30 Juli 2017

Bingung Berbisnis? Bisnis Ini Aja



Bingung Berbisnis? Bisnis Ini Aja
 Bingung
Sumber: Pixabay (by Geralt)

Berbagai peluang bisnis menanti kita. Tinggal kitanya yang mampu menangkap peluang tersebut atau tidak. Biarpun negara krisis, bisnis tertentu tidak harus ikut krisis. Pandai-pandailah melihat peluang agar bisnis yang digeluti nanti bisa sukses dalam kondisi apapun.

Berbicara mengenai peluang usaha, beberapa bisnis berikut bisa menjadi pertimbangan Anda:

1.    Bisnis mengkudu
Buah dengan nama latin Morinda citrifolia ini potensial untuk bisnis. Pasalnya, selain dalam waktu setahun sudah bisa berbuah, ia juga tidak mengenal musim, produktif dalam berbuah, perawatannya tidak manja, serta tidak mudah terserang hama dan penyakit. Setahun setelah ditanam, mengkudu sudah berbuah dan bisa dipanen seminggu sekali.

2.    Bisnis rumput laut
Budidaya rumput laut lebih menguntungkan daripada bandeng. Budidaya rumput laut di tambak hasilnya nyaris 3 kali lipat lebih besar, karena layak ekspor. Apalagi, ganggang ini bisa dikembangkan bersamaan dengan bandeng dalam tambak yang sama.
Bisnis ini sangat menggiurkan karena eksportir kita masih kelabakan memenuhi pesanan dari luar negeri yang jumlahnya sampai puluhan ton per tahun. Apalagi, nyaris tak ada pengeluaran dalam budidaya rumput laut, kecuali membeli bibit di awal pembenihan. Itupun cuma sekali di awal pembenihan.

3.    Bisnis jamur tiram
Jamur tiram potensial karena dikonsumsi secara luas, mulai dari kalangan bawah hingga atas. Jamur ini sangat digemari oleh Cina, Jepang, dan Korea baik sebagai sayur, makanan tambahan, maupun obat dari berbagai penyakit.

4.    Bisnis tanaman hidroponik
Hidroponik artinya bertanam tanpa tanah. Media yang digunakan adalah air yang sudah dilengkapi dengan nutrien (zat gizi yang siap dicerna tanaman). Keunggulan dari metode ini adalah hemat lahan, buah lebih berkualitas (berukuran lebih besar, lebih lezat dan manis, serta warnanya tajam), berbuah tak kenal musim, dan kebersihan terjaga.

5.    Bisnis florist (rangkaian bunga)
Bisnis ini sudah seperti kebutuhan bagi orang-orang tertentu, misalnya untuk acara kematian dan pernikahan. Kunci sukses berbisnis florist adalah punya jaringan dan mitra bisnis luas, baik dengan petani bunga atau dengan pelanggan.
Di dalam bisnis ini, yang lebih diminati terutama adalah paket bunga segar.

6.    Bisnis perkutut jawara
Perkutut yang menang lomba harganya bisa menjadi sangat mahal. Bahkan, telur dari perkutut yang menang tadi harganya juga ikut mahal. Bila tujuannya untuk lomba, pilihlah anakan (piyik) perkutut jantan. Dapatkan dari perkutut yang sering mencetak juara. Akan tetapi, jika ingin berbisnis ini Anda harus jeli mendengarkan panjang pendeknya suara angin dari burung tersebut, dan tahu cara mengajarinya agar menang.

7.    Bisnis gelatik perak
Burung gelatik perak merupakan blasteran dari gelatik Jawa dan Belanda. Burung ini dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai burung yang membawa hoki kalau dipelihara di rumah. Bagi dunia pengobatan pun, konon jantung dan hatinya bisa digunakan sebagai obat penyakit jantung dan kanker ganas. Kicauannya juga merdu, tak kalah dari gelatik Jawa. Tetapi hanya yang jantan yang berkicau, yang betina nyaris tidak mengeluarkan bunyi.
Pemeliharaan burung ini tidak manja, asal tidak telat dalam memberi makan dan minum, dipelihara di tempat teduh, serta dijauhkan dari kebisingan.
Dalam setahun, gelatik perak bisa menghasilkan 8 pasang burung baru. Padahal, usia produktif untuk bertelur antara 6-8 tahunan.

