27 November 2020

Cara Mengenali Indikasi Pengobatan Alternatif Mesum

 Kita mungkin heran, kok bisa ya Si "Ini" dan Si "Itu" menjadi korban pengobatan alternatif mesum alias cabul. 

Saya pun coba menganalisisnya.


Pengobatan alternatif mesum ada banyak macamnya:

1. Memakai kontak fisik vs tidak memakai kontak fisik,

2. Memakai kekuatan gaib (jin, sihir, dan sebagainya) vs tidak memakai kekuatan gaib,

3. Dengan kesadaran vs tidak dengan kesadaran,

4. Dengan paksaan vs tanpa paksaan/sukarela,

5. Jarak dekat (offline) vs jarak jauh (online).


Jadi, saya analisis secara umum saja. 

Anda harus waspada kalau menemukan hal-hal berikut:


1. Terapis (saya seragamkan saja dengan istilah terapis ya)-nya cenderung bicara searah dan Anda tidak boleh memotong atau bertanya di tengah saat dia menjelaskan sesuatu,


2. Cenderung memaksa/tergesa-gesa harus saat itu juga,


3. Mengatakan bahwa penyakit atau gangguan yang Anda alami sangat parah,


4. Kalau di dunia nyata, cenderung berhubungan dengan prosesi berdua saja atau tempat sepi,


5. Kalau di dunia maya/jarak jauh, cenderung melibatkan video call, waktu tengah malam, dan headset.

Video call tentu agar bisa melihat hal-hal mesum dari Anda yang diinginkannya. Waktu tengah malam agar sepi dan pengaruh sugesti menguat karena alam bawah sadar terbuka. Headset kemungkinan agar instruksi dengan suara kecil darinya bisa terdengar jelas.

Ya namanya juga perbuatan bejat, biasanya suka sepi-sepi.


6. Cenderung melibatkan miras, narkoba, obat tidur/penenang, obat perangsang, pelet/pengasihan, dan semacamnya,


7. Aktivitas favoritnya dalam menerapi biasanya berhubungan dengan memperlihatkan aurat/menyentuh aurat (misal mandi, pijat, dan lain-lain),


8. Cenderung melibatkan penanaman sugesti yang kuat,


9. Masalah yang sangat berpotensi untuk menjadi tujuan dari pelecehan, di antaranya: masalah yang berhubungan dengan kelamin dan rahim (masalah jodoh, anak/sulit mendapat keturunan, pasangan hidup, penyakit, dan sebagainya), diganggu jin/sihir, buang sial, pembersihan diri, dan sebagainya.


10. Cenderung menyuruh aneh-aneh,


11. Mencampur yang benar (haq) dan yang salah (bathil),

Jadi, Anda mungkin tahu sebagiannya benar, tetapi sebagian lagi tidak jelas.


Yah, kemungkinan 11 hal itu sangat perlu diwaspadai. Kalau Anda sudah menemukan satu atau beberapa hal di atas, telitilah baik-baik. Jangan lupa pula untuk memiliki kesadaran pikiran penuh agar tidak termakan efek sugestinya.


Untuk semakin meminimalkan risiko Anda menjadi korban, sebisa mungkin:

1. Sertakan selalu mahram saat prosesi pengobatan berlangsung, 

2. Mintalah pendapat beberapa orang lain yang cerdas dan logis dan bukan fans berat dunia klenik, 

3. Jangan gelap-gelapan, sepi-sepian, malam-malam, menunjukkan aurat/dipegang sembarangan, atau bermudah-mudahan melakukan hal-hal yang ganjil,

4. Kalau dirasa tidak logis, coba cari tahu dulu info lengkapnya dan hati-hatilah.

Semoga kita semua dijauhkan dari menjadi korban perilaku buruk tersebut. Aamiin.

 




26 November 2020

Kumpulan Definisi dalam Islam

 Definisi itu bukanlah sesuatu yang personal, atau setidaknya tidak semuanya personal, atau boleh dibuat-buat sendiri.


