19 Juni 2017

Nudisme dan Kemunduran Peradaban



Nudisme dan Kemunduran Peradaban

Gadis berpakaian putih
Sumber: Pxhere

 Sulit dimengerti. Di zaman serba canggih dan maju, sekelompok orang tertentu seperti kembali ke masa lalu. Tidak berpakaian alias telanjang. Bukan karena dipaksa, bukan karena sebagai budak/dijajah, bukan karena dihukum, bukan karena bekerja sebagai pelacur, bukan pula karena miskin sehingga tak punya uang membeli pakaian. Benar-benar karena keinginan sendiri dan dilakukan di sebagian besar waktunya. Seperti tidak malu lagi mempertontonkan tubuh dan bahkan area pribadinya. Malahan, orang-orang di sekitarnya yang menjadi malu melihat mereka dalam kondisi demikian. 

Namanya kaum nudis (naturis). Mereka adalah orang-orang penganut naturisme atau nudisme, yaitu gerakan budaya dan politik yang mempraktikkan, menganjurkan, dan mempertahankan ketelanjangan pribadi dan sosial, namun tidak semua yang terjadi pada properti pribadi. Istilah ini juga mengacu pada gaya hidup berdasarkan nudisme pribadi, keluarga, atau sosial. Katanya sih, untuk mendorong harga diri, rasa hormat terhadap orang lain dan lingkungan.

Sekarang ini, kaum nudis bisa dijumpai di mana-mana. Ada desa nudis, spa nudis, pantai nudis, dan masih banyak lagi. Terkadang mereka malah bersepeda sambil berbugil ria bersama-sama di jalanan.


Adam dan Hawa Tidak Telanjang Karena Kemauannya Sendiri

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Ilustrasi surga
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Di dalam sejarah nudisme, kisah Adam dan Hawa banyak disebut. Benarkah Adam dan Hawa mencontohkan demikian? Mari kita ingat sejarahnya (versi agama saya: Islam)!

Saat Adam dan Hawa berada di surga, Allah memerintahkan kepada Adam untuk tidak memakan buah Khuldi. Iblis, yang memang sejak awal iri dengki dengan Adam, ingin menyesatkannya. Lalu Iblis bersumpah palsu atas nama Allah agar Adam dan Hawa terpedaya memakan buah itu. Adam sendiri dalam keadaan lupa kalau telah dilarang oleh Allah mendekati pohon Khuldi, namun ia berpikir bahwa Iblis takkan berani berbohong dengan bersumpah atas nama Allah. Akhirnya ia terpedaya.

 Hawa yang terlebih dahulu termakan bujuk rayu Iblis sehingga memakan buah Khuldi. Melihat Hawa tidak apa-apa, Adam ikut makan. Akhirnya, tampaklah aurat mereka. Keduanya jadi telanjang. Mereka berkeliling mendekati pepohonan yang ada di surga untuk membuat penutup aurat dengan daun-daunnya, tetapi semuanya menghindar. Hanya pohon Tin yang kasihan padanya dan bersedia menutupi aurat mereka dengan daun-daunnya. Pada riwayat lain, yang menutupi aurat Adam adalah katu’ud (kayu gaharu berbau wangi), dan riwayat lainnya lagi, dengan kayu Hana’ (sejenis pohon pacar).

Ka’ab Al-Ahbar mengatakan, “Setelah Adam telanjang, Allah mewahyukan kepadanya, ‘Datanglah kepada-Ku, Aku ingin melihatmu.’ Adam menjawab, ‘Wahai Tuhanku, aku tidak sanggup melakukannya. Sebab, aku malu kepada-Mu dan merasa hina.’”

Kemudian Adam dan Hawa diturunkan oleh Jibril ke bumi dalam keadaan telanjang (hanya tertutupi daun-daun surga), di tempat yang terpisah jauh. Begitupun Iblis, juga diturunkan ke bumi oleh Allah, di tempat yang berbeda dengan keduanya. 