8.    Bisnis cucakrawa
Cucakrawa banyak diburu oleh para pecinta burung di luar negeri. Ia disukai karena suaranya indah, merdu, nyaring, dan iramanya menarik. Tapi, tak semua cucakrawa suaranya indah dan merdu.
Bila Anda berminat dengan bisnis ini, pilihlah induk yang berkualitas baik, suara dan nadanya bagus, volume dan iramanya baik, daya jelajah jauh, tak mempunyai cacat, serta sehat dan siap kawin.
Dalam setahun, sepasang induk akan menghasilkan anak 22 ekor. Wow, banyak sekali ya!

9.    Bisnis lovebirds
Lovebirds, burung indah yang mampu menirukan suara manusia layaknya beo. Ia bisa mengerik, mencicit, dan mengeluarkan rentetan bunyi-bunyian yang berbeda. Selain itu, ia juga bisa dilatih untuk bergaya dan beraksi sesuai keinginan pemiliknya. Misalnya, untuk menghormat, menari, melompat-lompat kecil, dan semacamnya. Itulah yang membuat harganya mahal. Apalagi ia susah diternakkan, manja, mudah ngambek, dan gampang mati. Peminatnya banyak tetapi peternaknya masih sedikit.

10.    Bisnis burung kenari
Dalam setahun burung ini bisa bertelur hingga 15 ekor. Permintaan terhadapnya sangat banyak, tetapi untuk ekspor biasanya minta burung dengan warna seragam.

11.    Bisnis ayam Arab
Keuntungan berbisnis ayam Arab adalah bisa diternakkan dengan sistem baterai maupun postal. Kebutuhan pakannya lebih rendah dibandingkan ayam ras dan siapapun bisa menjadi peternak meskipun dengan modal kecil. Selain itu, ayam Arab juga bisa bertelur terus tanpa mengerami, sehingga produktivitas telurnya bisa banyak. Karena telur ayam Arab dianggap sebagai telur ayam kampung, harga di pasaran juga tergolong tinggi.

Memang produktivitas telur ayam ras dari populasi bisa mencapai 70 persen, sedangkan ayam Arab 60 persen. Tetapi kalau harga telurnya dibandingkan, penghasilan dari ternak ayam Arab lebih menguntungkan.

Meskipun demikian, bisnis ini juga memiliki kelemahan. Harga ayam Arab yang sudah afkir lebih rendah dibandingkan ayam kampung. Warna dagingnya tak bisa kuning seperti ayam kampung sehingga kurang menarik perhatian konsumen. Selain itu, dagingnya lebih ulet dan kurang gurih dibandingkan ayam kampung. Untuk mengatasi hal itu, ayam Arab disilangkan dengan ayam hifa (hasil persilangan ayam ras dengan ayam kampung) yang menghasilkan ayam jeli. Ayam jeli terseut kemudian disilangkan kembali dengan ayam kampung dan menghasilkan ayam kampung yang bisa bertelur tanpa mengerami (dipelihara dengan sistem baterai). Ayam kampung unggul inilah yang bisa mengatasi kelemahan ayam Arab.

12.    Bisnis bebek
Pasar bebek masih sangat luas, baik di dalam negeri maupun diekspor ke Singapura, Jepang, dan Taiwan. Bebek-bebek terus dikandangkan dengan kolam air atau tanpa air sama sekali untuk menaikkan produktivitasnya sekitar 37,5 persen. Hasilnya, produktivitas telur lebih tinggi dan ukuran telur lebih besar.
Bebek-bebek yang mampu bertelur cukup banyak dan secara ekonomis menguntungkan adalah bebek campbel, CV 2000, tegal, alabio, bali, dan mojosari. Jika tujuannya untuk menghasilkan telur konsumsi jangan mencampurkan bebek jantan dengan bebek betina agar tidak rugi.

13.    Bisnis kotoran cacing
Kotoran cacing gelang (lumbercus rubellus) bisa dijual sebagai pupuk mahal yang sangat menyuburkan tanah. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan tidak membutuhkan lahan luas, cukup bak-bak plastik yang disusun dalam rak-rak bertingkat.

