika suatu saat dibutuhkan, mengandung kenangan, suatu saat mungkin bisa dipakai lagi, dan sebagainya. 

Biasanya, solusi yang mereka pikirkan adalah memperbesar atau memperbanyak lemari, memperluas ruangan, pindah rumah, mencari cara mengorganisir dengan lebih baik, dan semacamnya. Padahal, menurut Nagisa, teknik-teknik mengorganisir itu hanya dibutuhkan jika barang-barang kita berlebihan. Kalau menggunakan teknik yang diberikan Nagisa, barang-barang menjadi sedikit, tidak berlebihan lagi, sehingga tidak lagi membutuhkan teknik-teknik mengorganisir semacam itu.

Buku "The Art of Discarding" ini tidak hanya mengajarkan kamu untuk menyisakan barang-barang yang sangat penting/kamu butuhkan dan kamu pakai saja, tetapi juga mengajarkan tentang cara membuat keputusan dengan cepat dan tepat terkait barang-barangmu itu. Dia menawarkan banyak strategi sih, tetapi dia tidak saklek. Nagisa menyerahkan kepadamu untuk memilih atau menerapkan strategi beres-beres yang mana yang cocok buat kamu. Yah setidaknya jika kamu menerapkan satu atau beberapa saja di antaranya rumahmu bisa lebih rapi, meski nggak jadi rapi banget.

Beres-beres rumah ini gampang-gampang susah. Tak lupa Nagisa juga membahas potensi konflik dengan pasangan atau ortu karenanya. Jadi, memang akan semakin kompleks kalau kita tidak tinggal sendiri atau berhubungan dengan barang milik orang lain. Akan tetapi, kalau kamu sudah berhasil di dalamnya, hasilnya juga layak untuk dinikmati bersama. 

Taklukkan Dia dalam Tiga Kali Kencan

"Taklukkan dia maksimal pada kencan ke-3." Begitu perintah guru dari sekolah bad boy, seorang pria yang bad boy pula tentunya. "Gunakan cara apa pun yang penting kamu harus sudah bisa menaklukkannya pada kencan ke-3," sambungnya. Apa lagi yang dimaksud kalau bukan untuk making love (ML) alias nges*ks dengannya. 

Mirisnya, kalau aku baca di buku-buku relationship bule, banyak yang berhasil lho. Bahkan, pada kencan pertama atau ke dua sudah dol pertahanannya.

Salah satu faktor utama yang memuluskan strategi bad boy itu adalah miras (minuman keras)/minol (minuman beralkohol). Miras ditambah dengan perilaku mendekati zina, JADILAH.

Beberapa hari lalu aku menulis review buku "You Lost Him At Hello". Penulisnya seorang dating coach wanita, bule. Tidak seperti bule-bule kebanyakan, dating coach ini mengharamkan miras bagi wanita-wanita yang coaching dengannya. Jika mereka menyentuh miras, dipastikan strategi yang diajarkannya akan gagal. Miras ini adalah pengacau utama, membuatmu kehilangan kontrol diri, tampak bodoh, dll.

Namun, jangan salah, aku pernah menemukan dating coach berjenis kelamin pria malah mengajarkan sebaliknya, "Minumlah miras untuk menghilangkan nervous-mu saat PDKT." Nah, lo, inilah pentingnya memilih/menyaring guru yang tepat. Salah memilih guru bisa fatal akibatnya. Ambyar hidup loe.

Kembali pada miras ya, miras itu memiliki efek berbeda pada wanita. Wanita lebih mudah mabuk dan lebih mudah kecanduan daripada pria. Dalam dosis yang sama, wanita lebih cepat teler daripada pria. Apa artinya? Saat kamu teler, Si Dia masih sadar. Dan kamu jangan meremehkan kemampuan pria-pria tertentu untuk menyikat korbannya. Mereka tahu targetnya itu ciri-cirinya bagaimana, kelemahannya apa, dan bagaimana menaklukkan atau mempermainkannya.

Dan kamu juga jangan lupa, di Indonesia itu pria umumnya masih dianggap lebih "bersih" dari wanita. Walaupun "mainnya" sama-sama, imej atau beban atau hukumannya akan lebih buruk menimpa pihak wanita.

