16 Januari 2021

Lakukan Ini Saat Awal Banget Mengalami Gejala Covid

Suatu hari aku tiba-tiba mengalami perasaan nggak enak banget di dada. Rasanya beda dengan penyakit atau gejala penyakit lain yang pernah kualami sebelum-sebelumnya. 
Aku memang nggak tes, tapi kuduga itu Covid. 
Napas itu pendek-pendek dan sangat susah. Boro-boro beraktivitas, bernapas aja susah. Itu di dada aja, hidung dll nggak bermasalah. 
Aku jadi menduga mungkin gara-gara dapat virus dari sekumpulan orang termasuk tetanggaku yang asyik nggak pakai masker saat belanja.
Aku lalu berikhtiar dengan apa pun yang kubisa. Kebetulan aku juga mengikuti banyak akun kesehatan dan suka mendalami kesehatan, jadi ada di antara postingan-postingan tersebut yang kucoba.
Ini yang awaaaal banget ya, aku nggak tau kalau Covidnya sudah parah apa bisa atau perlu perlakuan lain.

Ini ya lakukan seperti di bawah ini:

1. Optimasi kelenjar timus untuk meningkatkan imunitas.

Diketuk-ketuk seperti di video ini kan lumayan sakit ya, tapi harus dilakukan sesering mungkin. Kalau sakit ya istirahat dulu, lalu lanjut lagi.



2. Chest Physiotherapy (CPT)
Ini untuk mengencerkan lendir di paru-paru.
Kalo nggak ada yang "nggebluki" punggungmu, digebluki sendiri aja ya. Aku dulu juga nggebluki punggungku sendiri.



3. Minum jus jambu biji merah kental



Aku habis 2 gelas lalu alhamdulillah sembuh sempurna, tapi nggak sekali minum kan aku kurus. Sekarang segelas dan besoknya segelas.
Kalau kamu nggak punya penyakit yang menyebabkan dilarang untuk mengkonsumsi jambu biji merah (misal diabetes kan ga boleh), kamu coba aja.
Pada kasusku, ketiga cara ini berhasil membuatku pulih, sambil aku mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari yang tidak sehat.

Tapi kamu juga bisa lengkapi dengan ini:

4. Menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih ekstra.
Berkumur, sikat gigi, berkumur air garam/Virgin Coconut Oil (VCO), menggosok lidah, dll.

5. Posisi sujud


6. Jangan makan daging dulu
Virus penyebab Covid kan termasuk jenis virus flu. Flu itu bisa memburuk kalau penderitanya makan daging. So, gak boleh maem daging dulu ya.

7. Memperbaiki kerja hormon (pendekatan hormon/kelenjar pituitari)



8. Mengatasi/mengurangi rasa sakit (pendekatan kelenjar limfa/getah bening dan saraf)



9. Ganti pernapasan dada dengan pernapasan diafragma


10. Membantu pernapasan


Ini meskipun tulisannya asma tapi pada prinsipnya kan sama-sama membantu pernapasan (bekerja pada organ pernapasan, jadi ya coba aja).

Itu dulu ya, kalau banyak-banyak nanti tambah lupa dan males/nggak rutin. Terus terang aku dulu itu terlalu/over dalam riset Covid, sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya, jadi udah bosen banget dan males riset lagi. Plus aku bosenan, pengennya nulis atau belajar macem-macem, nggak Covid mulu.
Ini aja deh sesuai pengalaman dan seingatnya. Soalnya bahannya juga sudah terserak. Nanti kalo lewat lagi mungkin bisa ku-update, tapi nggak janji ya.

Coba dulu ikhtiarkan yang di atas. Semoga kalian juga bisa pulih sepertiku dan lebih sehat. Aamiin.

Aku merekomendasikan ritual ini untuk kalian di rumah/saat perawatan di rumah sakit:

1. Begitu bangun tidur atau mau tidur malam, pokoknya saat mau gosok gigi kamu sekalian kumur VCO atau air garam,

2. Pagi-pagi setelahnya kamu optimasi kelenjar timus, lalu lakukan sesering mungkin kapan saja,

3. Sholat dengan sujud seperti biasa untuk yang muslim,

4. Kalau kamu sekamar berdua mungkin bisa gantian saling memukul punggung dalam chest physiotherapy,

5. Lakukan pernapasan diafragma


Bagi nakes bisa menjadikan ini jadwal rutin:

1. Kalian masuk tiap pagi, sediakan alat kumur VCO atau air garamnya dan pastikan pasien kumur saat itu juga,

2. Kalian dan pasien optimasi timus sama-sama (nakes memandu dan mengoptimasi timusnya sendiri, pasien mengikuti dengan mengoptimasi timus pasien sendiri)

3. Sediakan air putih yang cukup di dekat pasien sehingga pasien mudah menjangkau, tidak malas minum, dan tidak dehidrasi,

4. Lakukan chest physiotherapy terhadap pasien/pasien dengan sesama pasien, atau ingatkan dengan kemunculan Anda secara teratur. Pastikan pasien melakukannya saat itu juga.

5. Ajarkan dan pandu masing-masing pasien cara pernapasan diafragma, lalu suruh mereka melakukannya rutin. Cek pagi, siang, dan malam jangan-jangan mereka balik lagi ke pernapasan dada.

6. Ingatkan yang muslim untuk sholat dengan sujud seperti biasa, sedangkan untuk yang non muslim jangan sebut kata sholat, ajarkan saja posisi sujudnya doang tanpa nama.


Untuk kantor-kantor, sekolah, dll kalian mungkin bisa membuat rutinitas misalnya Senam Bye-Bye Corona dengan gabungan antara optimasi timus (tepuk dada), CPT (tepuk punggung), dan sujud setiap awal masuk kantor/sekolah dan setiap mau pulang kantor/sekolah. Dan lalu akhiri setiap senam dengan pernapasan diafragma bersama-sama. (Agar ingat dan menjadi agak otomatis menggantikan pernapasan dada).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.