19 Januari 2021

Review Buku "Things You Should Already Know about Dating, You Fucking Idiot"


Judul: Things You Should Already Know about Dating, You Fucking Idiot

Penulis: Ben Schwartz & Laura Moses

Penerbit: Hachete Books, New York

Edisi pertama: Oktober 2017

Jumlah halaman: 127 halaman

Genre: nonfiksi-hubungan (relationship)


Seumur-umur, aku menemukan beberapa buku yang judulnya kasar, dan inilah salah satunya. Aku kepo, apa sih isinya kok sampai pembaca di-idiot2in, selain tentu saja karena berhubungan dengan dating/asmara.

Menurutku, buku ini termasuk snackbook. Jumlah halamannya sih memang seratus lebih, tetapi isinya dikit banget, banyak ruang kosongnya. 

Menariknya, buat kamu yang nggak suka baca tulisan, ini layout-nya sangat enak dibaca. Dibuat dalam bentuk gambar-gambar kartun yang besar dan format dialog yang pendek-pendek kamu nggak akan berasa bacanya, tau-tau udah selesai aja.

Buku ini isinya sedikit. Dia membahas tentang masalah sebelum kencan, saat kencan, sesudah kencan, maupun masa depan. Tapi ya gitu deh, mungkin karena yang nulis orang barat/bule, yang konon banyak penganut s*ks sebelum nikahnya, bahasan tentang s*ks dengan pacar/calon pacar dan bahasan tentang tinggal bareng pacar itu lumayan banyak. 

Kalau buat orang Indonesia yang memegang teguh adat ketimuran dan anti s*ks sebelum nikah kurang cocok. Tapi tetep ada bahasan lain juga, berupa prentilan-prentilan terkait tata krama pacaran. 

Baca buku ini kamu mungkin bertanya-tanya, "Masa sih ada orang yang belum tahu masalah gitu (masalah tata krama pacaran)?" Setidaknya begitulah kesanku. Aku tak terlalu menemukan sesuatu yang baru di sana.


18 Januari 2021

Mudah Mengatasi Udunen dengan Habbatussauda

Bisul di daerah pantat (udunen) pasti sangat mengganggu. Menyakitkan juga dan membuat duduk rasanya tidak enak.

Dibuat duduk sakit. Nggak nyaman banget.

Mitosnya sih bisul di pantat (udunen) ini gara-gara menduduki bantal. Padahal, penyebabnya bukan itu. Umumnya bisul disebabkan karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Udunen ini rasanya seperti ada area tertentu yang mengeras (bantat) di bokong, seperti ada benjolan di bawah kulit. Kalau dibuat duduk ya sakit. Mungkin duduknya akan jadi miring-miring karena nggak PW (posisi wenak).

Tapi tenang aku punya solusi mudahnya:

1. Ambil kapsul berisi minyak jinten hitam (habbatussauda), atau bisa juga minyak jintan hitam botolan, pokoknya yang berupa minyak ya. Yang murni jintan hitam, bukan yang campur minyak zaitun lah, campur propolis lah, atau campur-campur lainnya.

Untuk habatusauda, aku suka merek Kamil, kalau kalian terserah. 

2. Ambil 1 kapsul minyak habbatussauda tersebut lalu dibuka,

3. Teteskan minyak dari kapsul habbatussauda tadi ke tisu. Agak tebal ya tisunya biar nggak netes/tembus banget.

4. Tempelkan dan gosok-gosokkan tisu yang sudah mengandung minyak habbatussauda tadi pada udun-mu/bisulmu. Diamkan di pantatmu beberapa saat agar kandungannya meresap.

5. Segera setelah perlakuan, udun/bisul jadi cepat "matang"/ada "mata" bisulnya.

6. Mata bisul itu diplethet/dibledoskan/dikeluarkan dengan memencet pinggiran bisul (daerah di sekitar mata bisul, bukan pas di mata bisulnya ya) dalam keadaan masih tertutup tisu (jangan menyentuh langsung pakai tangan). Pastikan isinya keluar, baik itu darah atau lainnya. 

