09 Juni 2014

UPDATE TINGGIMU SEKARANG JUGA



Mengapa ingin tinggi?


Masalah tinggi badan tidak bisa dianggap remeh. Kenyataannya mereka yang lebih pendek dari anak/orang seusianya seringkali dihina. Sayangnya, mental setiap anak/orang tidak tidak sama. Ada yang bisa cuek, ada yang jadi minder. Efek sampingnya juga banyak, sulit mendekati lawan jenis (mendapat pacar) misalnya bahkan mungkin juga sampai bunuh diri. Hinaan dari orang sekitarnya (bullying) bisa berdampak sangat serius. Memang sih ada artis yang tidak tinggi, seperti Adul atau Daus mini yang malah hoki karena ukuran tubuhnya. Tapi tidak semua orang kan seperti mereka? Remaja di masa pubertas (usia SMP hingga SMA) seringkali termasuk golongan yang sangat merisaukan masalah-masalah semacam tinggi badan ini.
Di sisi lain, kurangnya tinggi badan juga bisa memupuskan impian seseorang. Ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang mensyaratkan tinggi badan khusus. Sebut saja ABRI, perawat, pramugari, model / peragawati, SPG, dan sebagainya.


Mengapa tinggi badan kita berbeda-beda?


Tinggi badan seseorang berbeda-beda. Etnis menentukan perbedaan ini. Kita akan menemukan bahwa orang Timur Tengah misalnya cenderung lebih tinggi dari orang Indonesia. Gender (jenis kelamin) juga demikian. Umumnya, pria memiliki tinggi yang lebih besar daripada wanita.

Secara umum berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan tinggi kita berbeda-beda:

1.    Faktor genetik / keturunan
Yaitu dipengaruhi oleh gen-gen dari ayah, ibu, atau leluhur mereka (kakek-nenek hingga naik ke atas). Tidak selalu orang yang ayah dan ibunya tinggi anaknya akan tinggi, bisa juga anaknya memiliki tinggi sedang atau malah pendek karena adanya gen-gen yang tak tampak (tersembunyi) pada orangtuanya. Gen yang tak tampak ini disebut gen resesif.

2.    Hormon
a.       Hormon paratiroid
b.      Hormon tirokalsitonin
c.       Hormon pertumbuhan yang dihasilkan hipofise anterior
d.      Hormon tiroksin
e. Hormon kedewasaan / hormon seks

3.    Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Makanlah makanan yang mengandung kalsium, fosfat, seng, yodium, protein, vitamin A, C, dan D untuk membantu pertumbuhan tulang dan menyehatkan rangka. Untuk membantu penyerapan kalsium, konsumsi makanan berlemak juga harus cukup.

4.    Faktor persyarafan, yang meliputi faktor mekanis dan penyakit.
Gangguan suplai persyarafan mengakibatkan penipisan tulang seperti yang terlihat pada kelainan poliomyelitis.

5.    Dukungan lingkungan.
Kurangnya imunisasi, kasih sayang, dan rendahnya taraf ekonomi dapat mempengaruhi nafsu makan sehingga akhirnya pertumbuhan badan terhambat.

6.    Merokok
Merokok membuat kerja hormon pertumbuhan tidak optimal, sehingga menghambat pertumbuhan tinggi badan.

7.    Rendahnya tingkat pendidikan
Rendahnya tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pemilihan konsumsi pangan pendukung kesehatan dan pertumbuhan tulang. Mereka yang berpendidikan rendah bisa jadi tidak tahu makanan yang baik untuk tulang sehingga pertumbuhan tulangnya terganggu / tidak optimal.

8.    Gangguan pada lempeng epifisis, misalnya cedera, trauma akibat kecelakaan, kanker tulang, dan dukungan dari gizi yang cukup serta hormon-hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan.

9.    Terkena penyakit kronis, seperti penyakit turunan jantung, paru-paru, atau kelainan darah.
Ketika terkena penyakit-penyakit tersebut masukan kalori berkurang sehingga energi yang dibutuhkan tubuh berkurang/tidak seimbang.

10.    Kecukupan nutrisi saat kita dalam kandungan

11.    Ibu mengalami baby blues saat mengandung kita
Ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan berisiko 40% membesarkan anak-anak yang pertumbuhan tingginya terhambat. Salah satu penyebabnya adalah karena anak tertular hormon stres dari ibunya. Hal ini mengganggu sistem hormon anak termasuk produksi hormon pertumbuhannya.

12.    Asupan ASI eksklusif di masa kanak-kanaknya.
Asupan ASI eksklusif selama 2 tahun pertama kelahirannya membantu mempercepat pertumbuhan tinggi dan perkembangan berat badannya dengan pesat.