Miras plus perilaku mendekati zina adalah senjata utama perusak wanita. Masih dari sekolah bad boy yang sama, para bad boy itu juga memiliki guru atau setidaknya bintang tamu wanita yang memuluskan strategi mereka atau membocorkan rahasia wanita lebih jauh. Dia berbicara tentang perilaku mendekati zina ini, kalau kamu sudah melakukannya ya itu tinggal selangkah lagi atau tinggal menunggu waktu. Nggak lama lagi pasti dol. (Baca artikelku tentang "menelan sperma" atau ciuman bibir ya, kayaknya sudah pernah kutulis deh. Daripada nulis lagi di sini. Di situ sudah kujelaskan lebih jauh efek buruknya)

Hal ini diperparah lagi dengan adanya hukum permintaan dan penawaran. Sudah bukan rahasia lagi kalau pada beberapa tempat/daerah jumlah wanita lebih banyak daripada pria. Di New York misalnya. Persaingan yang sangat ketat di sana menyebabkan banyak wanita bersaing dengan menawarkan s*ks sebagai salah satu daya tariknya. 

Belum lagi, adanya tekanan-tekanan terhadap wanita untuk bisa memiliki anak/keturunan, membuat sebagian wanita memilih beranak duluan, mumpung masih bisa/subur. Beranak dengan siapa saja, yang penting mereka punya anak dan menunjukkan kalau tidak mandul, meskipun mereka belum bertemu jodohnya atau menikah. Ada juga wanita yang memilih menyimpan sel telurnya di bank sperma dan sel telur agar saat bertemu jodohnya mereka masih punya sel telur yang masih muda dan baik sehingga masih berpotensi untuk punya anak.

Tekanan-tekanan terhadap wanita itu begitu jahatnya, begitu kerasnya. Jadi, aku ingin kalian sebagai wanita itu menjaga diri kalian baik-baik. Jauhi miras. Jangan minum miras. Jangan mendekati zina/kontak fisik dengan pacar. Pilih baik-baik gurumu. Pilih baik-baik lingkunganmu. Pilih baik-baik pasanganmu. Pilih baik-baik perilakumu dan bekali dirimu dengan ilmu pengetahuan yang cukup. 

Berikhtiarlah sebaik mungkin untuk keselamatan dunia dan akhiratmu.

13 Maret 2021

Dikira Sama, Padahal Beda, Awas Jangan Sampai Ketipu

Well, kamu mungkin pernah menganggap sama satu atau beberapa kata/frase/klausa/kalimat di bawah ini. 
Ini adalah permainan kata yang kadang bikin orang baper. Ada banyak sih tapi aku nggak sepenuhnya ingat. Jadi, mungkin ku-update sambil jalan aja ya.

1. Lajang vs perjaka vs single vs jomlo vs belum menikah

Lajang itu belum menikah, belum tentu perjaka, belum tentu single, dan belum tentu jomlo.

Perjaka itu belum pernah melakukan aktivitas s*ksual. Bisa sudah menikah bisa juga belum. 
Kadang ada kondisi khusus misalnya:
a. Setelah nikah belum sempat berhubungan tetapi pasangannya sudah meninggal,
b. Pasangannya nggak/belum mau diajak g*tuan,
c. Belum boleh g*tuan misal nunggu pasangannya lulus dulu,
d. Nikah kilat, belum sempat berhubungan sudah keburu cerai

Single itu sendirian, entah separated, entah break sama pacar, entah nggak punya pacar, pokoknya sendirian.

Jomlo artinya belum punya pasangan/pacar.

Belum menikah ya semua kondisi yang belum menikah: jomlo masuk, perjaka yang belum menikah masuk, duda masuk, punya pacar masuk, bahkan yang udah lamaran pun masuk. Wong belum nikah kok.

2. "Keluar/makan/ketemuan yuk" 
Ini nggak selalu berarti naksir/kencan/kamu pacarnya, keluar doang nemenin makan.
Jangan GR. Itu baru mau mengenali/penjajakan or malah nemeni ngobrol aja. Nggak ada spesialnya.