14.    Bisnis ulat sutra
Beternak ulat sutera ditujukan untuk mendapatkan kokon yang nantinya dijadikan benang sebagai bahan baku kain sutra. Untuk berbisnis ini Anda butuh beternak murbei juga. Kesuksesan peternak ulat sutra banyak dipengaruhi keberhasilannya di dalam menanam murbei.

15.    Bisnis tikus Jepang dan tikus Cina
Tikus cokelat Jepang merupakan binatang peliharaan di akuarium, sedangkan tikus putih Cina biasa digunakan sebagai hiasan, obyek penelitian, serta makanan ular, biawak, tokek, dan salamander. Keduanya produktivitasnya tinggi, pakannya murah, dan gampang dibiakkan.

16.    Bisnis kambing
Seekor kambing bisa menjadi 33 ekor dalam waktu 40 bulan. Keuntungan yang didapat bisa mencapai 180 persen per tahun. Caranya: memberi makan kambing dengan daun dan biji hermada (jazikikuza), membuat kandang kambing dengan posisi memanjat, dan perawatan telaten. Namun, karena induk birahi dini maka ia tidak begitu sayang kepada anak-anaknya. Di sisi lain, ia sebenarnya kurang siap beranak dan jadi ogah-ogahan menyusui. Akibatnya, peternak harus turun tangan menyusukan susu dengan botol dot ke anak-anak kambing pada minggu-minggu awal dilahirkan.
Bila Anda berminat ternak kambing dengan cara ini, Anda juga harus sekaligus menanam rumput hermada. Karena itu kunci suksesnya.

17.    Bisnis hewan albino
Binatang albino (bule) harganya mahal, tapi sulit didapat. Kecuali jika Anda menguasai ilmu tentang perkawinan silang untuk memproduksi sendiri hewan albino. Jadi, Anda bisa membeli dari orang yang menangkap di alam (tengkulak) atau melakukan penangkaran untuk memperolehnya.

18.    Bisnis biawak dan tokek
Biawak, tokek, dan soalayar biasa diekspor ke Jepang, Korea, dan Amerika sebagai bahan obat-obatan. Untuk tujuan ekspor, sebaiknya binatang-binatang tadi ditangkarkan, bukan mencari di alam bebas. Satu paket dengan usaha ini, Anda sebaiknya menangkar juga tikus putih sebagai makanannya.

19.    Bisnis ikan Tosa
Ikan Tosa bentuknya indah dan harganya terjangkau, jadi peminatnya sangat banyak. Tujuan ekspornya adalah Timur Tengah dan Eropa. Jika ingin berbisnis ini pilihlah induk yang umurnya tidak kurang dari satu tahun, bebas penyakit, dan lincah.

20.    Bisnis ikan Cupang
Selain untuk hiasan pengusir stres, cupang yang jago aduan bisa seharga ratusan ribu. Ikan indah ini sekali bertelur bisa sampai 200-400 butir. Membudidayakan ikan ini hanya membutuhkan lahan sempit dan modal kecil. Ikan cupang terbagi menjadi 2 jenis, yakni cupang hias slayer serit (Betta splendens) dan cupang aduan (Betta imbellis). Cupang hias jantan siripnya panjang dan berwarna-warni, sedangkan cupang aduan mengandalkan gigi dan sisiknya.

21.    Bisnis ikan Discus
Ikan ini biaya pakan dan perawatannya murah, hasilnya pun bisa jutaan, tetapi sayang sangat manja dan gampang mati. Peternak harus benar-benar memperhatikan tingkat keasaman air akuarium dijaga pada pH 5,5-6,2, sistem pengaturan udara harus lancar, dan makanan tidak boleh asal-asalan. Ikan ini sangat sensitif terhadap getaran, suhu air, dan ukuran akuarium.

22.    Bisnis gurami
Bisnis gurami cocok dilakukan di daerah berketinggian 400 meter di atas permukaan air laut. Ia tidak memerlukan debit air yang melimpah, serta cara ternak dan pemasarannya mudah.

23.    Bisnis patin
Ikan patin dagingnya gurih dan pulen, tidak terlalu amis, serta tidak repot memakannya karena tulangnya sedikit.

24.    Bisnis nata de soya
Nata de soya serupa dengan nata de coco tetapi bahan bakunya adalah limbah dari pabrik tahu dan tempe. Makanan ini kandungan seratnya tinggi.