Bila Anda muslim, definisi Anda harus mengacu pada Al Quran dan hadits. 

Mengapa demikian?

1. Karena begitu banyaknya definisi di muka bumi ini.

Masing-masing orang bisa membuat sendiri sesuai kepentingan, keinginan, pemikiran, atau kebutuhannya. 

Anda akan bingung kalau tidak memiliki acuan. 

Mana yang benar?


2. Karena manusia itu ciptaan/makhluk.

Yang lebih mengetahui diri kita adalah Allah, pencipta kita: apa yang baik/berakibat baik dan apa yang buruk/berakibat buruk. 

Semua itu ada aturannya di dalam Al Quran dan hadits, ijma', qiyas, dan lainnya.


Suatu hari saya membaca postingan mengenai konsep diri, mana yang benar: mengutamakan diri sendiri dulu atau orang lain dulu?

Ada pula yang semacam itu, berupa konsep memberi dan menerima. Bisa tidak kamu mencintai orang lain jika kamu belum/kurang mencintai dirimu sendiri?


Saya merenung, membandingkan keduanya berdasarkan segala yang pernah saya pelajari dan ketahui. Teringatlah saya akan beberapa (hadits?) (yang intinya):


1. Ketika Umar bin Khaththab mengatakan akan mencintai Rasulullah setelah cinta Umar terhadap dirinya sendiri, saat itu Rasulullah membantah, "Keliru, harusnya cinta padaku (Rasulullah) dulu baru terhadap diri masing-masing." (Ditulis dengan redaksi saya sendiri).


2. Tidak sempurna iman seseorang sebelum mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri.


3. Orang Islam itu bagaikan satu tubuh. Jika yang satu sakit, yang lain ikut merasakannya.

Lalu saya tambahkan yang ke-4 dari ayat Al Quran:

4. Allah tidak menciptakan manusia selain untuk beribadah kepada-Nya (dan Allah tidak ingin manusia menyekutukan-Nya dengan apa pun, baik berupa orang, harta, jabatan, atau lainnya).


Dari situ saya simpulkan:

1. Cinta pertama dan utama hanyalah pada Allah.

Mengapa kita harus menempatkan cinta pada Allah di urutan pertama? 

Alasannya seperti di atas: karena kita hamba-Nya. 


2. Rasulullah


Rasulullah ada di urutan ke-2. Mengapa?

Karena Rasulullah sangat memikirkan kita, umatnya. Beliau berkorban banyak untuk kita dan peduli kita sampai akhir hayatnya, bahkan sampai di akhirat nanti. 


3. Diri sendiri

Sesuai kecenderungan manusia dan kepatutan.


4. Orang lain

Kita memperlakukan diri kita sebaik mungkin baru kita memperlakukan orang lain dengan perlakuan terbaik seperti apa yang kita lakukan terhadap diri sendiri.


Serupa itu, ada banyak definisi yang beredar dan diyakini masyarakat tetapi salah. 

Untuk memudahkan Anda semua, saya telah merangkumkan beberapa definisi yang benar untuk Anda.


Kumpulan definisi dalam Islam:

1. Syirik

"Ih sirik aja sih, Lu."

Di masyarakat sirik artinya iri, padahal syirik artinya menyekutukan Allah.


2. Bisu

Inilah arti sebenarnya dari bisu.



3. Mandul

Definisi mandul bukanlah tidak punya anak, tetapi orang yang anaknya tidak bisa memberikan kemanfaatan baginya setelah ia meninggal.


4. Kuat

Definisi kuat adalah mampu mengendalikan hawa nafsu ketika marah/tidak pemarah.


5. Lemah 

Lemah ada banyak definisinya, antara lain: 

a. Pemarah,

Mengapa orang pemarah itu lemah?

Marah itu:

- Salah satunya identik dengan takut,

- Mudah dimasuki/dikendalikan setan,

- Mudah sakit, karena marah sangat merusak tubuh,

- Mudah dikendalikan manusia lain, tidak mampu berpikir jernih, dll.


b. Malas berdoa,

c. Tidak mampu istighfar minimal (70/100?) kali per hari. 