Pencet terus sampai tidak ada apapun yang bisa keluar lagi (terlihat dari tisunya ya, sudah tidak ada darah lagi yang keluar).


Begitu rangkaian proses ini selesai seketika kalian akan langsung mendingan buat duduk, lebih nyaman. Nggak sakit lagi. Bengkak/benjolan di bawah kulit itu juga mengecil, tetapi mungkin belum pulih sempurna. Butuh proses mungkin.

Bila dirasa perlu, kalian bisa menempelinya lagi dengan tisu yang mengandung habbatussauda hingga beberapa kali sampai benar-benar sembuh, alias mengulanginya secara teratur.

Udunen pun akan cepat pergi.


17 Januari 2021

Waspada Akun Biro jodoh dan Akun Taaruf Online

Ikhtiar jodoh bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui perantaraan mak comblang. 

Kalau dulu mak comblang atau pak comblang mungkin hanya via offline, seiring dengan perkembangan teknologi muncul juga comblang-comblang online baik berupa biro jodoh ataupun biro taaruf. 

Comblang-comblang tersebut ada yang gratis, katanya sih hanya niat membantu, tetapi ada juga yang berbayar alias dibisniskan/dikomersilkan.

Salah satu media yang digunakan oleh comblang tersebut adalah Instagram (IG). Nah, mereka ini mungkin ada yang beneran murni comblang, ada yang mungkin berubah niat di tengah jalan, dan ada pula yang mungkin sejak awal memang modus, yaitu sekadar mengumpulkan follower lalu akunnya dijual.

Kalian yang ikut daftar dan follow atau bahkan ikut memposting data kalian di akun-akun tersebut harus waspada. 

Waspada di sini bisa akunnya tidak aktif lagi tetapi data kalian masih terposting, atau bahkan dijual. Tiba-tiba ada akun yang nama atau postingannya "aneh" ada di daftar/list follower kalian, atau bahkan lewat di beranda kalian. 

Jadi, usahakan cek akun-akun yang kalian follow tersebut secara berkala lalu unfollow kalau akunnya sudah tidak aktif/ganti nama, dan jangan lupa minta data kalian dihapus (itupun kalau adminnya masih bisa dihubungi plus merespon).

Hati-hati ya! 

Nggak semua akun long lasting atau amanah.

16 Januari 2021

Cara Sukses Mendaftar di Aplikasi Mobile JKN

Sulitnya menjadi peserta baru BPJS. Untuk kasusku, BPJS Kesehatan, bukan BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai orang mager-an, aku nyari dulu apakah daftar BPJS itu bisa full melalui online. Apalagi, aku sempat baca tempelan kertas di klinik dekat rumah tentang aplikasi BPJS ini. 

Aplikasinya namanya JKN Mobile. Tadinya aku nggak tahu. Aku ketik aja kata kunci (keyword) "BPJS Kesehatan" dan ternyata yang keluar "JKN Mobile".

Aku sempat monga-mangu alias ragu-ragu daftar apa nggak karena pendaftaran ini berlaku seumur hidup, nggak bisa berhenti, sementara banyak keluhan/komplain dan rating jelek di aplikasi tersebut. Aku juga ragu dengan sistem pembayarannya yang autodebet, "Apa tabunganku akan selalu ada isinya?" Hahaha ... Nggak fleksibel banget.

Tapi berhubung aku butuh untuk cabut (operasi) gigi geraham bungsu (impaksi) dan gigi-gigiku yang nongol di tempat-tempat  yang suka-suka dia ya terpaksa deh daftar. Nggak kuat bok operasi gigi semuanya dengan uang sendiri. Mihilnya minta ampun. 

