27 Juli 2013

KEMERDEKAAN INDONESIA, KEMERDEKAAN KITA



http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/13/08/16/mrmoas-makna-kemerdekaan 


Kemerdekaan ya? Hmm...seringkali orang mempertanyakan arti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia saat ini. Ada pula yang mempertanyakan apa benar negara Indonesia sudah merdeka, dan masih banyak pertanyaan lainnya. Yang selalu menjadi rutinitas di hari kemerdekaan Indonesia adalah upacara, lomba 17 Agustusan, dan kadang-kadang ada panggung hiburan. Di antara berbagai seremonial dan peringatan tadi, apakah mayoritas bangsa Indonesia sudah bisa memaknai dengan benar arti kemerdekaan? Dan apakah peringatan-peringatan tadi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya jiwa nasionalisme bangsa? Lalu bagaimana agar ke depannya negara Indonesia ini menjadi lebih baik setelah belajar dari pengalaman terjajah di zaman dahulu?

SULIT! Kemerdekaan sendiri memiliki berbagai arti jika dipandang secara subyektif. Masing-masing orang (jika mau jujur) akan mempunyai pendapat yang bermacam-macam jika ditanya tentang arti kemerdekaan bagi dirinya. Bagi orang yang sakit lama mungkin kemerdekaan berarti sembuh dari sakitnya, bagi orang yang banyak hutang dan sulit melunasi hutangnya mungkin kemerdekaan berarti bebas dari hutang-hutangnya, bagi fakir miskin kemerdekaan mungkin berarti bisa makan dan mencukupi kebutuhan mereka dengan layak (menjadi kaya), bagi murid-murid yang telah selesai ujian mungkin kemerdekaan berarti kelulusan dan nilai yang baik, bagi para tahanan/pelaku kejahatan mungkin kemerdekaan berarti bebas dari hukuman, dan masih banyak contoh lainnya. Bahkan kalau ditanya pada remaja, bisa saja kemerdekaan berarti boleh pacaran atau boleh melakukan apa saja. 

http://anam.blog.unissula.ac.id/2012/06/05/perjuangan-bangsa-indonesia-dalam-masa-penjajahan-bangsa-jepang-kaitannya-dengan-kemerdekaan-ri/

Jadi, ketika berbicara mengenai kemerdekaan Indonesia, siapa yang peduli? Mereka tidak ikut merasakan penderitaan saat dijajah, susahnya melawan penjajah, dan sebagainya. Mereka tidak ikut berjuang secara fisik atau ada secara nyata di saat itu. Zaman sekarang sudah sangat berbeda dengan zaman dulu (sudah enak dan jauh lebih baik), lalu dengan adanya kenyataan ini dan subyektifitas arti dari kemerdekaan itu sendiri bagaimana solusinya? Mungkin hanya orang-orang zaman dulu yang masih hidup yang bisa memaknai kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah perjuangan, terutama para pahlawan/veteran. Orang-orang di zaman setelahnya bagaimana? Apalagi anak-anak kecil, apa benar mereka tahu? Walaupun selalu didengung-dengungkan bahwa cara kita mengisi kemerdekaan saat ini adalah dengan belajar giat, mungkin para pelajar hanya tahu belajar untuk nilai, belajar agar tidak dimarahi orang tua/guru, belajar untuk nilai, dan alasan-alasan (nyata) saat ini (bukan di masa lalu yang mereka tidak tahu/tidak mengalami). 

http://wawansetyadi257.blogspot.com/2012/08/proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html

Sangat ironis memang, namun mulailah bersama-sama mencari cara agar kemerdekaan tidak hanya berarti secara seremonial belaka. Mungkin dengan mengundang orang-orang zaman dulu, pahlawan, atau veteran untuk bercerita langsung di depan khalayak mengenai perjuangan mereka atau dengan kegiatan aplikatif lainnya. Intinya jangan sampai kemerdekaan/pembangunan itu bersifat abstrak, harus ada tindakan nyata bersama-sama, hasil nyata, dan peningkatan ke arah lebih baik tentunya. Kalau rakyat merasa pemerintah kurang peduli terhadap nasib mereka (dalam arti secara subyektif mereka belum merdeka)/negara malah membuat hidup mereka susah, sulit untuk menjadikan kemerdekaan Indonesia menjadi kemerdekaan kita. Apalagi berkata tentang rela berkorban, cinta tanah air, dan sebagainya.


*Tulisan ini diikutkan lomba Gebyar Farmasi Universitas Andalas