(maaf lupa-lupa ingat: yang tidak mampu istighfar kalau tidak salah (70/100? kali) per hari) dikatakan Rasulullah sebagai lemah).


Namun, di antara semua definisi lemah, yang paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa.


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan hadits, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ

Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam” (HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi. Syaikh al-Albaani rahimahullah menilainya berderajat shahih. Lihat ash-Shahihah no.601 dan Shahiihul Jaami no.1044).


Karena kekuatan ada bersama Allah dan kita memohonnya melalui perantaraan doa.


6. Kaya

Definisi kaya yang sebenarnya bukanlah kaya harta, tetapi kaya hati.


7. Bakhil/pelit/kikir

Definisi bakhil antara lain:

a. Bakhil harta, seperti yang umum kita ketahui,

b. Bakhil kebaikan/non harta, misalnya kikir memberi salam dan kikir menjawab shalawat/bershalawat.


Di antara pelaku bakhil kebaikan terburuk adalah orang yang bakhil memberi salam.


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan hadits, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ

Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam” (HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi. Syaikh al-Albaani rahimahullah menilainya berderajat shahih. Lihat ash-Shahihah no.601 dan Shahiihul Jaami no.1044).




8. Cerdas

Definisi orang yang paling cerdas bukanlah orang yang paling berakal, tetapi orang yang paling banyak mengingat mati dan mempersiapkan diri atasnya.


9. Sombong

Definisi sombong sering disalahartikan sebagai memakai/memiliki barang mahal/bagus (pamer, berlebih-lebihan/boros), PD, bangga dan lain-lain.

Padahal, sombong adalah tidak mau menerima kebenaran dan menghina orang lain.


10. Pencuri terburuk

Pencuri terburuk adalah orang yang "mencuri" dalam sholatnya, yaitu tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya. 

Bahkan, gara-gara ini ada orang yang sholat sudah puluhan tahun tetapi tidak diterima sholatnya.


11. Idol/Idola

Idol artinya yang dipuja/disembah. Jadi, idolanya muslim adalah Allah, bukan artis atau lainnya. Nabi pun bukan idola, tetapi uswah/panutan/teladan.


12. Buta

Buta artinya orang yang suka berbuat zalim dalam pemerintahan.




13. Buta-tuli

Buta-tuli artinya orang yang suka bangga dan sombong dengan amalnya.


14. Lalai


15. Safar (bepergian)

Safar bukanlah sarana hepi-hepi atau melepas penat, melainkan bagian dari azab/siksaan.


16. Harta/rezeki

Rezeki tidaklah sama dengan gaji atau seluruh kepemilikan kita. 




Apa-apa yang kita dapatkan belum menjadi rezeki/harta kita sebelum ada di tangan kita/kita manfaatkan. 

Namun, harta terbaik adalah hati yang selalu bersyukur, lisan yang banyak berzikir, dan istri sholihah yang membantu suaminya dalam urusan akhirat.



17. Bangkrut



18. Kebahagiaan

19. Munafik

Kadang saya berpikir/merenung, apakah tulisan bisa juga dianggap kata-kata (dalam bentuk tertulis). Jika iya, pasti lebih banyak lagi orang yang terjatuh ke dalam definisi ini.

Berbohong/berdusta merupakan salah satu dosa besar, sampai-sampai bohong untuk bercanda/agar orang lain tertawa juga tidak boleh.

Saya pikir ini sangat baik, terutama dalam meningkatkan kredibilitas. Allah ingin membuat orang Islam itu sangat terpercaya dan terhormat. 


Sementara itu dulu ya. 

Hingga saat ini blog ini masih "hidup", artinya kalau saya menemukan perubahan atau tambahan, artikel-artikel dalam blog ini masih bisa saya perbaiki atau sempurnakan lagi.


Jangan salah definisi lagi ya!