Mana gigiku banyak yang jelek lagi dan udah semakin besar plus menggesek bagian dalam pipiku (takut luka gitu). Bisa-bisa kerjaku bertahun-tahun habis buat gigi doang. Bahkan, untuk dokter gigi termurah pun masih terlalu mahal untukku. Dan aku juga mempertimbangkan jarak dia yang terlalu jauh. Kalau aku naik ojek motor di musim hujan gini, foto rontgen (panoramic) gigiku terancam kehujanan. Padahal, sama, rontgen itu juga mahal pake banget, dan aku juga ga pengen kembali ke sana, karena perlakuannya nggak steril. Gigitan giginya untuk foto itu bau banget, nggak disterilkan dulu, wastafel juga mati. Duh, njijik'i plus bahaya banget di masa-masa Covid seperti ini. Udah gitu nunggunya juga lama, kalau pulang dulu jadi ongkos lagi deh.

Singkatnya, akhirnya aku daftar JKN Mobile dan beneran, dengdong. Apa yang kutakutkan terjadi. Pendaftaranku gagal pada tahap mengisi autodebet. Hang. Proses itu sudah mencapai 80%-an. Hampir sukses.
Ternyata gagal.

Oh ya, sebelumnya aku sudah siap-siap KK juga barangkali ada isian KK atau untuk difotokopi kalau memang terpaksa harus datang ke kantornya (offline). Ternyata nggak butuh. So simple.

Pada saat proses pengisian aplikasi itu, itu kan ada keterangan puanjang-puanjang, itu sempat ku-SS (Screenshoot). Aku masih ngarep prosesnya bisa online doang, nggak perlu datang ke kantor BPJS-nya.

Cara pertamaku adalah ikut instruksi, katanya harus masuk ke web BPJS lalu pilih opsi pengaduan. Ternyata ini nggak ada orangnya, hanya berisi tanya-jawab, dan nggak kutemukan solusi dari masalahku di sana. 

Trus aku coba-coba masuk ke medsosnya, yang menurut instruksi hanya diperuntukkan untuk masalah OTP. Aku nyoba aja, walau masalahku bukan OTP. Pertama ke IG-nya, yaitu @BPJSKesehatan_RI. Namun, sayang inbox-nya tertutup, alias nggak bisa dikirimi pesan. Nggak nerima pesan. 

Trus aku menuju Twitter mereka @BPJSKesehatanRI. Di sinilah solusi itu kudapat. Lumayan cepat balasannya, walau CS-nya ganti-ganti terus. Di situ aku cerita gagal daftarku lalu CS meminta dataku yang berupa:
1. No. NIK KTP,
2. Nama lengkap, dan 
3. Tanggal lahir
Sudah deh.

Trus aku dikirimi nomer BPJS ku dan tanggal aku wajib membayar pertama kali. Aku kan daftarnya kemarin, 15 Januari, pertama bayar itu 29 Januari (minimal 14 hari setelah tanggal daftar) sampai tanggal berapa gitu aku lupa. 

Jadi, misal aku bayar awal banget, yaitu tanggal 29 Januari, BPJS-ku ya baru aktif dan baru bisa kupakai mulai tanggal 29 Januari.

Buat kalian yang peserta BPJS Mandiri sepertiku, aslinya aturannya bayarnya itu otomatis via autodebet bank. Berhubung sistem/aplikasinya masih error, jadi bayarnya manual dulu (tidak autodebet). 

Sesimpel itu. Padahal, aku sempat was-was dengan status keanggotaan yang menggantung, takut nggak bisa pakai tapi bayar doang. Trus ada juga komen-komen yang harus ke kantor BPJS, ada juga yang bilang dilarang ke kantornya karena Corona, ada juga yang ngerasa dipingpong. Aduh, aku pusing. Mungkin mereka generasi tua yang dikit-dikit harus datang langsung ke kantor. Banyak yang marah-marah pada kolom komentar aplikasi tersebut.

Untuk itulah aku bikin tulisan ini. Simpel kok, cuma nyiapin KTP dan milih faskes 1.

Untuk tahap selanjutnya aku nggak tahu ya. Nunggu tanggal pembayarannya dibuka dulu, nunggu aku bayar dulu dan nyoba pakainya.

Oke deh, selamat mencoba.