25.    Bisnis bandeng presto
Bandeng presto sangat disukai karena durinya lunak, tidak amis, gurih, dan dagingnya renyah. Sebelum memulai bisnis ini, pastikan Anda mempunyai panci presto listrik sebagai alatnya.

26.    Bisnis keset
Keset berkualitas baik yang terbuat dari daur ulang sabut kelapa ternyata banyak diminati. Namun, keset yang berkualitas jelek juga dijual. Harganya saja yang lebih murah.

27.    Bisnis spanduk politik
Bisnis ini butuh ketepatan waktu dan keahlian melobi petinggi partai. Mereka yang berhasil bisa kaya mendadak bila mendapat order ribuan spanduk dari partai politik.

Bagaimana? Adakah yang menarik minat Anda untuk mencobanya? Atau ingin mencoba bisnis lain? Apapun bisnis yang Anda pilih nantinya pelajarilah dengan sungguh-sungguh agar potensi suksesnya semakin besar.

Selamat mencoba!


Sumber:
Santoso, A.B. 2002. Peluang Bisnis di Tengah Krisis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

28 Juli 2017

Membangun Negara Dimulai dari Pengaturan Jam Kerja



Membangun Negara Dimulai dari Pengaturan Jam Kerja
Jam kerja
Sumber: Pixabay (by Geralt)

Bekerja adalah suatu keharusan sebagai ikhtiar untuk mencari nafkah. Umumnya, waktu kerja seseorang tidak bisa terbilang singkat, belum lagi ditambah lama perjalanan dari rumah ke tempat kerja atau sebaliknya. Organisasi Buruh Internasional (ILO) menetapkan, waktu kerja maksimal adalah 48 jam per pekan. Sedangkan di Indonesia sendiri, Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mensyaratkan 40 jam kerja dalam sepekan. Namun, masih banyak ditemukan orang yang bekerja berlebihan. Sudah lama perjalanan panjang (plus ditambah jalan yang mungkin macet), waktu bekerja panjang, kemungkinan lembur di kantor, dan masih membawa tugas kantor ke rumah, untuk dikerjakan di rumah. Ada pula yang memiliki jam kerja panjang dengan tipe setelah pekerjaan yang satu selesai mengerjakan pekerjaan lain sebagai tambahan (tempat kerja lain), atau setelah kerja ikut orang pulangnya mengurusi bisnis pribadi yang dirintisnya. Akhirnya, waktu itu seperti habis hanya untuk bekerja. Bidang-bidang kehidupan lain tidak atau kurang tersentuh. Hidupnya menjadi tidak seimbang. Ia menjadi nyaris seperti “robot”.

Masih banyak di luar sana tempat kerja yang kurang manusiawi. Di hari-hari kerja normal mereka selalu lembur, di hari libur pun tetap disuruh masuk untuk bekerja, bahkan mungkin ke luar kota. Jangankan memikirkan orang lain, memikirkan diri sendiri (kebutuhan untuk me time) saja tidak bisa. Hanya tentang kerja dan kerja. Perusahaan dan berbagai tempat kerja lain masih sangat banyak yang mementingkan dirinya sendiri dan keuntungan pribadinya. Apalagi, dengan jam kerja panjang itu, seringkali disertai pula dengan beban kerja yang berat, pekerjaan multitasking, under pressure, dan hal-hal semacam itu. Itupun tidak selalu disertai dengan kompensasi yang layak. Seperti perbudakan atau pembodohan gaya baru karena sudah zaman modern. Masih banyak pekerja yang dipandang sebagai obyek saja dan bukan sebagai subyek. Lagipula, tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Berapapun uang akan diberikan, jika tenaga sudah tidak sanggup ya tidak akan berarti. Lebih manusiawi untuk memberi jam istirahat atau bertemu dengan sanak keluarganya. Kesehatan atau nyawa yang hilang belum tentu bisa kembali. Saya sering menemui pekerja over yang akhirnya cacat, entah menjadi sakit ginjal dan harus cuci darah terus, entah stroke dan lumpuh, entah terkena serangan jantung dan mengalami kematian mendadak, atau lainnya. Ya, semua itu tidak bisa kembali. Kesehatan itu sangatlah berharga. Bahkan, hasil kerja seseorang bertahun-tahun bisa habis dalam sekejap untuk membiayai penyakit akibat workaholic (entah karena pribadinya begitu atau karena tuntutan perusahaan). Bisa juga malah kurang. Hasil yang tak sepadan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari jam kerja pendek:

1.    Karena rentang konsentrasi manusia pendek

Menurut K. Anders Ericson, seorang pakar psikologi, kemampuan konsentrasi manusia hanya 4-5 jam. Jika melebihi itu hasil pekerjaannya cenderung datar, memburuk, atau membuat mereka memiliki kebiasaan buruk. 