21 November 2020

Ciri-Ciri Pengobatan Alternatif yang Berbahaya

 Pak, Buk, Mbak-Mbak, dan Mas-Mas perhatikan isi tulisan saya ini baik-baik ya, terutama buat ortu-ortu. Saya beri penegasan di awal tulisan karena memang amat sangat penting dan bisa fatal akibatnya.


Bagi kalian yang sakit atau punya keluarga yang sakit atau punya masalah hidup lainnya, hati-hati saat datang ke tempat pengobatan alternatif. Terutama yang berhubungan dengan penyembuhan ya, karena kalau kalian atau keluarga sakit mungkin akan tidak sabar, berobat/berikhtiar apa pun asal sembuh, mengikuti saran siapa pun asal sembuh. 


Pengobatan alternatif yang saya maksud di sini adalah yang berhubungan dengan gaib-gaib. Nah, orangnya/pengobatnya kadang bisa berkedok rohaniawan misalnya ustaz atau kiai (padahal bukan), bisa juga berkedok "ilmu putih", atau jelas-jelas mengatakan dirinya dukun, orang pintar, paranormal, menggunakan "ilmu hitam", indigo, dan sebagainya. 


Orang yang sakit, baik medis maupun non medis tidak jadi sembuh sakitnya, tetapi malah parah. 

Tadinya mungkin dia asli menderita penyakit medis, tetapi karena kebodohan/kengeyelan dari orang yang ngajak berobat ke pengobatan alternatif tadi akhirnya dia jadi kena non medis juga. Tubuhnya jadi dimasuki/diganggu jin-jin dan semacamnya. Semakin dia berpindah dari satu pengobatan alternatif ke pengobatan alternatif yang lain, semakin banyak jin-jin yang akan menghuni tubuhnya atau mengganggunya. Semakin banyak jin-jin yang mengganggunya, semakin dia lemah dan semakin  berpotensi untuk jauh dari Tuhan/agama. 


Jin-jin itu akan membawa pada kemalasan, keburukan, dan memberati tubuhmu. Dan asal kamu tahu ya, tidak ada bantuan yang gratis. Ada harga yang harus dibayar oleh pasien atau keluarganya tersebut. 


Nah, kalau kamu ikut mengajak orang lain ke pengobat alternatif itu juga, artinya kamu menjerumuskan orang lain dan membuat kondisinya memburuk, terutama agamanya, karena hal ini dekat pada kesyirikan. Orang itu sudah sulit untuk "memiliki" dirinya sendiri karena sudah dikendalikan oleh jin-jin/dukun-dukun tersebut.


Pernah tidak dengar orang bicara "Orang itu penyakitnya 2, medis dan non medis"? Salah satu kemungkinannya ya itu tadi, dia aslinya sakit medis tapi berobat ke alternatif jadi ditunggangi jin juga.


Meskipun tidak selalu tampak jelas, tetapi ada ciri-ciri tertentu yang bisa membantumu untuk memutuskan "Fix, saya nggak mau berobat ke sana, nggak mau berobat dengan cara itu." 


Ciri-ciri tersebut adalah:


1. Jelas-jelas menulis segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu hitam di iklannya, spanduknya, dan sebagainya. Ada kata santet, teluh, susuk, dan sebagainya.


2. Ada semacam kaligrafi (semacam ya, saya tidak bilang kaligrafi pasti ada isinya) yang kamu tidak tahu artinya, misalnya sebagai hiasan dindingnya. Tidak semua kaligrafi sih, tapi lebih baik waspada. 


3. Berhubungan dengan bunga-bunga, misalnya kamboja.


4. Berhubungan dengan rajah, hizib, mantra, dan sebagainya. Terserah mau ditulis di kertas kek, telur kek, atau lainnya. 


5. Berhubungan dengan ritual/perintah aneh, misalnya mandi tengah malam, memperlihatkan aurat di depan lawan jenis, dan sebagainya.