SEMOGA BERHASIL. 


Lakukan Ini Saat Awal Banget Mengalami Gejala Covid

Suatu hari aku tiba-tiba mengalami perasaan nggak enak banget di dada. Rasanya beda dengan penyakit atau gejala penyakit lain yang pernah kualami sebelum-sebelumnya. 
Aku memang nggak tes, tapi kuduga itu Covid. 
Napas itu pendek-pendek dan sangat susah. Boro-boro beraktivitas, bernapas aja susah. Itu di dada aja, hidung dll nggak bermasalah. 
Aku jadi menduga mungkin gara-gara dapat virus dari sekumpulan orang termasuk tetanggaku yang asyik nggak pakai masker saat belanja.
Aku lalu berikhtiar dengan apa pun yang kubisa. Kebetulan aku juga mengikuti banyak akun kesehatan dan suka mendalami kesehatan, jadi ada di antara postingan-postingan tersebut yang kucoba.
Ini yang awaaaal banget ya, aku nggak tau kalau Covidnya sudah parah apa bisa atau perlu perlakuan lain.

Ini ya lakukan seperti di bawah ini:

1. Optimasi kelenjar timus untuk meningkatkan imunitas.

Diketuk-ketuk seperti di video ini kan lumayan sakit ya, tapi harus dilakukan sesering mungkin. Kalau sakit ya istirahat dulu, lalu lanjut lagi.



2. Chest Physiotherapy (CPT)
Ini untuk mengencerkan lendir di paru-paru.
Kalo nggak ada yang "nggebluki" punggungmu, digebluki sendiri aja ya. Aku dulu juga nggebluki punggungku sendiri.



3. Minum jus jambu biji merah kental



Aku habis 2 gelas lalu alhamdulillah sembuh sempurna, tapi nggak sekali minum kan aku kurus. Sekarang segelas dan besoknya segelas.
Kalau kamu nggak punya penyakit yang menyebabkan dilarang untuk mengkonsumsi jambu biji merah (misal diabetes kan ga boleh), kamu coba aja.
Pada kasusku, ketiga cara ini berhasil membuatku pulih, sambil aku mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari yang tidak sehat.

Tapi kamu juga bisa lengkapi dengan ini:

4. Menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih ekstra.
Berkumur, sikat gigi, berkumur air garam/Virgin Coconut Oil (VCO), menggosok lidah, dll.

5. Posisi sujud


6. Jangan makan daging dulu
Virus penyebab Covid kan termasuk jenis virus flu. Flu itu bisa memburuk kalau penderitanya makan daging. So, gak boleh maem daging dulu ya.

7. Memperbaiki kerja hormon (pendekatan hormon/kelenjar pituitari)



8. Mengatasi/mengurangi rasa sakit (pendekatan kelenjar limfa/getah bening dan saraf)



9. Ganti pernapasan dada dengan pernapasan diafragma


10. Membantu pernapasan


Ini meskipun tulisannya asma tapi pada prinsipnya kan sama-sama membantu pernapasan (bekerja pada organ pernapasan, jadi ya coba aja).

Itu dulu ya, kalau banyak-banyak nanti tambah lupa dan males/nggak rutin. Terus terang aku dulu itu terlalu/over dalam riset Covid, sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya, jadi udah bosen banget dan males riset lagi. Plus aku bosenan, pengennya nulis atau belajar macem-macem, nggak Covid mulu.
Ini aja deh sesuai pengalaman dan seingatnya. Soalnya bahannya juga sudah terserak. Nanti kalo lewat lagi mungkin bisa ku-update, tapi nggak janji ya.

Coba dulu ikhtiarkan yang di atas. Semoga kalian juga bisa pulih sepertiku dan lebih sehat. Aamiin.