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Terik matahari
Sumber: http://sukausaha.com

Tahukah Anda, bahwa Adam dan Hawa hanya tinggal di surga selama setengah hari menurut perhitungan hari akhirat? (dari Ibnu Abbas ra). Padahal, itu ukuran nabi. Bisa digoda Iblis dalam setengah hari. Bagaimana dengan kita yang manusia biasa? Dengan satu dosa saja dan itupun karena lupa, apa yang dialami mereka? Mereka dihukum kehilangan kenikmatan surga dan harus bersusah payah di bumi. Adam tinggal di bumi selama 300 tahun dalam keadaan belum pernah mengangkat kepalanya ke langit karena malu kepada Allah. Dia terus-menerus menangis selama 200 tahun. Kemudian Adam mengadu kepada Jibril tentang persoalan telanjang dan panasnya matahari. Lalu Jibril pergi menemui Hawa dengan membawa kibas dari surga. Dia potong bulunya, kemudian dia potong bulu tersebut kepada Hawa. Dia ajarkan kepada Hawa bagaimana cara memintal wol dan menenunnya menjadi sebuah mantel. Mantel buatan Hawa tersebut dibawa oleh Jibril kepada Adam dan dipakaikan kepadanya untuk menutup badannya, tanpa mengatakan bahwa itu buatan Hawa. 

Pada riwayat lain disebutkan bahwa Adam dan Hawa terpisah selama 500 tahun. Setelah Adam terusir dari surga, dia memakai penutup berupa daun surga. Setelah tinggal di bumi, daun itu mengering dan bertebaran di atas bumi. Jadi, semua wewangian yang ada di tanah Hindi (India) penyebabnya adalah tebaran daun tersebut. Diriwayatkan bahwa Allah menurunkan kepada Adam delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Dia disuruh untuk minum dari susu-susunya dan membuat pakaian dari bulu-bulunya.

Jadi, ketelanjangan merupakan hukuman bagi Adam dan Hawa karena memakan buah Khuldi (bukan karena kesadaran sendiri ingin telanjang). Adam dan Hawa tidak bangga. Mereka malu dan berusaha menutupi tubuhnya dengan dedaunan surga. Begitupun ketika di bumi, ketika Adam dan Hawa dipertemukan kembali mereka sudah sama-sama berpakaian. 

Tahukah pula Anda, untuk dosa tersebut Adam berdoa tanpa henti selama 300 tahun untuk memohon ampun kepada Allah?

Jangan sandingkan nudisme dengan nabi Adam dan Hawa. Mereka berbeda.


Di Zaman Prasejarah pun Manusia Berpakaian

Nudisme dan Kemunduran Peradaban

Zaman prasejarah
Sumber: azanulahyan.blogspot.com

 Manusia di zaman prasejarah pun berpakaian. Mereka memakai kulit binatang serta tumbuh-tumbuhan untuk menutupi tubuh. Manusia purba yang hidup di daerah dingin, menutupi tubuhnya dengan kulit binatang, misalnya kulit domba berbulu tebal. Sedangkan mereka yang hidup di daerah panas melindungi tubuh dengan memanfaatkan kulit pepohonan yang direndam terlebih dahulu lalu dipukul-pukul dan dikeringkan. Selain itu, mereka juga menggunakan dedaunan dan rumput untuk menutupi tubuhnya.


Melupakan Fungsi Pakaian dan Melupakan Diri Sendiri

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Berpakaian
Sumber: Pxhere

Kaum nudis begitu anti kepada pakaian. Padahal, pakaian diciptakan karena memiliki fungsi-fungsi tertentu. Misalnya, untuk melindungi dari panas dan dingin, mempercantik diri, meningkatkan kesopanan dan harga diri, melindungi dari bahaya tertentu (serangga, bahan kimia berbahaya, kontak dengan zat abrasif, senjata, dan lain-lain), melindungi diri dari potensi kejahatan seksual, mengurangi risiko dari suatu aktivitas, mencegah kanker kulit, dan lain-lain.