6. Kamu melihat sesuatu semacam magic atau kesurupan di sana, sesuatu yang tidak normal, pokoknya aneh/ga wajar untuk orang normal atau auranya nggak enak tapi kamu nggak tau kenapa, nggak bisa memastikan.


7. Kamu harus lebih mewaspadai kalau pengobatnya merokok atau aura wajahnya horor, ada kemenyan-kemenyan, menggunakan tenaga dalam, berkata kalau dia punya barang yang "ada isinya", atau ada musik aneh gitu deh misal semacam musiknya (reog?). Pokoknya seperti musik tradisional yang bernuansa magis.


8. Berhubungan dengan pengorbanan terutama yang hitam-hitam, misal ayam cemani.


9. Hati-hati dengan tulisan/bacaan yang kamu tidak tahu. Kadang-kadang itu campuran antara yang benar dan yang batil, misalnya ayat surat tertentu dicampur dengan bacaan yang kamu tidak tahu atau ayat surat dipotong-potong dan disambung dengan sesuatu yang kamu tidak tahu atau adanya nama-nama yang kamu tidak tahu (bisa jadi itu namanya jin/setan).


10. Berhubungan dengan jimat, susuk, khodam, dan sebagainya.


11. Berhubungan dengan aktivitas aneh, misalnya mengambil sesuatu dari jembatan, membuang sesuatu ke jembatan, dan semacamnya.


Yah, setidaknya ada 11 itu untuk hal-hal samarnya. 

Untuk hal-hal yang jelas-jelas seperti "nggak boleh sholat", "melihat aurat", "puasa tanpa berbuka", atau batasan halal-haram yang jelas lainnya kalian sudah saya anggap tahu sendiri ya jadi tidak perlu ditulis.


Sekali lagi saya ingatkan, HATI-HATI. Jangan sampai kalian menjerumuskan diri sendiri, keluarga, atau orang-orang yang kalian sayangi.


12 November 2020

Kasus Covid-19 Tak Kunjung Tuntas, Gula Pasir Jadi Sorotan

 


Kasus Covid yang tak kunjung tuntas membuat kita perlu menyoroti kembali mengenai masalah gaya hidup. Sebab, sulitnya penanganan kasus Covid di Indonesia terutama disebabkan karena tingkat penularan Covid yang tinggi, terlambatnya pasien dibawa ke rumah sakit, dan adanya komorbid (penyakit penyerta) serta orang-orang yang rentan/dalam kondisi lemah (misalnya lansia dan ibu hamil), bukan karena virus Corona baru (SarCov-2) itu sendiri.



Memang ada kasus penderita yang murni meninggal karena Covid-19, tetapi itu sangat minim. Seperti data kumulatif Dinkes Surabaya misalnya, per tanggal 28 Juli 2020, sekitar 90 persen kasus penderita Covid-19 yang meninggal adalah karena komorbid.




Dilansir dari Suarajatim.id, 18 April 2020, Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menjelaskan, dari 48 pasien meninggal di Jawa Timur, hanya 2 yang kematiannya murni karena Covid-19. Begitupun di Italia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memaparkan data di Italia menunjukkan 99 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia memiliki penyakit lain. Lebih dari 75 persen memiliki hipertensi, 35 persen memiliki diabetes, dan 33 persen memiliki penyakit jantung (cnbcindonesia.com, 15 April 2020).



Penderita Covid dengan komorbid sendiri sulit untuk dipastikan kematiannya karena Covidnya atau komorbidnya, karena mustahil melakukan otopsi atasnya. Otopsi hanya dapat dilakukan jika seseorang meninggal secara tidak wajar.





Namun, saya hampir-hampir yakin bahwa itu memang karena komorbidnya dan kondisi fisiknya yang lemah. Salah satu buktinya adalah seperti termuat dalam berita detik.com, 31 Agustus 2020, dari 99 dokter yang meninggal terpapar virus Corona di Indonesia, 27 di antaranya dari Jawa Timur, dan yang terbanyak dari Surabaya. Ketua IDI Jatim, dr Sutrisno SpOG, sendiri yang menjelaskan bahwa mayoritas dokter yang meninggal tadi adalah karena komorbid atau faktor usia. Bahkan, dari 27 dokter di Jatim yang meninggal karena terinfeksi Covid-19 kebanyakan tidak menangani pasien Corona secara langsung, melainkan pasien biasa/bukan pasien Covid-19.