Aku merekomendasikan ritual ini untuk kalian di rumah/saat perawatan di rumah sakit:

1. Begitu bangun tidur atau mau tidur malam, pokoknya saat mau gosok gigi kamu sekalian kumur VCO atau air garam,

2. Pagi-pagi setelahnya kamu optimasi kelenjar timus, lalu lakukan sesering mungkin kapan saja,

3. Sholat dengan sujud seperti biasa untuk yang muslim,

4. Kalau kamu sekamar berdua mungkin bisa gantian saling memukul punggung dalam chest physiotherapy,

5. Lakukan pernapasan diafragma


Bagi nakes bisa menjadikan ini jadwal rutin:

1. Kalian masuk tiap pagi, sediakan alat kumur VCO atau air garamnya dan pastikan pasien kumur saat itu juga,

2. Kalian dan pasien optimasi timus sama-sama (nakes memandu dan mengoptimasi timusnya sendiri, pasien mengikuti dengan mengoptimasi timus pasien sendiri)

3. Sediakan air putih yang cukup di dekat pasien sehingga pasien mudah menjangkau, tidak malas minum, dan tidak dehidrasi,

4. Lakukan chest physiotherapy terhadap pasien/pasien dengan sesama pasien, atau ingatkan dengan kemunculan Anda secara teratur. Pastikan pasien melakukannya saat itu juga.

5. Ajarkan dan pandu masing-masing pasien cara pernapasan diafragma, lalu suruh mereka melakukannya rutin. Cek pagi, siang, dan malam jangan-jangan mereka balik lagi ke pernapasan dada.

6. Ingatkan yang muslim untuk sholat dengan sujud seperti biasa, sedangkan untuk yang non muslim jangan sebut kata sholat, ajarkan saja posisi sujudnya doang tanpa nama.


Untuk kantor-kantor, sekolah, dll kalian mungkin bisa membuat rutinitas misalnya Senam Bye-Bye Corona dengan gabungan antara optimasi timus (tepuk dada), CPT (tepuk punggung), dan sujud setiap awal masuk kantor/sekolah dan setiap mau pulang kantor/sekolah. Dan lalu akhiri setiap senam dengan pernapasan diafragma bersama-sama. (Agar ingat dan menjadi agak otomatis menggantikan pernapasan dada).



15 Januari 2021

Manusia yang Semakin Kurang Manusiawi

Di saat persaingan antara manusia dan robot/mesin semakin ketat, bukannya manusia menjadi semakin manusiawi tetapi malah menjadi semakin kayak robot. Sisi manusiawinya malah berkurang.
Aneh.
Mereka semakin tergesa-gesa, semakin jauh dari kehidupan nyata, dan semakin kurang feel and touch-nya.
Segalanya hanya tentang target, jadwal, kecepatan, dan lain-lain. Semakin lama semakin jarang bertemu muka, semakin "face to face" itu tidak berharga.
Sekarang ya sama tetangga dekat aja suka telponan/wa-an, sementara sama tetangga jauh suka nitip-nitip doang sama tetangga yang lebih dekat dengan tetangga tujuan (dari kiriman tersebut).
Kalo beli-beli itu bukan dia yang dia yang keluar dari rumahnya tapi penjual kelilingnya yang "mempersembahkan" barang dagangannya ke depan pagar pemilik rumah tersebut.
Lalu loper-loper yang lempar-lempar koran sembarangan. (Eits ga usa protes ya, cz ada loper yang sopan dan ga ngelempar lho. Yang lempar2 itu emang attitude-nya jelek).
Pas dulu aku jual pulsa juga gitu, bayar doang trus ngilang, belum juga kukasih kembalian, maunya disuruh nganter gitu ke rumahnya. 
Trus tetangga lain juga kalo jualan/ngasih barang itu suka nggantungin di pager, bahkan walo keliatan aku sebagai yang punya rumah.
Kayak susah banget gitu ketemu muka sama muka.
Ada juga kurir2 ekspedisi zaman sekarang yang main lempar atau taruh aja barangnya trus nge-wa yang punya rumah.
Aku sering nemuin di e-commerce itu pembeli tukaran sama penjualnya cz pembeli ngaku gak nerima sementara penjual ngaku sudah ngirim dan ada bukti terimanya. Paling ya gara2 kurir gini ini.
Uda sekarang pembeli ga dapat bukti terima barang, ga ketemu kurirnya pula, kilat gitu ngilangnya.
Pada saat aku ngelesi privat, aku bahkan invisible lho, jarang wali murid yang ada atau ngajak ngobrol perkembangan anaknya gitu. Bahkan, waktu aku jadi guru sekolah, wali murid-wali murid itu nggak akan/enggan ngambil rapor anaknya kalo nggak ada panggung, alias dia cekrek2 anaknya yang sedang tampil.
Banyak hal telah berubah. Orang-orang sudah jarang ketemu, kalopun ketemu bukan tentang rindu, tetapi tentang "kepentingan" antara aku dan kamu. 
Ketemu pun akan tetap tergesa-gesa.
Ketemu pun tidak ramah.
Ketemu pun terpaksa/formalitas saja.
Ketemu pun pandangan masih terpaku pada HP masing-masing. 
Sungguh aneh.
Kalau manusia benar-benar takut tersaingi oleh robot/mesin, seharusnya manusia menjadi semakin manusiawi, bukan sebaliknya, menjadi semakin mirip robot. 
Tentu saja yang ori akan selalu menang.
Kalo ke-ori-anmu berkurang atau bahkan hilang, siap2 aja kalah.