3. Pada profilnya tertulis mencari "kencan" vs mencari "pernikahan"
Ini beda banget ya. Malahan, "kencan" itu konotasinya lebih ke ML.

4. "Kamu cantik"
Ya artinya dia mengakui kecantikanmu, bukan berarti atau belum tentu dia suka/cinta kamu. Hanya memuji.

5. "Aku ingin kamu tinggal bersamaku"
Ini bule biasanya suka ketipu. Artinya ya tinggal serumah aja, bukan berarti Si Pria akan menikahinya.

6. "Aku ingin punya anak darimu"
Ini apalagi. Salah satu modus bad boy luar negeri untuk ngajak ML pasangannya. Artinya bukan tentang nikah ya. Belum tentu.

7. "Aku cinta kamu"
Iya aku cinta kamu tapi bukan berarti aku nggak punya pasangan, bukan berarti aku mau/akan nikahin kamu. Aku hanya cinta kamu. Beda. Belum tentu.

8. "Aku nggak akan ninggalin kamu"
Iya mungkin bener nggak ninggalin, tapi belum tentu sebagai pasanganmu. 

9. Ingin menikah vs siap menikah
Ingin menikah saja belum tentu punya kesiapan menikah. Begitupun sebaliknya, siap sih nikah tapi belum tentu ingin menikah. Harus siap nikah sekaligus ingin nikah dan bersedia untuk nikah segera setelah cocok.


11 Maret 2021

Review Buku "You Lost Him At Hello"


Dilihat dari covernya, judulnya menarik ya. Kreatif dan unik. "You Lost Him At Hello." Dan yang lebih membuat kepo adalah embel-embel penulisnya sebagai salah satu coach cinta teratas di Amerika. 

Dia cewek dan setauku nih ya kalo coach cinta-coach cinta cowok itu biasanya/kebanyakan bad boy atau player. Kamu bisa mendapatkan perspektif berbeda kalau coach cintanya (dating coach-nya) cewek.

Singkat kata, aku membaca buku ini dan semakin tampaklah kesalahan-kesalahanku saat berinteraksi dengan lawan jenis dalam konteks asmara/cinta. Aku sampai speechless dibuatnya. 

Penulis buku ini menggunakan pendekatan sales cz background dia sebelumnya adalah sales/medrep yang sukses luar biasa padahal saat itu dia pemula/newbie. Dia menerapkan ilmu sales/interpersonalnya tersebut ke kehidupan pribadinya untuk mencari jodoh dan berhasil juga. Lalu dia juga membantu orang-orang yang dikenalnya/orang-orang di sekitarnya dalam meraih kesuksesan dalam penjualan barang mereka maupun dalam "menjual" diri mereka untuk bertemu jodoh. Kemudian dia keluar dari dunia per-sales-an itu dan membuka usaha sebagai dating coach. Hebatnya, usahanya itu dengan cepat berkembang pesat.

Aku sendiri nggak terlalu menikmati membaca buku ini cz font-nya nggak enak dibaca, lay outnya juga nggak bikin enak dibaca, dan ditulis dengan bertele-tele. Iya sih ini berupa story telling dan banyak contoh kasusnya tapi ya nggak sabar aja gitu bacanya. Kayaknya masih bisa diringkas deh. Dan ini halamannya lumayan banyak.

Tapi ya gitu, ini isinya menarik dan penting dan mungkin masih jarang ada cewek yang tahu atau menerapkannya. Isinya itu lengkap memuat segala hal tentang cara mencari dan membuat hubunganmu sukses dengan cowok. Jadi, aku sangat merekomendasikannya untuk kamu baca.

10 Maret 2021

Review Buku "Ignore The Guy, Get The Guy"