 

Penyakit Akibat Gaya Hidup di Indonesia

 



Hingga kini, Indonesia masih memiliki triple burden of malnutrition (tiga beban malnutrisi), yaitu gizi berlebih (obesitas), gizi kurang (stunting, kurus, berat badan kurang, atau gizi buruk), dan defisiensi gizi mikro (kekurangan asupan, penyerapan atau penggunaan satu atau lebih vitamin dan mineral). Sialnya lagi, orang bisa kelebihan berat badan sekaligus kurang gizi pada saat yang sama.



Gangguan-gangguan tersebut, misalnya obesitas, bisa terbawa sampai dewasa. Padahal, obesitas dapat meningkatkan risiko penderitanya terjangkit berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, stroke, kanker, penyakit kardiovaskular, dan sebagainya. Penyakit-penyakit tidak menular ini justru berisiko lebih tinggi terhadap kematian.



Di Indonesia pada masa akhir Orde Baru saja tahun 1996/1997 di ibukota seluruh provinsi Indonesia menunjukkan bahwa 8,1% penduduk laki-laki dewasa (>=18 tahun) mengalami overweight (BMI 25- 27) dan 6.8% mengalami obesitas, 10,5% penduduk wanita dewasa mengalami overweight dan 13,5% mengalami obesitas. Pada kelompok umur 40-49 tahun overweight maupun obesitas mencapai puncaknya yaitu masing-masing 24,4% dan 23% pada laki-laki dan 30,4% dan 43% pada wanita. Sementara itu, saat ini di kawasan Asia Pasifik, jumlah kasus obesitas pada orang dewasa meningkat.



Mengacu pada hal tersebut, apakah mengherankan jika saat ini banyak orang meninggal karena Covid?

 

Diabetes sebagai Komorbid Utama Covid-19

 


Komorbid utama dalam kasus meninggalnya pasien Covid di Surabaya adalah diabetes tipe 2 (T2DM/Type 2 diabetes mellitus), disusul dengan hipertensi dan jantung. Meskipun demikian, ada juga penyakit lain yang bisa menjadi komorbid seperti asma, ginjal, gangguan pernapasan kronis, dan TBC.



Komorbid diabetes ini sangat berbahaya karena dapat melemahkan sistem imun, menimbulkan komplikasi yang lebih parah, serta menyebabkan tingginya risiko kematian pada penderita Covid.






Pada tahun 2007, Health Data melansir, diabetes merupakan penyebab kematian tertinggi ke-6 di Indonesia. Bahkan, posisinya melesat ke peringkat ke-3 pada tahun 2017. Prevalensi penyakit diabetes ini kemudian naik dari 6,9% menjadi 8,5% per tahun 2018.

Diabetesnya sendiri sudah mematikan. Orang yang menderita diabetes, angka harapan hidupnya akan berkurang 5 hingga 10 tahun. Jadi, wajar apabila setelah penderita diabetes terinfeksi virus Corona, risiko kematiannya juga tinggi.

Untuk diketahui, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Indonesia mengalami peningkatan dalam prevalansi penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi masyarakat Indonesia. Penyakit Tidak Menular (PTM) penyebab kematian tertinggi tersebut tidak jauh-jauh dari komorbid-komorbid utama dalam Covid-19, seperti diabetes mellitus, stroke, gagal ginjal kronis, dan kanker.

 

Rokok Disayang, Nyawa Melayang

 

Selanjutnya adalah rokok. Rokok masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Bukan penyebab langsung sih, tetapi merupakan faktor risiko utama. Perokok memiliki risiko tertinggi untuk menderita penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi seperti hipertensi, jantung, kanker, stroke, penyakit pernapasan (misalnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik/PPOK), atau lainnya. Merokok menyebabkan 20% kematian akibat kanker dan 70% kematian akibat kanker paru-paru di dunia.