14 Januari 2021

Kajian Online Vs Kajian Offline

Ikut kajian online atau offline ya enaknya?

Benarkah ikut kajian itu harus datang langsung dan tidak boleh via online?

Kalau menurut saya, nggak juga sih. Teknologi kan sudah semakin berkembang ya dan kita tidak boleh anti terhadap teknologi.
Nggak sampai saklek bilang "nggak boleh" gitu. Yah fleksibel aja, bagaimanapun kajian online itu juga ada manfaatnya.
Pada saat orang-orang fokus banget ke HP melulu, ya itu kajian dimasukkan HP juga gitu. Setidaknya siraman rohaninya masih masuk, yang didengar maupun dilihat masih positif.
Jangan terlalu antipati lah dengan dunia online, pada beberapa kasus itu bisa membantu kok.

Agar lebih jelas saya tuliskan perbandingannya ya:

PERSAMAAN:

1. Mendapat ilmu dan pahala menuntut ilmu,

2. Dimudahkan jalannya menuju surga,

Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

3. Seluruh penghuni langit dan bumi akan memintakan ampun bagi Si Ahli Ilmu tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, 
"Seluruh apa yang ada di langit dan di bumi akan memintakan ampunan bagi seorang ahli ilmu, begitu juga ikan yang ada di tengah lautan. Keutamaan seorang pemilik ilmu dibandingkan orang yang gemar beribadah seperti keutamaan diriku dibanding orang yang paling rendah dari kalian." Kemudian Rasulullah melanjutkan, sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi, semut dalam lubangnya, sampai ikan, mereka bersalawat (mendoakan) kebaikan bagi para pengajar manusia. (HR. At-Tirmidzi)

4. Menjadi pewaris nabi

Rasulullah SAW. bersabda,
"Keutamaan orang alim ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mau mengambilnya, sesungguhnya dia telah mengambil bagian yang sempurna." (HR. Ahmad)

5. Terlindungi dari azab Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: ”Dunia ini terkutuk dengan segala isinya kecuali dzikrullah (taat kepada Allah) dan yang serupa itu, berilmu dan penuntut ilmu.” (HR At Tirmidzi).


6. Menjadi umat terbaik

Rasulullah SAW bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).

 

7. Berkumpul dengan yang dicintai di akhirat

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang dicintai di dunia.” (HR Muslim).