Prof. Pitirim A. Sorokin, seorang Sosiolog dari Harvard University, di bukunya, “Revolusi Fisik” mengajukan suatu teori, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat meluncur dengan cepat menuju kehancuran dan anarkisme, dengan sebab-sebab serupa yang membawa kehancuran imperium Romawi dan Yunani kuno. Sorokin menulis, “Kita terkurung arus kebebasan seksual dari segala penjuru. Arus ini merembes ke semua celah dan akan melumat habis bangunan kebudayaan kita dan setiap sendi kehidupan kita. Revolusi ini mampu mengubah kehidupan lelaki dan perempuan di Amerika, yang lebih dahsyat daripada revolusi manapun dewasa ini.”

Tulisannya yang lain dimuat di majalah Al Akhbar edisi 26 terbitan Muharram 1377, hlm. 2, dengan judul, “Ilmuwan Amerika Berpendapat bahwa Perempuan Amerika itu Lemah,” berdasarkan kutipan keterangan Dr. John Kessler, seorang Psikolog dari Chicago, ia mencatat bahwa 90 persen perempuan Amerika menderita frigid, sedangkan 40 persen lelakinya menderita impotensi. Menurutnya, meluasnya pornografi dan pornoaksi adalah penyebab merosotnya derajat kemanusiaan bangsa Amerika. (Dikutip oleh Hushununa Mahdiati min Daakhiliha, hlm. 123-126).

Fenomena ini tampak jelas pada kaum nudis. Mereka kehilangan hasrat seksual akibat terlalu sering tampil bugil dalam berbagai kesempatan. Penyebab lain adalah maraknya kejahatan terhadap perempuan di negeri tersebut, karena terbiasa mempertontonkan perhiasan dan kecantikannya kepada orang lain, serta terlalu bebas dalam pergaulan.


Apakah Kaum Nudis itu Totalitas di dalam Nudisnya?

Nudisme dan Kemunduran Peradaban

Kutub
Sumber: simuzz.wordpress.com

Kalau mereka benar-benar anti dengan pakaian, apakah memang tidak berpakaian sama sekali di seluruh hidupnya? Jangan memilih nudis di tempat dan waktu tertentu saja! Berani tidak nudis di gurun, di kutub, di puncak gunung es, saat berperang, dan kondisi ekstrim semacam itu? Anda mau bunuh diri? Melakukannya serupa dengan bunuh diri. Itu karena pakaian begitu penting bagi manusia.


Nudis itu Alami?

Nudis dikatakan alami alasannya ditemukan di banyak budaya. Salah satu yang sering digunakan sebagai contoh adalah ketelanjangan di Yunani kuno. Akan tetapi, yang jarang diketahui orang, meski pria telanjang tampak sebagai norma seni Yunani kuno, jangan berpikir bahwa orang Yunani kuno tinggal seperti di kamp nudis. Sejarawan telah menyatakan bahwa, pada kenyataannya, orang-orang Yunani kuno terus mengenakan pakaian mereka untuk sebagian besar waktu.

Lagipula, saya simple saja. Kalau benar nudis alami dan kalau benar kaum nudis anti dengan pakaian, bisakah kalian hidup sampai hari ini? Nudislah sejak bayi (dan tanpa teknologi/rekayasa/bantuan apapun), bisa dipastikan kalian tidak akan ada hingga saat ini.

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Bayi baru lahir
Sumber: Pixabay

Apakah Anda pernah melihat orang gila yang tidak berpakaian di jalan? Dia tidak malu karena gila. Bagaimana dengan orang yang secara sadar tidak berpakaian dan berada di tempat umum, di tengah-tengah orang lain yang berpakaian, sambil memperlihatkan area paling pribadinya pula?