 

Meningkatnya Jumlah Penderita Diabetes dan Hipertensi Setiap Tahunnya

 


Hipertensi dan diabetes merupakan dua penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahun. Kalau sudah terkena hipertensi orang akan mudah terkena stroke, jantung, gagal ginjal, dan mengalami berbagai kerusakan organ tubuh. Begitupun diabetes, penderitanya akan rawan terkena stroke, penyakit jantung, ginjal, mata, dan kerusakan berbagai organ tubuh lainnya.

Sehubungan dengan Covid-19 dan peningkatan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia, rokok tentu menjadi sorotan utama. Itu PR kita. Selain itu, saya menawarkan solusi jangka panjang berupa perbaikan konsumsi gula. Ini adalah One Thing saya, yaitu perubahan kecil dari Tiny Habits, yang terkesan remeh, tetapi konsisten dan diterapkan sungguh-sungguh.

Masyarakat sendiri tidak benar-benar bandel atau cuek kesehatannya, atau setidaknya mereka tidak sepenuhnya begitu. Ingat tidak ketika pada awal-awal muncul wacana tentang vitamin C dan jambu merah, keduanya habis di pasaran atau menjadi susah ditemukan. Beri mereka kuncinya dan kadang mereka akan mencarinya sendiri.



Saya itu menyayangkan ketika Pemprov Jatim mengadakan Lumbung Pangan-nya, mengapa pangan-pangan di situ adalah pangan-pangan yang tidak sehat, hanya harganya yang mungkin lebih murah. Padahal, di situ pemerintah bisa melakukan intervensi terselubung untuk memaksakan gaya hidup sehat di masyarakat. Jadi, saat masyarakat butuh pangan dan kesehatan secara bersamaan, kita bisa “memaksakan” pangan sehat kepada mereka.

Saya tidak akan jauh-jauh membahas gula-gula pada snack/camilan atau minuman bersoda misalnya. Gula/pemanis sehari-hari saja lah ayo mulai kita ganti dengan yang lebih sehat. Bila memungkinkan sih, gula pasir sepenuhnya ditiadakan saja, ganti dengan gula yang lebih sehat, tetapi jadikan harganya murah (ramah di kantong).

Kalau kita mau membahas hal-hal lain lagi seperti meningkatnya kasus leaky gut (usus bocor) dan autoimun, gula juga pengaruh lho. Ya tidak usahlah solusinya terlalu fantastis, bertahap saja dari gula dulu misalnya, karena dari One Thing yang membaik dapat merembet pada membaiknya hal lain juga.

Sebagai alternatif pemanis pengganti gula pasir, ada sirup maple, madu, kurma, gula kelapa, dan sebagainya. Baik orang sehat, apalagi yang sudah sakit Covid atau lainnya, pilih pemanis yang lebih sehat.

Terus, menurut hemat saya, yang lebih butuh untuk isolasi adalah orang-orang rawan tadi. Kalau tidak penting-penting amat, kalau bisa tidak keluar, tidak ke kerumunan, atau mungkin dilokalisasi lebih baik. Ya ke tempat yang sepi-sepi aja begitu, yang jarang orangnya. Apalagi, buat yang sudah sakit tapi suka bandel melanggar pantangan dll wah jangan banget keluar atau ketemu/kumpul orang sembarangan. Diukur sendiri gitu ya kondisi tubuhnya.

Dalam buku Factfulness, Hans Rosling dan Ola Rosling menjelaskan, terdapat 6 risiko global yang harus kita khawatirkan, yaitu:

1.   Pandemik global,

2.   Keruntuhan keuangan (financial collaps),

3.   Perang dunia III,

4.   Perubahan iklim,

5.   Kemiskinan ekstrem, dan

6.   Tidak diketahui.

Pandemi flu adalah yang paling sering datang. Jadi, tak ada jalan lain kecuali kita harus lebih mempersiapkan diri menyambutnya. Gampangnya begini, kalau virus yang datang lebih kuat, ya kita harus lebih kuat lagi. Kalau pandemi akan datang tiap tahun atau tiap beberapa tahun ya kita harus lebih siap lagi.