Memprediksi tinggi badan anak


Tinggi anak wanita = ((tinggi bapak-13) + tinggi ibu)/2 ± 8,5 cm
Tinggi anak laki-laki = ((tinggi ibu+13) + tinggi bapak)/2 ± 8,5 cm



Pertumbuhan tinggi badan


Pertumbuhan tinggi badan manusia secara alami ada batasnya, tergantung dari bagian tulang yang disebut lempeng epifisis. Saat masih muda lempeng epifisis terlihat renggang dan belum tertutup, sehingga masih dimungkinkan terjadi pertambahan tinggi. Bisa diupayakan dengan cara alami maupun suplemen. Lain halnya jika sudah menutup, peluangnya sangat kecil walau tidak menutup kemungkinan untuk itu.
Kapan menutupnya lempeng epifisis ini berbeda pada pria dan wanita, yaitu dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan, hormon tiroksin, dan hormon kedewasaan (hormon seksual). Perkembangan jumlah hormon-hormon tersebut pada wanita relatif lebih cepat daripada pria sehingga lempeng epifisis juga menutup lebih awal. Artinya, pertambahan tinggi wanita memang lebih singkat daripada pria. Contohnya, lempeng epifisis pada tulang paha wanita akan menutup pada usia 15-19 tahun dan tulang lengan atasnya menutup pada usia 18-22 tahun. Sedangkan pria lempeng tulang pahanya akan menutup di usia 17-21 tahun dan tulang lengan atasnya menutup ketika memasuki usia 20 tahun hingga 25 tahun. Jadi, rata-rata pertumbuhan tinggi badan terjadi pada usia 17-20 tahun.
Jika ingin meningkatkan tinggi badan usia paling ideal adalah sebelum 14 tahun.


Bagaimana cara meningkatkan tinggi badan?


Tinggi badan dapat diupayakan agar meningkat dengan 2 cara, yaitu cara alami dan dengan suplemen.

A.           Secara alami:

Untuk bisa tumbuh tinggi secara alami perhatikan dan lakukan hal-hal berikut:

1.         Olahraga secara teratur dan seimbang

Pilihlah jenis olahraga seperti senam, jogging, renang, bersepeda, lompat tali (skipping), voli, dan basket. Tulang yang sering digerakkan dan dilatih pertumbuhannya akan cepat.
Selain itu kita bisa melakukan stretching, hanging, dan kicking. Stretching adalah  gerakan meregangkan badan, sedangkan hanging Hanging, bergantung dengan kedua tangan. Kedua aktivitas ini dapat memacu pertumbuhan tulang punggung. Berbeda dengan keduanya, kicking artinya menendang-nendangkan kaki. Gerakan kicking berfungsi untuk memacu pertumbuhan tulang kaki.
Nah, ini adalah gerakan senam yang bisa dilakukan sebagai alternatif untuk meninggikan badan Anda:



http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=D7jdp8R5yJA

2.         Tidur yang cukup dan berkualitas
Semasa tidur otot akan mengalami perenggangan sehingga menyebabkan penambahan ukuran panjang tulang. Hormon pertumbuhan akan bekerja optimal ketika seseorang tidur.

3.        Membiasakan diri untuk berjalan dan duduk dengan cara yang benar (tidak membungkuk, terlalu tegap, atau melengkung ke samping)
Posisi duduk yang salah bisa menghambat pertumbuhan tulang.

4.        Mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung protein dan tinggi kalsium.


B.            Dengan suplemen:

Upaya menambah tinggi badan dengan mengkonsumsi suplement lebih praktis daripada upaya secara alami. Meski demikian kita harus selektif dalam memilihnya. Suplement peninggi badan yang tidak tepat bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Suplement-suplement semacam ini tidak baik untuk dikonsumsi.
Sebagai rekomendasi dari kami bagi Anda yang masih kurang tinggi cobalah untuk mengkonsumsi suplement peninggi badan dari Tiens. Produk peninggi ini terdiri dari Nutrient High Calcium Powder dan zinc capsules.
Mengapa Tiens?
1.      Terbuat dari herbal alami, sehingga tidak menyebabkan efek samping maupun ketergantungan.
2.      Telah mendapat serifikat dari BPOM RI dan sertifikat halal dari MUI.
3.      Keaslian terjaga, karena ketatnya pendistribusian dari produk ini.
4.      Sudah banyak yang mengakui khasiatnya.




Sumber:
Http://dailykuyang.blogspot.com/2011/07/tips-cara-meninggikan-badan-secara.html
Http://luqmanmaniabgt.blogspot.com/2012/07/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
Http://www.kiostinggi.com/  
Http://smsrsd-infopenting.blogspot.com/2011/04/hal-hal-yang-dapat-memaksimalkan-tinggi.html
Http://perlengkapan-wanita.blogspot.com/2013/11/pada-usia-berapa-pertumbuhan-tinggi-badan-akan-terhenti.html#ixzz348JUCZwf
Http://www.tanyadok.com/anak/bagaimana-memprediksi-tinggi-badan
Http://www.parenting.co.id/article/artikel/7.tip.pacu.pertumbuhan.tinggi.badan.anak/001/004/552
Http://carapedia.com/tips_meninggikan_badan_info3348.html