Kebanyakan orang pasti pernah merasakan putus cinta. Sakit memang. Apalagi kalau kamu jadi pihak yang diputusin.
Coba ingat-ingat apa responmu dulu saat diputus Si Doi, jangan-jangan responmu termasuk ke dalam "kesalahan-kesalahan yang tak boleh dilakukan" yang ditulis di dalam buku ini.
Soalnya nih ya, pria dan wanita itu merespon secara berbeda. Tindakan-tindakanmu yang mungkin kamu lakukan untuk menunjukkan rasa sayang atau untuk balikan sama dia bisa ditafsirkan berbeda, dan tentunya menghasilkan efek yang berbeda pula.
Buku ini ditulis dengan gaya bahasa story telling. Kamu-kamu yang alergi buku non fiksi kayaknya nggak bakal alergi deh sama yang satu ini. 
Sebagian besar mungkin aslinya kamu sudah paham isinya, tapi kalo pas kejadiannya kan kamu bisa lupa tuh, panik, bundel, dan segala macem, nah buku ini bisa banget ngingetin kamu.
Baca buku ini itu kayak kamu diingetin sahabat cewekmu, "Jangan gini gitu, lakuin gini gitu aja." Dia akan menjagamu dari "too nice", keluguan, kekurangpahaman akan perbedaan gender, dan so pasti kebucinan.
Dia akan bantu kamu tetap bersinar, tetap tegak berdiri, dan cepat pulih dari putus cinta atau patah hatimu. Dia juga ngajarin kamu gimana cara menjadi wanita yang berkelas dan mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu, layak untukmu, dan sesuai dengan kebutuhanmu. Bahkan, dia juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan mantanmu kembali. Atau setidaknya kamu jadi bisa ngukur dia beneran suka nggak sih sama kamu dan bakal balik apa bye-bye selamanya.
Ringan banget bacanya, kayak ngobrol sama sahabat yang care sama kamu.
Dan jangan kuatir, halamannya sedikit kok.
Nggak perlu panjang-panjang, ini sudah cukup layak untuk jadi palu godam untuk dipukulin ke kepalamu biar tetep waras saat putus cinta. Ini cocok banget buat remaja SMP dan SMA, tetapi yang umurnya di atas mereka juga masih banyak kok yang bucin/masih salah merespon. Soal bukunya yang berbahasa Inggris, nggak usah terlalu kuatir, ini pakai bahasa Inggris sederhana. Kemungkinan nggak akan jadi masalah kok buat kamu.

09 Maret 2021

Review Buku "Love Yourself, Pay Yourself First"



Love Yourself, Pay Yourself First. Wah, saya beneran ketipu lho sama judulnya. Gara-garanya itu saya pernah membaca pernyataan serupa tetapi dengan konteks yang berbeda. Di dalam buku yang dulu saya baca itu, pokoknya kita harus bersikap kaya. Setiap mendapat pemasukan, kita menggaji diri kita dulu. Diseneng-senengin. Beli apa yang kita pengen. Nggak boleh ngitung uang sebelum beli, itu kerjaan orang miskin. Semacam itu.

Nah, ternyata buku Love Yourself, Pay Yourself First ini isinya beda jaaauuuuh. Buku ini itu tentang cara mencari dan mengelola uang, tetapi hanya secara garis besar, misalnya tentang mindset-mindsetnya, motivasi-motivasi, faktor pendukung dan penghambat, serta prinsip-prinsipnya.

Kalau kamu cari panduan yang detail step by step, buku ini kurang cocok. Ini lebih general/umum dan jumlah halamannya sedikit. 

Buku ini layout-nya lumayan bikin enak dibaca dan cara menulisnya itu halus. Dia punya keahlian bertutur yang baik. Meskipun secara isi/muatan masih termasuk keras. 

Penulisnya itu praktisi, tepatnya seorang dokter. Dia mengajarkan apa yang berhasil bagi dirinya kepada orang lain. Pendek kata, dia membocorkan rahasianya. 

Seperti apa tuh rahasianya? Baca sendiri ya bukunya.

08 Maret 2021

Review Buku "Manipulation"


Masya Allah. Buku ini super keren. Padat berisi tetapi cukup untuk memberimu bekal tentang segala yang terkait dengan manipulasi.

Kalau kamu pernah membaca bukunya Lundy Bancroft, "Why does he do that?", kamu akan tau betapa ahli Lundy Bancroft dalam membongkar manipulasi-manipulasi yang dilakukan oleh klien-kliennya yang abusive.

Nah, buku "Manipulation" ini adalah buku yang akan membantumu untuk ahli seperti Lundy ini. Di dalamnya ada berbagai teknik manipulasi, siapa target yang disukai oleh para manipulator, dan bagaimana cara mengatasi faktor internal dan eksternal kita agar kita terhindar dari manipulasi.