Berbeda dari Ericson, Leo Widrich dari Buffer bahkan menyebutkan otak hanya mampu berfokus selama 90 hingga 120 menit, baru kemudian istirahat selama 20 hingga 30 menit. Siklus ini bernama Ultradian Rhythm, hadir pada waktu kita bekerja maupun tidur.

2.    Karyawan lebih bahagia dan produktif

Membangun Negara Dimulai dari Pengaturan Jam Kerja
Kelelahan bekerja
Sumber: Pixabay (by Concord90)

Ryan Carson, CEO dari perusahaan teknologi Treehouse menilai karyawannya lebih bahagia dan produktif sejak diterapkannya waktu bekerja 32 jam setiap pekan pada 2006. Dia menganggap bekerja 40 jam seminggu itu tidak manusiawi dan membuat hidup tidak seimbang. Apalagi, pendeknya rentang waktu kerja ini juga tidak membuat Treehouse sulit mendapat untung. 

Riset dari Knot juga menunjukkan hal serupa. Knot mengatakan bahwa orang Jerman dengan waktu kerja 35 jam seminggu merupakan manusia paling produktif sedunia. Hasil pekerjaannya pun lebih maksimal.

Sedangkan Nikkei Asian Review menyatakan bahwa 10 persen peningkatan terhadap jam lembur malah menurunkan 2,4 persen produktivitas kerja di perusahaan manufaktur di Amerika.

3.    Lebih hemat waktu dan tenaga

Karena jam kerja pendek maka pekerja harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk bekerja. Agar tidak mengganggu waktu untuk kegiatan di luar jam kerja.

4.    Terhindar dari stres

Dengan tubuh yang sehat dan bahagia pekerja akan terhindar dari stres. Stres dapat menyebabkan orang cepat lupa, pekerjaan kacau, gangguan emosi, lebih lamban bekerja dan lebih lamban merespon, mudah lelah, membuat keputusan yang tidak tepat, mudah marah, serta mudah terserang penyakit fisik dan mental.

5.    Pelayanan akan lebih baik

Hati yang gembira, istirahat yang cukup, dan tubuh yang lebih sehat membuat pelayanan kepada konsumen menjadi lebih baik. Wajah bisa lebih tersenyum, kata-kata lebih santun, kecepatan pelayanan meningkat, dan lain-lain. Kondisi ini akan berimbas pada kepuasan konsumen dan baiknya citra perusahaan.

6.    Karyawan lebih sehat

Lelah bekerja
Sumber: Pxhere

Jam kerja pendek membuat karyawan mampu mengatur energi dan waktu istirahatnya dengan lebih baik sehingga jarang sakit. Karyawan yang sakit dan tidak masuk kerja itu membuat proses kerja terganggu, beban kerja karyawan lain meningkat, dan lain-lain. Jika karyawan itu masuk dalam keadaan sakit pun berisiko karyawan lain tertular penyakitnya (apabila yang diderita penyakit menular).

Kurang tidur dapat menyebabkan depresi, gangguan daya ingat, kanker, gangguan penyakit kardiovaskular, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Tak jarang perusahaan/orang yang bekerja dengan jam kerja berlebihan menderita penyakit parah, menjadi cacat, atau mati muda. Mereka mengabaikan kondisi fisiknya dengan terus bekerja. Beberapa bahkan memakai suplemen atau semacam doping agar tetap bisa bekerja dan bertenaga. Akhirnya, begitu jatuh sakit langsung parah dan banyak yang berakhir cacat atau kematian.