02 November 2020

Uang Panas dan Judi Terselubung Zaman Modern

 Seiring perkembangan zaman perbuatan dosa pun makin kreatif. Tidak selalu sevulgar dulu tetapi makin implisit atau abu-abu.


Sulit bagi kita untuk mendapatkan/melakukan sesuatu yang benar-benar "bersih", tetapi setidaknya kita meminimalkan yang buruk-buruk atau abu-abu tadi.


Bagaimanapun, rezeki kita akan membentuk darah dan daging kita dan mempengaruhi akhlak kita, orang-orang yang kita nafkahi (termasuk yg mungkin kita beri, kita hadiahi, atau mengkonsumsi sajian kita), dan kemudahan kita dalam beribadah (dan mungkin juga dalam menjauhi maksiat).


Saya akan membahas sekilas mengenai hal-hal yang terkait/rawan/saya curigai judi, riba, dan permainan uang atau uang haram lainnya.


Ciri utama judi atau riba biasanya adalah untung-untungan atau memberi hasil yang fantastis, meskipun tidak selalu.


Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda waspadai:


1. Game judi online yang terang-terangan memuat kata-kata yang mengindikasikan judi, misalnya mengandung kata judi, togel, kasino, dan sebagainya,


2. Game online biasa tapi kalau sudah pakai uang, koin, dan sebagainya misalnya untuk membeli nyawa, perangkat, senjata, dll agar bisa menang dan pemenangnya dapat hadiah/diundi.

Game online biasa ini modelnya banyak sekali yg menurut saya termasuk judi, termasuk game Sh*pee,


3. Event-event berbayar, misalnya lomba menulis berbayar (yg hadiahnya full dari uang peserta), jantung sehat berbayar (yg hadiahnya/doorprize-nya full dari uang peserta), dan semacamnya,


4. Kuis interaktif di TV atau semacamnya, termasuk yang sms sebanyak-banyaknya terus nanti dihubungi penyelenggara kuis secara acak. Biasanya terutama ada di acara audisi-audisian walaupun ada juga yang berupa iklan yang langsung produknya/bukan audisi,


5. Money game, MLM, ponzi, arisan berantai, MMM, dan semacamnya,


6. Pekerja yang minta-minta uang untuk pekerjaan yang sebenarnya masih termasuk job description-nya. 


7. Perjalanan dinas, rapat kantor, atau hal-hal lain yang fiktif terkait pekerjaan, (kebohongan dalam dunia kerja demi mendapat uang), dan lain-lain.


8. Bitcoin dan semacamnya,

9. Arisan simpan pinjam,

10. Trading Forex/saham 

Trading Forex ini meskipun seingat saya dihukumi halal tetapi bagi saya abu-abu dan cenderung "No", berdasarkan cerita pengalaman seseorang yang pernah bekerja di bidang tersebut. Ini bagi saya ya, lebih baik menghindari hal yang meragukan.


Tentunya masih banyak contoh lainnya.


Kalau bahaya bank atau bunga bank dan pembayaran-pembayaran via online masih agak sulit kita hindari. Saya pernah membaca info terkait itu tetapi secara terpisah. Bahannya terserak, jadi materinya susah ditemukan lagi. Yah walaupun pendapat orang tentang hukum bunga bank itu beda-beda, tetapi terkait kreditnya itu memang menyimpan bahaya yang sangat besar.


Berhubung ini blog jadi saya tulis biasa saja, nggak perlu yang detail banget atau gimana-gimana terkait sumbernya atau penulisannya yang harus ilmiah banget gitu kayak skripsi. 

Intinya berbagi pengetahuan untuk menghindari hal-hal semacam di atas itu.