Kamu tahu, aku buanyak sekali membaca buku-buku psikologi dari berbagai penulis dan mengikuti berbagai akun para ahli di bidang serupa, tetapi jujur aja ya menurutku banyak yang kurang ahli dalam menangani para manipulator.

Jadi, kalau kamu bucin atau sering dimanfaatkan/dibodohi orang lain, ini adalah salah satu buku yang kurekomendasikan untuk kamu baca. 

Akan tetapi, kamu harus kuat ya, cz yang ahli tentang manipulasi sangat minim. Kamu mungkin akan jadi terasing, beda sendiri, dan dicap jahat karena pendapatmu berbeda dengan masyarakat umum. Karena mereka tidak tahu apa yang kamu tahu. Kamu akan bertentangan dengan satu atau beberapa orang dan kadang-kadang itu berat. Sedih dan berat.


07 Maret 2021

Review Buku "The Essentials For Healing Candida & Leaky Gut"


Candida adalah fungi/jamur dalam kelompok ragi/yeast/khamir. Dia adalah salah satu penghuni usus kita. Dia ini bermuka dua. Dalam kondisi seimbang, dia fine2 aja, nggak ganggu kita. Tapiii, kalau dia berlebihan duar langsung deh berubah jadi jahat. 

Ada 2 kondisi utama Candida tersebut bisa berlebihan (Candida overgrowth):

1. Kelebihan gula (gula dalam arti luas ya),

2. Penggunaan antibiotik yang berlebihan

Candida yang berlebihan ini menyebabkan usus mengalami iritasi dan radang, lalu berlubang. Inilah yang dinamakan usus bocor (leaky gut). 

Tadinya hanya nutrien yang akan beredar melalui pembuluh darah tetapi setelah terjadi leaky gut Candida pun ikut masuk bersama dengan toksin-toksin lain, parasit-parasit, makanan-makanan yang tidak tercerna, dan pup/kotoran/feses kita. Jadi, darah kita menjadi kotor bercampur macam-macam tadi lalu mengalir ke seluruh tubuh/berbagai organ tubuh kita dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Gangguan-gangguan tersebut mulai dari gangguan pencernaan, gangguan kulit, gangguan mood, sampai dengan gangguan metabolisme.

Buku ini mini tetapi padat berisi. Dari pengakuan penulisnya,  mereka telah berhasil menyembuhkan berpuluh-puluh ribu penderita Candida overgrowth/leaky gut, sehingga buku ini sangat layak untuk dibaca. Bahasa tulisnya enak kok, ringan dan mengalir, dan masih tergolong to the point, nggak bertele-tele. To the point yang nyaman gitu deh, nggak terlalu kaku juga. Apalagi ini full color, dilengkap dengan gambar-gambar pendukung yang menarik, plus lay out-nya juga oke bikin makin enak untuk dibaca. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan step by step penyembuhan leaky gut-nya berikut resep-resep/menu-menu yang bisa dicoba.

Sekali membaca buku ini ilmu pengetahuan Anda akan langsung kaya. Ini worth it banget. Mengenai terapinya ya coba saja ya cz orang itu kan cocok-cocokan, mungkin terapi yang mereka tawarkan ini bisa meningkatkan kesehatan Anda atau menyembuhkan Anda dari berbagai kompleksitas penyakit yang timbul karena Candida Overgrowth/leaky gut (usus bocor) ini kan alhamdulillah rezeki Anda.


06 Maret 2021

Review Buku "Love Me, Don't Leave Me"



Masalah pengabaian (abandonment) dapat sangat merusak kehidupan asmara dan interaksi umum kita dengan orang lain.

Pengabaian yang berakar dari pengalaman masa kanak-kanak ataupun dewasa menyebabkan munculnya core belief-core belief (keyakinan inti-keyakinan inti) yang kemudian bisa terpicu oleh orang atau situasi tertentu, sehingga memunculkan reaksi pertahanan diri kita. Reaksi tersebut berfungsi untuk melindungi diri kita, tetapi sekaligus membawa efek negatif bagi hubungan kita dengan orang lain (merusak hubungan).