Kepala riset dari Australian National University, Dr. Huong Dinh, berkata, ”Jam kerja panjang menggerogoti kesehatan mental dan fisik seseorang, karena hanya menyisakan sedikit waktu untuk makan dengan baik dan mengurus diri dengan benar (misalnya melewatkan waktu makan, suka mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, merokok, dan jarang berolahraga)”.  Menurutnya, batas jam kerja maksimal adalah 39 jam dalam seminggu, meskipun pria sebenarnya mampu bekerja hingga 47 jam dalam seminggu. Sedangkan wanita idealnya hanya maksimal 34 jam dalam seminggu.

Sebuah survey terkini di Jepang menyatakan bahwa nyaris seperempat dari seluruh perusahaan Jepang memiliki karyawan yang bekerja lembur melebih 80 jam per bulan, tapi tidak mendapat uang lembur. Dari perusahaan-perusahaan itu, 12 di antaranya punya karyawan yang bekerja lembur lebih dari 100 jam per bulan.

Itu merupakan penyebab terjadinya karoshi, yaitu kematian akibat bekerja berlebihan. Kementerian Perburuhan Jepang mencatat kerja lembur berlebih mengakibatkan 96 pekerja tewas karena sakit, dan 93 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri karena gangguan mental. Misalnya Matsuri Takahashi, yang bunuh diri akibat harus lembur 150 jam dalam sebulan. Di Indonesia sendiri ada Mita Diran, seorang pekerja periklanan yang mati karena bekerja non stop selama 30 jam.

Bekerja berlebihan sangat buruk bagi kesehatan. Bekerja lebih dari 40 jam seminggu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, fibrilasi atrium, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, demensia (kepikunan), kanker, arthritis, obesitas, dan nyeri punggung bawah (bagi yang bekerja dengan duduk). Ditambah lagi dengan meningkatnya risiko gangguan mental dan gangguan otak, semakin memperpanjang daftar buruk dari bekerja berlebihan.

Pada pria, bekerja lebih dari 60 jam seminggu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, depresi, arthritis, dan paru-paru. Sedangkan pada wanita jumlah jam kerja yang sama dapat menyebabkan jantung, kanker, asma, arthritis, dan diabetes.

7.    Karyawan masih memiliki energi untuk melakukan aktivitas di luar jam kantor.

Membangun Negara Dimulai dari Pengaturan Jam Kerja

Kehabisan energi
Sumber: Pxhere


Sebagai manusia normal, setiap orang memiliki berbagai kebutuhan lain selain bekerja. Jam kerja yang terlalu panjang atau beban kerja yang berlebihan membuat porsi untuk kebutuhan lain tidak seimbang. Akibatnya, ada sesuatu yang salah (something wrong) pada diri si manusia tersebut.

8.    Menurunkan risiko kecelakaan, baik kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lainnya.

Ngantuk dan kelelahan yang teramat sangat bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sikap awas menurun, kemungkinan untuk melakukan kesalahan dan keteledoran meningkat.


9.    Menurunkan risiko mempunyai emosi buruk, sehingga tidak mudah bertengkar/berkata-kata buruk atau kasar kepada orang lain, baik kepada teman, customer, atau lainnya.

Hasil survei di Inggris mendapati bahwa banyak pekerja kantor menghabiskan sebagian besar hari kerjanya dalam kondisi kesal dengan rekan sekerja dan konflik yang terjadi sering kali memicu reaksi yang sengit.

”Setiap minggu, ada sekitar 15 pekerja Amerika yang dibunuh di tempat kerja,” kata majalah Business Week. Harvard Business Review berkomentar, ”Kekerasan di tempat kerja bukanlah pokok bahasan yang disukai para manajer. Tetapi faktanya tetap memperlihatkan bahwa setiap tahun, ratusan karyawan menyerang atau bahkan membunuh rekan sekerja mereka.”

Di sisi lain, banyak orang mengalami tindak kekerasan di tempat kerja yang dilakukan oleh klien atau pelanggannya. Sebuah laporan kriminologi Australia menyatakan bahwa beberapa dokter begitu khawatir diserang sampai-sampai mereka membawa pengawal sewaktu menerima panggilan untuk datang ke rumah. Orang-orang lain yang berisiko diserang antara lain adalah polisi dan guru sekolah.

10.    Menurunkan risiko kematian

Kematian bisa terjadi karena organ-organ yang rusak karena kurang istirahat, efek buruk doping/suplemen penambah  tenaga, kecelakaan, atau bunuh diri akibat stres.