05 Juni 2014

GARA-GARA KAMU


Menjelang skripsi, kebutuhan akan komunikasi jarak jauh makin meningkat. Mau tidak mau akhirnya orangtuaku berniat memberiku hp.  Aku bukan termasuk orang yang kormod (korban mode) ya, walaupun banyak temanku sudah punya tapi biasanya aku menunggu sampai benar-benar butuh. Lagipula aku bukan termasuk orang dengan uang yang sangat berlebih, aku sadar diri akan kondisiku dan orangtua. Aku dibiasakan hidup sederhana. Tak seperti anak-anak zaman sekarang yang bahkan sudah dibelikan tablet walaupun masih sangat kecil.

Bak ketiban durian runtuh, segera kusambut kesempatan ini. Merasa sangat awam di dunia per-hape-an, akhirnya kugandeng Ziya untuk ikut. Kupikir, dia lebih tahu soal ini. Bagaimana hp yang baik kondisinya, programnya, harga yang sesuai, dan sebagainya. Tanpa ba bi bu, kami langsung meluncur ke WTC (World Trade Center), salah satu pusat hp yang terkenal di Surabaya. Sepulang kuliah kami naik lyn W kalau nggak salah. Di sana sangat ramai. Ziya menyuruhku melihat-lihat barangkali aku tertarik dengan salah satunya. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah hp biru keunguan yang terpajang di etalase. Setelah bertanya-tanya sedikit, hp itu akhirnya berada dalam genggamanku. Sebaliknya, uang tujuh ratus ribu beralih ke tangan penjualnya.

Menjelang pulang Ziya memberitahuku bahwa itu sudah keluaran lama. Dan akhirnya aku tahu bahwa itu hp second. Aku kesal, buat apa dia kuajak kalau cuma untuk mengantar. Tak memberiku rekomendasi apa pun. “Nggak pa-pa kok, meski begitu ini tipe bagus.” Dia mencoba menenangkanku, meski tetap saja aku kesal. Aku benar-benar tak tahu kalau yang dipajang di etalase itu hp second.

ERICSSON T65

Di rumah segera kuotak-atik T65 itu. Kuharap semua fungsinya “sehat”. Tapi, harapan tinggal harapan. Sejak kedatangan hp itu aku malah stres. Benda mungil itu sering hang. Dibutuhkan energi dan kesabaran yang ekstra besar untuk “menjinakkannya”. Kesal, sedih, marah, bercampur rasa takut dimarahi oleh ortu diaduk menjadi sebuah “adonan” dalam hati dan pikiranku.

Diam...diam...diam....jangan sampai ortu tahu. Bersikaplah seolah-olah semuanya baik-baik saja (sambil terus mengotak-atik hp itu dan berharap akan suatu keajaiban). Alhamdulillah akhirnya aku berhasil, meski kadang masih suka bermasalah. Baru ketika sudah agak lama (mungkin dalam hitungan minggu) dia benar-benar bisa “jinak”. Syukur yang tiada tara membuncah dalam hatiku.

Sebenarnya fitur T65 lumayan juga buatku, juga ukurannya yang pas dalam genggaman (meski sedikit gemuk), dan warnanya yang lumayan bagus membuatku tertarik. Terlepas dari tahu tidaknya aku bahwa itu hp sudah jadul (lama banget sudah keluar) dan (malangnya) second juga.

Persisnya aku lupa sudah berapa lama bersamanya. Yang kuingat, perpisahanku dengannya adalah karena ulah pencuri. Ceritanya begini, waktu itu aku ke perpustakaan. Aku hanya berniat mengembalikan buku (tidak lama) sehingga uang dan hpku tetap berada dalam tas yang kuletakkan di loker luar (tanpa penjaga dan kunci). “Cuma sebentar”, pikirku. Aku begitu terkejut ketika mengambil tasku, tak kudapati lagi si biru itu di sana. Kulihat ada dua orang pria duduk di tangga pendek depan perpus. Mereka berdua karyawan kampus. Aku tahu bahwa pasti mereka yang mengambil, sayangnya tak ada bukti yang cukup. Aku tak punya cara untuk membuatnya mengaku. Saat itu memang kabarnya ada semacam jaringan pencurian di kampus. Di fakultasku, yang pernah tertangkap basah mencuri adalah tukang bersih-bersih. Aku nggak tahu pasti 2 orang karyawan tadi apakah OB juga atau bukan (bagian apa juga aku tidak tahu). Mengapa aku meyakini mereka sebagai pencuri? Karena saat itu perpus sangat sepi. Hanya aku pengunjungnya. Dan urusanku dengan petugas peminjaman pun kutaksir 5 menit-an, tak ada waktu secepat itu bagi selain mereka.


Hhhh....si biru kesayanganku akhirnya melayang. Mungkin jodoh kami telah berakhir. Selamat jalan “biru”-ku.