22 Oktober 2019

Indozone, Bacaan Cerdas Menuju Generasi Berkualitas


Indozone, Bacaan Cerdas Menuju Generasi Berkualitas

Bagi saya, berselancar di dunia maya itu ibarat berada di luar angkasa dengan sebuah lubang hitam di dekatnya. Siapapun warganet yang tak memiliki tujuan jelas akan tersedot oleh lubang hitam itu menuju ke dunia yang “tanpa batas”. Lalu mereka terperangkap dan melayang-layang di dalamnya. Sebutan tanpa batas ini saya pilih karena memang sulit bagi kita untuk menemukan batasnya. Di antara derasnya arus informasi yang ada, pintar-pintarnya kitalah untuk menyeleksi konten mana yang terbaik dan mendukung tujuan kita. 

Yang jarang disadari oleh warganet, penggunaan teknologi informasi secara berlebihan seperti ponsel, email, pesan cepat, dan internet bisa menyebabkan bahaya yang oleh Jeffrey Haas dinamakan infomania. Infomania adalah suatu penyakit yang dapat menguras otak kita. Jeffrey Haas telah menulis mengenai sebuah penelitian di Inggris bahwa berlebihan dalam menggunakan teknologi bisa lebih mengganggu dan membahayakan ketajaman mental seseorang daripada mengisap ganja. Hasil riset dari Institut Psikiatri di Universitas London menyimpulkan, penggunaan teknologi secara berlebihan selain dapat menurunkan fokus juga dapat menurunkan IQ sebesar 10 tingkat karenanya. 

Selain itu, warganet hendaknya mengetahui pula efek multitasking bagi otak. Ketika kita membuka banyak tab/jendela internet secara bersamaan sejatinya kita telah melakukan multitasking. Padahal, multitasking itu sendiri tidak baik karena dapat menyebabkan inefisiensi dan stres, sirkuit pendek proses memori, pseudo-ADD, sulit berfokus pada masa kini, pikiran mudah dikacaukan, serta rusaknya memori jangka pendek. 

Nah, di sini, tidak hanya lamanya berinternet yang harus kita cermati, melainkan juga tekniknya. Setelah kejelasan tujuan, kemampuan warganet untuk fokus sangat dibutuhkan. Meskipun tampak sederhana, tak semua orang sanggup melakukannya. Misalnya ketika kita mencari artikel tentang X lalu sepintas melihat artikel lain yang menarik, maka kita akan tergerak untuk membuka artikel baru tadi. Lalu perhatian kita pun terpecah; sehingga waktu, tenaga, dan uang yang dibutuhkan juga semakin bertambah.

Tak bisa dimungkiri, orang berinternet dengan tujuan bermacam-macam. Sebagian warganet bertujuan mencari informasi, sedangkan sebagian lainnya ingin menambah pengetahuan atau mencari hiburan. Hal itu boleh-boleh saja dan tidak harus sama dari waktu ke waktu. Seperti saya misalnya, saya bisa mengunjungi situs tertentu pada satu waktu untuk mencari informasi, lalu beralih ke situs hiburan beberapa saat kemudian. 


Suatu hari saya menemukan sebuah situs yang menarik, INDOZONE namanya. Begitu melihat-lihat isinya saya pun takjub, semuanya ada di sini. Mau bacaan yang menarik, penting, terkini, hangat (hot), unik, sampai yang menghibur ada di Indozone ini. Dari artikel nasional sampai yang internasional juga ada di sini. Rasanya sangat hemat energi tidak perlu pindah ke situs lain berkali-kali, browsing lagi dan lagi. Apalagi Indozone juga dilengkapi dengan infografik dan videografik, cocok sekali bagi mereka yang kurang suka membaca atau membutuhkan waktu lebih cepat untuk mengakses informasi.

Tadinya, saya tidak tahu kalau Indozone menyasar generasi milenial (gen Y) dan generasi Z. Kebetulan saya sendiri termasuk generasi milenial dan suka dengan website ini. Artikel-artikel di Indozone ini menurut saya sesuai bagi pria maupun wanita pada generasi milenial maupun Z tadi. Untuk pria, Indozone menyediakan bahasan mengenai game, teknologi (tech), sepakbola (soccer), otomotif, dan olahraga (sport); sedangkan untuk para wanita mereka memanjakannya dengan artikel tentang makanan (food), kecantikan (beauty), kehidupan (life), kesehatan (health), dan film (movie). Nah, kalau saya sendiri, saya lebih suka topik tentang fakta dan mitos, FYI, #kamuharustau, insight, life, health, news, dan popular. Terutama fakta dan mitos, topik ini bisa memuaskan rasa penasaran saya, serta FYI yang isinya unik dan didesain agar enak dibaca.

Yah, seperti itu. Itulah mengapa tak mengherankan jika Indozone menyebut dirinya sebagai “The Most Engaging Media For Millenials and Gen-Z”. Saya akui website ini baik dalam menggabungkan karakter dari generasi milenial dan Z yang berbeda tadi ke dalam suatu sajian yang disukai keduanya. Terbukti hanya dalam waktu 5 tahun, sejak ia pertama kali hadir di internet 18 September 2014 melalui instagram, jumlah penggemarnya kini sudah luar biasa. Sebagai gambarannya kita bisa melihat follower media sosialnya. Jumlah follower instagram Indozone kini sudah mencapai 3,7 juta, follower facebook 2,1 juta, sedangkan jumlah follower twitternya sudah menembus 1,8 juta. Bahkan, di dalam 2017-2018 Best Nine Indozone berhasil meraih peringkat pertama Indonesia Instagram Account.

Keren, bukan? Bagi kalian yang belum tahu website ini, coba diintip dulu di sini: www.indozone.id, pasti akan jatuh cinta. 

Indozone, Bacaan Cerdas Menuju Generasi Berkualitas

Terakhir, saya ingatkan lagi, kita memang sudah menemukan website yang baik dan variatif kontennya. Sudah hemat energi dengan tidak harus mencari kesana kemari, browsing lagi dan lagi. Namun, untuk menghindari bahaya buruk infomania dan multitasking, membukanya tetap satu-satu ya, jangan beberapa tab/jendela sekaligus. Selain itu, jangan lupa pula untuk bijak dalam menggunakan waktu. Cermatlah dalam memilih konten yang hendak dibaca. Prioritaskan konten yang mendukung tujuan kita.