PERBEDAAN
 
KAJIAN ONLINE:
 
1. Bisa menjangkau lokasi yang lebih luas,
Misalnya daerah terpencil, minim dai, belum ada masjid, dll.
2. Mungkin bisa lebih ringan bagi orang yang futur/sedang malas/sedang imannya lemah,
3. Memudahkan orang-orang dengan kondisi khusus agar tetap bisa mendengarkan ceramah, misalnya orang yang sedang kerja/sibuk, orang sakit, orang lemah, orang cacat, dll.
4. Kadang tidak bisa mengakses full isi ceramahnya (terpotong),
5. Tidak bisa tanya langsung, kecuali sedang live.
6. Mudah mengakses dan membandingkan ceramah-ceramah dari berbagai ustaz.
7. Netizen/warganet suka ikut campur kalau kita merespon/bertanya pada ustaz/pemosting materi kajian tersebut, lalu rawan terjadi debat antar pengikut masing-masing ustaz tersebut atau bertengkar.

Bisa kita lihat sendiri pada poin-poin di atas, ada juga sisi positifnya. Akan tetapi, sebisa mungkin itu bersifat pelengkap saja karena mengikuti kajian offline/dengan datang langsung lebih banyak keutamaannya, di antaranya sebagai berikut:
 
 
KAJIAN OFFLINE (datang langsung ke masjid/majelis ilmu):
 
1. Biasanya di kajian itu dekat waktu sholat, jadi sekalian sholat berjamaah dan sholat di awal waktu,
 
2. Dicatat sebagai orang yang shalat hingga kembali ke rumah 
Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu), maka selama ia berada di majelis ilmu dan selama ada di masjid, ia terus dicatat sebagai orang yang sedang shalat hingga kembali ke rumah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi masjid, maka ia terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia melakukan seperti ini. (kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan jari-jarinya)” (HR. Al Hakim no. 744, Ibnu Khuzaimah, no. 437, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/101).

Tasybik adalah menjalin jari-jemari.

3.  Menghapuskan dosa dan meningkatkan derajatnya

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya. (HR. Muslim no. 666)

4. Amalannya dicatat di 'illiyyin

Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu) hingga waktu shalat selanjutnya (semisal pengajian antara Maghrib dan Isya), maka amalan kebaikannya di masjid terus dicatat di ‘illiyyin.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Seorang yang setelah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap di sana hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) di antara keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin” (HR. Abu Daud no. 1288, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah:

Catatan amal di ‘illiyyin adalah catatan amal yang tidak akan rusak dan tidak akan dibuka hingga hari kiamat, tersimpan awet, tidak akan terkurangi sedikit pun."

5. Sebagai tempat untuk bersilaturahim,

6. Seolah berada di taman surga dan saat berada di sana seolah-olah duduk bersama Allah dan Nabi Muhammad

Dalam kitab Al Mu’jam al-Kabir diceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

"Apabila melewati taman surga, hendaklah kamu duduk di situ dan istirahatlah di situ."

Para sahabat lantas bertanya, "Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud taman surga itu?"

Nabi Muhammad saw menjawab, "Ialah majelis-majelis ilmu. Barang siapa yang duduk bersama ulama, maka dia duduk bersamaku. Dan barang siapa yang duduk bersamaku, seakan-akan dia duduk bersama Allah." (HR. Thabrani).

7. Mendapat pahala orang yang melakukan haji dengan sempurna

Rasulullah SAW bersabda,

Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna.” (HR.As-Suyuthi).

8.  Disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya." (HR. Muslim no. 2699)

9. Merupakan jihad fisabilillah

Orang yang berangkat ke masjid untuk menuntut ilmu syar’i dianggap sebagai jihad fi sabilillah. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban no. 87, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid, 69).

10. Diridhoi malaikat

Rasulullah SAW bersabda, “Dan sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya kepada para penuntut ilmu karena ridha atas apa yang telah dilakukan.”

11. Bisa mengakses full isi ceramahnya, sekaligus tanya-jawab langsung.

Bagaimana? Menggiurkan bukan keutamaannya.

Jelas beda ya.

Tinggal pilih saja, mau dapat sedikit kebaikan atau banyak kebaikan?



Sumber:

Akurat.co

Dalamislam.com

Muslim.or.id

Www.percikaniman.org