11.    Menurunkan risiko perselingkuhan dan perceraian

Jam kerja panjang membuat pasangan suami isteri lebih jarang/sebentar bertemunya. Bisa menyebabkan kesepian atau kekeringan dalam rumah tangga. Sebaliknya, si suami atau isteri yang bekerja tersebut lebih lama berada di kantornya. Kemungkinan untuk terkena cinta lokasi lebih besar. Apalagi jika pasangan kerjanya adalah lawan jenis dan hanya mereka berdua, serta berada di ruangan yang hanya berisi mereka, maka potensi perselingkuhan semakin besar. Perselingkuhan merupakan awal dari perceraian.

Di tempat kerja (kantor) yang memiliki intensitas kerja tinggi (jam kerja panjang), seringkali dapat dijumpai banyak orang yang berjodoh (cinta lokasi). Karena mereka tidak ke mana-mana. Kehidupannya hanya seputar rumah dan kantor, jadi potensi berjodoh itu tinggi.

Selain karena partner kerja, perselingkuhan bisa juga karena klien lawan jenis, atau karena pasangan di rumah kesepian dan bertemu orang yang “meramaikan” hidupnya.

Mungkin juga masih ada sebab lain di luar itu.

12.    Menurunkan risiko kriminalitas dan anak-anak nakal

Anak-anak yang kurang pengawasan orangtua atau kekurangan waktu bersama orangtuanya, berisiko menjadi anak-anak yang nakal, suka mencari perhatian (caper), atau melakukan perbuatan kriminal. Lagipula, betapapun baiknya orang lain di dalam mendampingi anak tersebut, kasih sayang dan kehadiran orangtuanya lebih dibutuhkan/diharapkan.

13.    Meningkatkan keamanan keluarga di rumah

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan angka kekerasan terhadap anak terus meningkat sejak tahun 2011. Hingga Juni 2015 kekerasan terhadap anak melonjak lebih dari 20 persen. Mayoritas pelaku bahkan didominasi orang-orang dekat dengan korban. (m.viva.co.id, 30 Juni 2015)

Dengan mengurangi jam kerja orangtua diharapkan orangtua bisa segera mengambil alih kembali pengasuhan anak dari orang lain (misal pembantu) dan membangun kedekatan dengan anak. Diasuh oleh orang lain, meski orang terdekat sekalipun tidak akan sama dengan diasuh sendiri oleh orangtuanya. Kita tidak akan tahu apakah mereka melakukan kekerasan atau tidak terhadap anak kita, tidak tahu apa saja yang diajarkan mereka/dicontoh oleh anak darinya, dan kita tidak bisa mengontrol kegiatan anak lebih banyak. Apa saja yang dilakukan anak, siapa teman bermain anak, apa saja yang menimpanya, dan sebagainya.

14.    Meningkatkan kesuburan wanita

Wanita dengan jam kerja panjang harus waspada, pasalnya pada wanita yang bekerja lembur (shift malam) atau melakukan pekerjaan berat telurnya lebih sedikit dan kurang subur. Di dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine, peneliti mengatakan bahwa wanita dengan pekerjaan yang menuntut fisik cadangan telurnya lebih rendah dibanding yang tidak rutin harus mengangkat beban berat. Selain cadangan telurnya lebih rendah, jumlah telurnya juga lebih rendah, bahkan cenderung semakin sedikit bila mereka bekerja malam, atau mendapatkan shift malam.

Kecenderungan semakin meningkat jika wanita tersebut berusia di atas 37 tahun dan memiliki berat badan berlebih. Selain itu, proses kematian telur semakin cepat akibat beberapa faktor, salah satunya adalah merokok.

Namun, penelitian ini dianggap lemah oleh ahli lainnya, karena selain sampelnya kecil (di bawah 500) bisa juga kondisi tersebut karena wanita yang bekerja malam dan berat berasal dari golongan menengah ke bawah, sehingga kondisi sosial dan pola asupan berbeda dengan orang kantoran.

15.    Menurunkan risiko pemakaian narkoba (NAPZA) dan mungkin juga minuman keras (miras)

Biasanya narkoba digunakan untuk menenangkan, membahagiakan/menambah energi, menghilangkan stres (pelarian), atau lainnya. Dengan tidak memiliki alasan tersebut, maka risiko pemakaian juga akan menurun.