Buku ini termasuk buku yang luar biasa bagus dibaca untuk tema ini. Isinya lengkap, detail, sistematis, step by step, dan mudah dicerna serta dipraktekkan oleh awam. Meskipun masih literatur banget/kayak buku acuan untuk mahasiswa psikologi banget dan masih ada sense/aura paksaan, tetapi masih lumayan enak untuk dibaca kok. 

Di sini dikenalkan juga apa yang terjadi pada orang yang mengalami abandonment, cara mengenali abandonment pada diri sendiri dan orang lain, cara meredam trigger internal dan eksternal, bahkan cara mengenali calon suami/calon jodoh yang tepat agar terwujud healthy relationship/hubungan yang sehat.

Tips-tips yang diberikan buku ini itu di antaranya meliputi journaling, visualisasi, dan ACT. ACT lumayan banyak dibahas. Tak lupa pula penulis berkali-kali berusaha memasukkan sugesti agar abandonment survivor ini mau berubah. 


03 Maret 2021

Review Buku "The 12 Week Year"



Judul buku: The 12 Week Year, get more done in 12 weeks than others do in 12 months.
Penulis: Brian P. Moran & Michael Lennington Wiley.
Penerbit: John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.
Tahun terbit: 2013.
Jumlah halaman: 163 halaman.



Pengen tahu nggak gimana caranya bikin aktivitas yang harusnya baru selesai dalam setahun (12 bulan) bisa selesai hanya dalam waktu 12 minggu (3 bulan)?

Nggak percaya? Ada metodenya dan ada orang-orang yang sudah berhasil menerapkannya.

Hemat waktu, kan? Metode ini akan membantumu mencapai percepatan 4 kali lipat atau bahkan lebih dalam kuantitas maupun kualitasnya.

Aku penasaran sekaligus ngikut saran dari coach Rezza agar jangan nyari buku yang kerja keras, cari buku yang kerja cerdas aja. Aku udah pernah sih baca buku "The 4 hour workweek" dan bukunya Brian Tracy (mungkin yang Eat That Frog- lupa), bukunya Harv Eker yang aku lupa judulnya, dan buku dari penulis Indonesia yang aku juga lupa judulnya. Gak papa sih, pengen aja baca yang lainnya. 

Kamu mungkin pernah membaca, mendengar, atau menonton orang mengajarkan pencapaian goal tahunan. Perencanaan yang dia buat itu akan dipecah-pecah menjadi perencanaan bulanan, lalu dipecah lagi menjadi mingguan, lalu dipecah lagi menjadi harian, atau bahkan yang lebih kecil lagi sampai ke jam dan menitnya. Buku ini agak beda sama yang itu. Penulis mengupas persamaan dan perbedaannya, dan mengapa perencanaan tahunan itu sering gagal mendatangkan hasil sesuai harapan.

Kalau dengan metode 12 minggu ini ia mengklaim potensi berhasilnya akan lebih besar. Ada orang bertipe A (gesit, aktif, agresif), mengaku sangat cocok dan terbantu dengan metode ini. Apalagi, dia orang yang pelupa/kurang memperhatikan detail. 

Buku ini dikemas secara singkat, disajikan dengan font yang lumayan enak dibaca, penggalan pendek per topik yang memudahkan untuk fokus, serta lay out yang lumayan indah dan enak dibaca membuat baca itu jadi nggak berat-berat amat.

Menurutku sih isi buku ini nggak baru karena aku sudah pernah membaca buku-buku di atas dan mirip. Mungkin lebih tepat kalau dibilang modifikasi. Karena aku sudah sering membaca buku-buku serupa, bagiku isinya B. aja. Aku nggak bilang jelek ya atau bilang nggak work metodenya. Aku cuma bilang kalau nggak benar-benar baru. Prinsipnya mirip dengan buku-buku lain yang pernah kubaca. Beda-beda dikit lah ya. Mungkin juga penulis-penulisnya ini memang nemu sendiri, nggak nyontek/menjadikan buku-buku lain referensinya, tapi kebetulan aja sama. Mungkin lho ya. Yang jelas metode yang diajarkan ini tetap layak kamu coba. Siapa tahu kamu lebih cocok dengan metode yang diajarkan oleh penulis buku ini, pasti kamu akan bertumbuh dan berkembang dengan pesat. Yang lain masih kerja, kamu sudah gol berkali-kali dan sudah leha-leha menikmati hasilnya. Kan enak tuh.