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amru Al-Anshari Al-Badri ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari ungkapan kenabian yang pertama adalah, ‘Jika kamu tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.’ (HR. Bukhari Muslim)


Nudis Dekat dengan Berbagai Keburukan

Sudah bisa ditebak, ketelanjangan dekat dengan hal-hal semacam itu: swinger (berganti-ganti pasangan), poliamor (berkomitmen dengan banyak cinta tapi tanpa pernikahan), seks bebas, pornografi, perkosaan, pedofil, penyebaran PMS, dan lain-lain. Artinya, itu akan menambah dosa dan kerusakan.

Lagipula, suka atau tidak, menganggap sama atau tidak, kaum nudis sama saja dengan ekshibisionis (meski kaum nudis menolaknya) dan porno. Sama-sama terlihat telanjang bagi kaum non nudis, dan itu membuat kaum non nudis tidak nyaman.


Tentang Kebaikan dan Keburukan

Dari an-Nawwâs bin Sam’ân Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab, “Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.” [HR. Muslim]

Dan dari Abu Tsa’labah al-Khusyani, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullâh! Jelaskan apa saja yang halal dan haram bagiku.” Beliau bersabda, “Kebajikan ialah apa saja yang apa saja yang menjadikan jiwa tenang dan hati menjadi tenteram. Dan dosa ialah apa saja yang menjadikan jiwa tidak tenang dan hati tidak tenteram kendati para pemberi fatwa berfatwa kepadamu.” [HR. Ahmad]


Berpakaian Menyebabkan Sakit?

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Berolahraga tanpa bugil
Sumber: http://maxpixel.freegreatpicture.com/

Apakah berpakaian menyebabkan sakit karena kurang sinar matahari? Nabi kami umat Muslim, Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam, berpakaian tetapi tidak pernah sakit. Atau kalau ingin contoh manusia biasa yang bukan nabi, di Indonesia ada namanya Hj. Rantima. Seorang muslimah dan sehat tanpa harus bugil, bahkan bisa berumur hingga 206 tahun.

Nudisme dan Kemunduran Peradaban
Sumber: IG Wow Fakta

Keterangan gambar: 
Greg Binnie, asal Skotlandia, berjemur hanya dengan mengenakan tank top. Leher dan tangannya yang tak tertutupi baju melepuh, mengalami luka bakar serius tingkat 2, saat berjemur tanpa tabir surya. Perhatikan bagaimana area yang tertutupi pakaian (tank top) lebih terlindungi.


Setan Membuat Kaum Nudis Memandang Baik Apa yang Dilakukannya

Nudisme dan Kemunduran Peradaban

Sumber: imgrum.org


Allah Ta'ala berfirman, yang artinya:

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS. Al-Hijr: 39)
Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat di atas, "Aku jadikan mereka suka dan gemar kepada maksiat, menguatkan dan membantu mereka dengan sungguh-sungguh."

Pada ayat lain disebutkan:
"(Syetan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu." (QS. Al-Taubah: 37)

"Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syetan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar)." (QS. Al-Ra'du: 33)

Berpakaian itu sopan dan indah serta lebih terlindungi. Mari berpakaian dengan semestinya! Jangan mau disesatkan oleh setan!


Sumber:


Http://novitaoki.blogspot.com/2012/12/sejarah-manusia-mengenai-pakaian.html
Http://rikzamaulan.blogspot.com/2013/05/malu-adalah-refleksi-keimanan.html
Https://almanhaj.or.id/3407-kebaikan-dan-dosa.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Naturism
Http://news.softpedia.com/news/Why-Ancient-Greeks-Appear-Always-Naked-46178.shtml
Http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2012/04/09/18516/tazyin-jerat-syetan-menjerumuskan-manusia-dalam-kemaksiatan/#sthash.Bnhed6bj.dpbs
Sainstory.wordpress.com
Al Istanbuli, Syaikh Mahmud mahdi. 2012. Kado Pernikahan. Jakarta: Qisthi Press.