Membangun Negara Dimulai dari Pengaturan Jam Kerja
 Bersemangat kerja
Sumber: Flickr.com

Di dunia, tercatat beberapa negara mempunyai jam kerja pendek. Apakah hal itu berarti buruk? Tidak juga. Belanda (bekerja maksimal 29 jam seminggu) dan Jerman (bekerja maksimal 35 jam seminggu), 2 negara dengan jam kerja di bawah 40 jam per minggu, banyak hari libur, dan memberikan jatah paid vacation, bahkan memiliki angka produktivitas pekerja yang tinggi. Begitupun Swedia, saat sebuah panti jompo di Gothenburg, Swedia menerapkan bekerja 6 jam per hari selama 2 tahun, hasilnya para perawat menjadi lebih sehat. Mereka lebih segar dan berenergi serta punya lebih banyak waktu untuk keluarga.

Kalau mau lebih enak lagi, mungkin kota Paris jawabannya. Di sana orang bekerja hanya sekitar 30 jam per minggu dan memiliki 29 hari libur yang dibayar. Perancis juga mempertimbangkan sebuah peraturan yang melarang pekerjanya untuk membaca email atau hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saat akhir pekan atau di malam hari.

Akan tetapi, sayangnya beberapa pihak menentang ide ini, dengan alasan ekonomi akan mengalami penurunan daya saing dan keuangan yang tegang. Juga, dengan akan munculnya miliaran biaya tambahan untuk biaya perekrutan dan sosial.

Di sisi lain, memperpendek jam kerja harus mempertimbangkan pula beban kerja karyawan. Memperpendek jam kerja dalam sepekan kerap membuat para pekerja harus menyelesaikan tugas sama dalam waktu lebih singkat. Kedengarannya membuat pekerjaan semakin berat, tapi mungkin juga dengan produktivitas yang lebih baik dan kesehatan yang lebih prima, bekerja pun bisa lebih cepat. Di samping itu, hendaknya dengan jam kerja yang lebih pendek karyawan bisa langsung berkumpul dengan keluarganya. Bukan mencari pekerjaan lain yang paruh waktu. Satu lagi yang juga tak boleh dilupakan, sistem yang lebih baik.

Membangun keluarga merupakan awal dari membangun negara. Dengan jam kerja yang lebih manusiawi berbagai manfaat di atas bisa didapatkan. Setidaknya, jika memang di Indonesia aturan jam kerja seminggu maksimal 40 jam, seharusnya bisa ditegakkan. Segala bentuk penyelewengan harus dihapuskan. Demi individu yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, dan tentunya negara yang lebih baik.


Sumber: 

https://life.idntimes.com/career/pinka-wima/kenapa-bekerja-di-jam-lebih-singkat-itu-lebih-produktif/full
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jfk/article/view/14954
http://m.viva.co.id/berita/nasional/644760-cegah-kekerasan-atas-anak-jk-usul-jam-kerja-dikurangi
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170208111016-255-192019/kerja-lembur-cenderung-turunkan-kesuburan-wanita/
http://kabarburuh.com/2017/03/17/akibat-jam-kerja-berlebih-pekerja-kreatif-rentan-depresi/
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/39-jam-sepekan-batas-jam-kerja-yang-sehat
https://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102002121#h=15
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170208104351-255-192010/studi-kebanyakan-bekerja-bisa-membunuh-orang/
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170215203159-255-193807/sistem-kerja-enam-jam-per-hari-diuji-coba-di-swedia/
https://www.vemale.com/kesehatan/95400-jam-kerja-terlalu-lama-bahaya-untuk-kesehatan-terutama-wanita.html
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40141942
http://www.hipwee.com/feature/kerja-itu-nggak-perlu-ngoyo-atau-sampai-tengah-malam-4-negara-ini-jadi-bukti-suksesnya/
https://mobile.nytimes.com/2016/05/21/business/international/in-sweden-an-experiment-turns-shorter-workdays-into-bigger-gains.html
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20151005070409-92-82772/10-kota-dengan-jam-kerja-terpendek-di-dunia/
http://pekanbaru.tribunnews.com/2016/05/28/ini-daftar-10-kota-dengan-jam-kerja-terlama-dan-terpendek