01 Maret 2021

Review Buku "The Psychopath Inside"

 


Judul buku: The psychopath inside, a neuroscientist's personal journey into the dark side of the brain.

Penulis: James Fallon

Penerbit: Penguin Group, USA

Tahun terbit: 2013

Jumlah halaman: 166 halaman


Apa yang terjadi ketika seorang peneliti psikopat ternyata dia sendiri psikopat? Jawabannya adalah buku ini, "The Psychopath Inside". Arah risetnya pun berubah menjadi dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dialaminya.

Aku membayangkannya sebagai sesuatu yang pasti berat banget. Susah-susah satu dekade meneliti tentang psikopat eh ternyata dirinya sendiri kecakup.

Jadi buku ini itu adalah pembelaan atau bentuk protes dari seorang psikopat, berdasarkan dirinya sendiri sebagai psikopat dan berdasarkan keahliannya selama bertahun-tahun mendalami seluk-beluk psikopat.

James ini adalah profesor di jurusan psikiatri dan perilaku manusia. Dia ahli otak dengan bidang minat yang luas (tidak spesifik). Pada Oktober 2005 dia membuat paper tentang psikopat pembunuh. Untuk keperluan tersebut dia melakukan scan terhadap dirinya dan beberapa anggota keluarganya secara anonim (nama pemilik otaknya disembunyikan dulu). Maksud hati mau digunakan sebagai kelompok normal (kontrol), ternyata kok ada yang hasil scan otaknya mirip dengan milik psikopat pembunuh tadi, dan yang nggak kalah mengagetkan, otak itu adalah otak James sendiri. "Hah, kok otakku sendiri ternyata. Tydaaaack," mungkin begitu dia terheran-heran.

Mulailah dia melakukan pemberontakan dengan menulis buku ini. Dia menelusuri sejarahnya sejak kecil, menonton film-film tentang psikopat, bertanya kepada ahli-ahli lain tentang psikopat, dan menjelaskan bagaimana sih dia sebagai orang dengan otak mirip psikopat pembunuh itu.

Batinnya berteriak, "Aku nggak gitu kok! Aku punya pernikahan yang bahagia, masa kanak-kanakku juga bahagia. Aku nggak kasar atau manipulatif atau berkomitmen di dalam kriminal berbahaya. Apa aku bukan psikopat? Atau aku perkecualian?"

Lalu dia pun berasumsi, mungkin tergantung hasil tes dia saat tes psikopat. Orang disebut psikopat jika hasil tesnya masuk ke dalam minimal angka 30, tetapi kadang-kadang 25 juga sudah termasuk. Sementara yang hasilnya di bawah itu hanya tergolong psychopath trait, dan yang sadis-sadis dan membunuh-membunuh itu mungkin yang ngepol hasilnya, yang semua pernyataan dalam tesnya masuk semua.

Sandra Brown yang juga ahli tentang psikopat mengatakan bahwa asal dari psikopat itu masih diperdebatkan oleh para ahli, apakah dari genetik, lingkungan/pengasuhan, atau genetik dan diperparah oleh lingkungan atau pengasuhan.

Jika James benar dan katakanlah berasal dari genetika, sementara lingkungan/pengasuhannya baik, maka mungkin saja karena itu efek negatifnya bisa diredam.

Belum selesai sampai di situ, James juga merasa tidak adil jika psikopat dikatakan punya paket kombo dengan narsisme dan Borderline Personality Disorder (BPD).

Unik pokoknya. 

Intinya itu dia seperti teriak-teriak, "Nggak kok, aku nggak gitu," dan "Nggak kok, nggak semua psikopat gitu."

Buku ini ditulis dengan James Fallon sebagai subyek dan ahli psikopat sekaligus.

Semenarik apa sih bukunya? Kepo nggak sama kisah perjalanan hidup James dan pembelaan-pembelaannya?

Kalau penasaran baca aja bukunya ya. Nggak terlalu banyak kok halamannya.